Turki Luncurkan Prototipe Drone Tercanggih – Bayraktar Akinci

Jakartagreater.com – Turki telah membangun prototype drone tercanggih – Bayraktar Akinci. Drone Akinci (bahasa Turki yang berarti ‘Raider’) kedua menyelesaikan uji terbang 62 menit pada bulan Agustus, rilis pabrikannya.

Akinci memiliki lebar sayap 20 meter, dirancang untuk memiliki daya tahan terbang hingga 24 jam, dan jangkauan lebih dari 300 mil, dan terbang setinggi 12 km, lansir Forbes.

Mesin turboprop AI-450 buatan Ukraina menjadi tenaga utama pada drone berat. Menurut pers Turki, drone “memiliki dua mesin 450 tenaga kuda tetapi dapat dilengkapi dengan mesin 750 tenaga kuda atau mesin 240 tenaga kuda buatan lokal.”

Akinci akan membawa berbagai macam persenjataan, termasuk Smart Micro Munitions (MAM-L) yang sama dengan yang dilakukan oleh drone lawas Bayraktar TB2 selain bom lainnya. Drone juga dilaporkan dapat menembakkan rudal Bozdogan (Merlin) dan Gokdogan (Peregrine) buatan Turki – senjata rudal udara-ke-udara jangkauan visual dan di luar jangkauan visual. Akinci bahkan dapat meluncurkan rudal jelajah jarak jauh Roketsan SOM buatan Turki yang dapat mencapai target hingga 150 mil jauhnya.

Semua ini menjadikan Akinci sebagai platform senjata yang sangat mengesankan. Mungkin yang lebih mengesankan adalah radar buatan Turki pada drone ini. “Ankara melihat Akinci sebagai kendaraan udara utamanya untuk tugas intelligence-surveillance-target acquisition (ISTAR) dan command-control-communication ( C3) dalam dekade berikutnya,” tulis pakar militer Turki Metin Gurcan.

“Drone akan dilengkapi dengan sistem yang dikembangkan secara lokal, termasuk radar active electronically scanned array multi-peran, radar SAR / GMTI, sistem pengawasan area luas, peperangan elektronik, suite intelijen dan sinyal elektronik, dan beyond-line-of-sight satellite communications systems, kemampuan besar yang membuat Akinci menjadi aset ISTAR + C3 terbaik yang pernah dimiliki militer Turki, ”tambahnya.

Kombinasi dari radar canggih dan banyak senjata yang bisa dibawa Akinci tentunya menjadikannya sebagai perangkat keras militer yang sangat tangguh.

“Sistem senjata ini bisa sangat efektif dalam mendeteksi dan menghancurkan target darat individu, seperti howitzer atau mortir musuh, atau peralatan khusus seperti stasiun electronic warfare (EW),” catat analisis Jamestown Foundation.

Turki telah membuat kemajuan mengesankan dalam produksi drone dalam beberapa tahun terakhir. Pesawat tak berawak Turki juga telah ikut serta dalam berbagai pertempuran dan membuktikan diri sebagai lawan yang tangguh. Drone Bayraktar TB2 dan TAI Anka-S miliknya menghancurkan pasukan darat rezim Suriah selama bentrokan di provinsi Idlib pada Februari-Maret 2020. Drone Turki juga memberikan dukungan udara yang menentukan kepada sekutu Turki dalam Perang Sipil Libya dan berhasil memandu serangan udara yang membunuh para pemimpin senior PKK. dua tahun terakhir.

Dengan catatan ini, sama sekali tidak mengherankan bahwa Turki berinvestasi pada drone yang lebih besar dan lebih canggih seperti Akinci karena akan sangat cocok untuk jenis konflik yang sedang diperjuangkan Turki dan kemungkinan besar akan terus bertempur di masa mendatang.

Meski mengesankan, Akinci tidak bisa menggantikan Turki yang harus membeli jet tempur generasi kelima.

Seperti yang dicatat Gurcan, dengan membangun Akinci, Ankara “berharap untuk memperluas jangkauan militernya di wilayah tersebut dan mengkompensasi, bahkan jika sebagian, atas hilangnya jet tempur generasi baru F-35.”

Turki ditangguhkan oleh Amerika Serikat dari program F-35 Joint Strike Fighter pada 2019 karena membeli dan menerima pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Selain itu, proyek jet tempur generasi kelima Turki, TAI TF-X, kemungkinan tidak akan beroperasi hingga tahun 2030-an karena berbagai alasan.

Di atas kekurangan serius ini, Turki bahkan mungkin merasa kesulitan untuk membeli pesawat generasi 4,5 untuk sementara waktu – yang berfungsi sebagai pesawat tempur sementara yang secara bertahap dapat menggantikan armada F-16 generasi keempat yang menua dan bahkan F-4 yang lebih tua sampai Ankara akhirnya dapat memperoleh jet tempur generasi kelima.

Sharing

Satu pemikiran pada “Turki Luncurkan Prototipe Drone Tercanggih – Bayraktar Akinci”

  1. Mantap….menyadari kekuatan udara nya lemah Turki mampu menutupi kesenjangan dengan produksi drone tempur hebat botol pulpen dan mampu produksi sendiri rudal2 jarak jauh. Kepemilikan dalam jumlah massive drone penyerang penghancur menjadikan pasukan darat musuh berfikir ulang untuk menyerbu masuk, begitu juga kuantitas banyak rudal yg dimiliki tidak membuat pesawat2 tempur musuh berani sembrono melakukan terbang serang walau dari jarak jauh….konsep ini seharusnya paling cocok untuk Indonesia yg kemampuan pertahanan udara dan lautnya sangat lemah.

Tinggalkan komentar