Mengapa Mesir Ngotot Membeli Su-35?

Jakartagreater.com – Mayor Jenderal Nasr Salem, mantan Komandan Departemen Intelijen Mesir dan profesor studi strategis di Nasser Higher Military Academy, mengatakan kepada Al-Monitor bahwa akuisisi pesawat tempur Su-35 (NATO: Flanker-E) oleh Mesir, bersama dengan MiG-29M, Rafale dan F-16 Falcon akan memastikan kontrol udara untuk melindungi kepentingan Mesir, lansir AsiaTimes.

“Mengapa AS tidak memasok Mesir dengan pesawat tempur F-35 yang dipasok ke Israel, dan keberatan dengan kesepakatan Su-35 Rusia?” katanya, dan menambahkan bahwa militer Mesir berupaya untuk mendapatkan peralatan yang setara dengan yang dimiliki oleh Israel.

Menurut media RT Russsia,” Sumber-sumber menunjukkan bahwa jet tempur Su-35 yang berat dan jarak jauh ini akan memberikan superioritas tentara Mesir di langit regional, itulah sebabnya AS sangat keberatan.”

Dikabarkan Mesir akan segera menerima pengiriman Su-35 dari Rusia. situs web Top War Rusia, melaporkan pada 23 Juli, batch pertama pesawat tempur Su-35 lepas landas dari Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur dan menuju ke sisi Eropa Rusia, dari sana jet akan dikirim ke Mesir.

“Foto-foto lima pesawat tempur Su-35 batch pertama yang dibuat untuk Angkatan Udara Mesir muncul, singgah di Bandara Novosibirsk Tolmachevo selama penerbangan ke bagian Eropa Rusia. Seperti yang bisa dilihat dari foto-foto, tidak ada tanda identifikasi di pesawat, tetapi nomor ekor pada lambang ditandai dari 9210 hingga 9214″, lansir Top War Rusia.

Pada 18 Maret 2019, Angkatan Udara Mesir menandatangani kesepakatan US$ 2 miliar untuk membeli 24 jet tempur Su-35 buatan Rusia, termasuk peralatan terkait, tulis State Information Service (SIS) Mesir.

Menurut pers IUVM, sebuah artikel di Komsomolskaya Pravda Rusia menyatakan bahwa alasan utama Mesir bersikeras membeli pesawat itu adalah karena Su-35 dapat mengungguli jet F-15 dan F-16 buatan Amerika Serikat.

Mayor Jenderal Hamdi Bakhit, seorang anggota parlemen Komite Pertahanan dan Keamanan Nasional, mengatakan kepada Al-Monitor bahwa Sukhoi Su-35 adalah tambahan utama bagi Angkatan Udara Mesir mengingat ancaman yang sekarang ada di wilayah tersebut.

Bakhit mengatakan, Su-35 adalah pesawat tempur yang sangat bermanuver dan multirole yang dapat menyerang sasaran udara dan darat, terutama benteng beton dan landasan pacu.

Su-35 mampu melesat hingga kecepatan 2.800 km / jam dan jangkauan 4.500 kilometer. Menambahkan tangki bahan bakar eksternal akan memungkinkan jet tempur melakukan perjalanan lebih jauh tanpa harus mengisi bahan bakar. Su-35 dilengkapi mesin dengan daya dorong-vektoring dan seperangkat misi baru, termasuk radar Passive Electronically Scanned Array (PESA) Tikhomirov NIIP N135 Irbis dan radar kokpit “kaca”.

Washington sangat menentang kesepakatan Rusia. Kesepakatan seperti itu akan memengaruhi kesepakatan pertahanan di masa depan antara Kairo dan Washington, lapor Al-Monitor.

Bakhit berkata, “Keamanan nasional Mesir di atas segalanya. Jika itu mengharuskan Mesir mengakuisisi Su-35, maka itu harus, dan bebas untuk memutuskan masalah ini. AS telah memberi Israel arsenal terbaru – pesawat tempur F-35. Dengan demikian, AS menggunakan standar ganda dengan Mesir saat mengancam sanksi. ”

Sharing

12 pemikiran pada “Mengapa Mesir Ngotot Membeli Su-35?”

  1. “Mengapa ngotot”?
    Mesir telah menolak upaya AS untuk memaksanya membatalkan pembelian Su-35 yang direncanakan, dan telah menerima dukungan Rusia untuk pembelian jet ini. Alasan Kairo adalah bahwa pabrikan Barat hanya memasok Mesir dengan senjata yang di downgrade – menolak mengirimkan pesawat tempur kelas berat dan hanya memasok dengan pesawat tempur F-16 ringan dengan avionik yang di downgrade dan tanpa senjata rudal udara ke udara jarak jauh yang layak atau rudal presisi untuk serangan darat.

    Bisa di contoh semangatnya,niatnya,keinginannya.
    Dan belanjanya borongan lagi.
    Mantul…

  2. Karena pilihan strategi lebih utama dan tidak boleh di intervensi negara mana pun, pilihan strategi militer menyangkut pertahanan sebuah negara dr ancaman agresi2 negara lain jd emang tidak boleh ditawar tawar dan dintervensi negara mana pun,,,,lha indonesia beli 11 unit aja pun tp paranoidnya dah sampai ke ubun2, biar kan aja disanksi us, kalau indonesia mereka sanksi batalkan rencana2 akusisi produk2 militer us, memalukan hanya 11 unit pun paranoidnya gk ketulungan’ indonesia kedaulatannya boleh di intervensi us seperti banci yg mangkal di persimpangan, ini bener2 gk ada harga diri.

  3. “Keamanan nasional Mesir di atas segalanya. Jika itu mengharuskan Mesir mengakuisisi Su-35, maka itu harus, dan bebas untuk memutuskan masalah ini.
    ———————————————————————–
    Tak heran jika kebudayaan mereka jauh melebihi kita dahulu kala, dan mungkin saat ini salah satu negara di kawasan yang arsenal persenjataannya sangat mumpuni

  4. Mesir sbg negara terkuat di benua, jendral2 nya pasti maunya yg premium, apalagi rival utamanya br dpet sluman-slumun. Beli dari rusia asal ada uang mo beli su-57, s-400, fregat, kasel dll juga pasti dikasih. Coba belanja ama mamaroka cs, beli rafale mahal2 kaga boleh gotong scalp(gatau dah klo meteor), mo beli pespur dr mamaroka dpetnya elbot (udah ribet banyak syarat pulak).

    Liat mainan2 barunya siroil sekarang yg rasanya dimanjain bener ama mamaroka, ya belok laahhh mesir ke pedagang yg bisa kasih dagangan lebih baik. Disisi lain ini juga utk menghindari potensi kena embargo klo ada selek ama siroil.

Tinggalkan komentar