Melihat Kemampuan Typhoon, Gripen dan Rafale

Jakartagreater.com – Membandingkan kemampuan pesawat tempur mungkin tidak akan pernah selesai karena kurangnya data teknis yang sebenarnya. Beberapa spesifikasi mungkin dilebih-lebihkan karena bersifat promosi agar mendapat banyak pembelian ekspor.

Kali ini yang menjadi pembanding adalah tiga pesawat tempur generasi 4 buatan Eropa yang tersedia untuk pasar ekspor, yakni : Rafale Prancis, Eurofighter Typhoon produk gabungan dari Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan JAS-39 “Gripen” dari Swedia, lansir DefenAviationPost.

Saat merancang pesawat tempur, para desainer menetapkan fungsi dan tujuan yang berbeda. Eurofighter awalnya disusun sebagai pesawat superioritas udara dan sebagai pencegat. Misi intersep ini sangat dipertahankan oleh Jerman karena berada di posisi “garis depan” dengan negara-negara Pakta Warsawa. Jerman sangat perlu untuk melawan pesawat tempur luar biasa Rusia seperti MiG-29 dan Su-27. Tugas Typhoon adalah memiliki kemapuan yang dapat bermanuver tinggi dengan kecepatan subsonik dan supersonik. Inggris juga memberikan banyak perhatian pada pesawat pencegat karena seringkali Royal Air Force harus “mencegat” pembom strategis Rusia.

Pesawat tempur Rafale dengan rudal Meteor (foto : Dassault)

Ditempat lain Prancis membutuhkan pesawat tempur tingkat tinggi, dan tidak tidak memiliki kebutuhan mendesak akan pesawat pencegat. Prancis membutuhkan pesawat tempur multifungsi dengan kemampuan serangan dan pengintaian yang tinggi, mampu mempertahankan diri dalam pertempuran udara.

Prancis masih memiliki ambisi kekaisaran meski sudah mengalami keruntuhan kekuasaan kolonial, dan sangat bersemangat kepada negara bekas jajahannya dan berusaha untuk tidak membiarkannya keluar dari pengaruhnya. Negara-negara ini secara teratur memasok sumber daya alam ke Prancis. Untuk mengontrol dan mungkin menekan bekas koloninya, Prancis membutuhkan “bantuan panjang” dalam bentuk kapal induk (sekarang hanya memiliki satu yang tersisa) dan pesawat serang yang mampu mencapai sudut manapun dari “bekas kekuasaannya”.

Anggaran negara tidak mampu membuat beberapa jenis pesawat untuk melaksanakan semua tugas. Oleh karena itu, diputuskan untuk membuat satu pesawat untuk Angkatan Udara dan Angkatan laut dengan tingkat unifikasi yang tinggi, yang mampu berbasis di kapal induk. Prancis lebih memberi prioritas pada teknologi stealth, mengurangi sisi kecepatan pesawat dan lebih menyederhanakan desain intake udara, yang meningkatkan peluang bertahan hidup saat melakukan serangan darat dan dalam pertempuran udara.

Gripen E tembakkan rudal pertama kalinya (foto .blogbeforeflight)

Swedia adalah negara netral dengan industri yang sangat berkembang, termasuk militer, dan berusaha sejauh mungkin untuk mengatasi kebutuhan persenjataan militernya sendiri. Potensi negara ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. Pengembangan dan pembuatan pesawat modern sangat mahal. Setelah banyak perdebatan, Pemerintah Swedia memutuskan untuk membuat satu pesawat tempur multifungsi yang mampu menggantikan pesawat interseptor, pesawat pembom, dan pesawat pengintai. Ide utama “Gripen” adalah pembuatan pesawat dengan kemampuan tempur maksimum dengan biaya minimum. Hal ini memungkinkan, selain mengurangi biaya pengembangan juga dengan banyak menjual pesawat tempur “Gripen” ke pasar ekspor, sehingga memungkinkan Swedia untuk mengoperasikan pesawat yang mahal.

Dua modifikasi terbaru, JAS 39C dan JAS 39E adalah versi pesawat tempur yang jauh lebih baik, penerbangan pertamanya dilakukan pada 2017. Hingga saat ini, ada dua pelanggan – Angkatan Udara Swedia – 60 pesawat (dengan opsi untuk 10 lainnya) dan Angkatan Udara Brasil -36 pesawat.

blank
Data kemampuan Typhoon, Gripen dan rafale (image : DefenseAviationPost)

Dari tabel data, terlihat keunggulan “Rafael” pada jumlah hard point persenjataan dan beban tempur maksimal dibandingkan Typhoon dan Gripen. Lalu seberapa penting ini dalam pertempuran nyata? Karena dalam pertempuran udara, sangat jarang jet tempur membawa beban muatan senjata penuh.

Sharing

5 pemikiran pada “Melihat Kemampuan Typhoon, Gripen dan Rafale”

  1. Bung Diego

    Ada sedikit koreksi buat admin
    Disitu tertulis
    ” Dari tabel data, terlihat keunggulan “Rafael” pada jumlah hard point persenjataan dan beban tempur maksimal dibandingkan rafale dan…”

    Mungkin salah satunya maksudnya Typhoon ya bung admin?

Tinggalkan komentar