Zero Defect Pengelasan Kapal Selam Alugoro

Jakartagreater – Kapal Selam Alugoro merupakan kapal ketiga dari kontrak pengadaan Kapal Selam Batch 1 yang dibangun secara joint section di PT PAL Indonesia (Persero) dan mendapatkan predikat zero defect pengelasan alias tanpa cacat. Tidak main-main, predikat zero defect diakui langsung oleh timdari DSME Korea Selatan.

Predikat tersebut berdasarkan pada laporan pengetesan radiografi atau yang biasa dikenal dengan X-Ray yang meliputi pengetesan untuk mencari cacat las sebagai berikut: crack, under cut, root concavity, excessive penetration, dan burn through.

Terlebih kesuksesan zero defect didapatkan pada proses pengelasan material yang sangat khusus yakni HY-80, dirilis situs PT PAL Indonesia, 30 Juli 2020.

Kapal selam Alugoro sebelum menjalani drydocking (@ PT PAL Indonesia)

Pada 30 Juli 2020 lalu, Kapal Selam Alugoro menjalani drydocking selama 7 hari untuk pembersihan badan bawah garis air.

Dengan kondisi yang bersih diharapkan dicapai hasil yang optimal untuk pelaksanaan fase lanjutan SAT yang salah satunya adalah pelaksanaan Indiscretion Rate (IR).

Kapal selam Alugoro setelah menjalani drydocking (@ PT PAL Indonesia)

Kecepatan drydocking Kapal selam Alugoro tercapai berkat efisiensi pada pemakaian ulang fasilitas dock block yang sebelumnya dipergunakan docking Kasel Nagapasa Class. Selanjutnya Kasel Alugoro menjalani fase lanjutan Sea Acceptance Test (SAT).

Sharing

4 pemikiran pada “Zero Defect Pengelasan Kapal Selam Alugoro”

  1. Kalau material sudah ada, sudah dipotong2 per patern nya sebaiknya ya tetap dilanjut yg batch 2, kita masih terlalu kurang jumlah kapal selam nya, yg bilang jumlah kasel kita cukup 12 saya pikir halu kecuali kasel bisa luncur cepat seperti pesawat itu mungkin jumlah minim 12 bisa saja dipaskan, jumlah ideal paling tidak 1,5 s/d 2x jumlah kasel cina yaitu 100 an unit mengingat panjangnya dan luasnya perairan Nusantara

      • Maksudnya 100 kapal selam itu jumlah yg harus dimiliki TNI AL, karena cina operasikan 50 an kapal selam, kapal selam kita walau masih sebatas diesel elektrik apalagi jika teknologi AIP juga mampu kita adopsi di batch2 selanjutnya, itu sudah sangat menakutkan bagi negara lain, fregat dan destroyer hebatpun tetap akan stress berat memasuki perairan jika banyak habitat u boat didalamnya. Ibarat satu fregat tempur canggih nan perkasa dijamin tak akan lolos selamat jika dikerubuti 3 sampai 4 kapal selam.

Tinggalkan komentar