Panas, F-16 Yunani Cegat Jet Tempur Turki

Jakartagreater – Ini bukan pertama kalinya dalam 4 minggu terakhir Angkatan Udara kedua negara mengerahkan Jet untuk mencegat Jet tempur satu sama lain karena dianggap melanggar perbatasan.

Insiden semakin meningkat di tengah keputusan Ankara baru-baru ini untuk memperbarui survei geologi di perairan lepas pantai Siprus, meskipun ada protes dari Athena, dirilis Sputniknews.com pada Minggu 30-8-2020.

Beberapa F-16 Angkatan Udara Yunani yang dikirim mengawal pembom B-52 NATO yang sedang lewat, dialihkan untuk mencegat dan mengusir 4 jet tempur Turki yang telah memasuki wilayah zona di mana Yunani mengambil alih manajemen lalu lintas udara.

Badan pertahanan nasional Yunani menyebut tindakan Angkatan Udara Turki “provokatif dan anti-sekutu”. Penerbangan pembom B-52 adalah bagian dari misi “Allied Sky”, di mana 6 pembom tersebut melintasi wilayah udara 30 negara NATO untuk menunjukkan solidaritas.

B-52 yang dikawal oleh F-16 Yunani sedang melakukan transisi dari wilayah udara Turki, di mana ia telah dikawal oleh pasukan Ankara, serta melakukan pengisian bahan bakar di udara. Tidak jelas apakah keempat jet tempur Turki itu yang mengawal pembom NATO, atau mengapa mereka mendekati perbatasan udara Yunani.

Ketegangan Yunani-Turki di Mediterania Timur

Sehari sebelum pertemuan itu, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan bahwa F-16-nya telah diterbangkan untuk mencegat 6 Jet tempur F-16 Yunani pada 27 Agustus 2020 setelah mereka mendekati zona NAVITEX Turki, sebuah area yang dekat dengan pantai dan ditutupi oleh NAVITEX, sistem navigasi kapal.

Jet tempur Yunani sedang terbang dari Kreta ke bagian selatan Siprus ketika Angkatan Udara Turki mengerahkan F-16-nya. Ketegangan antara kedua negara meningkat membuat militer kedua negara waspada di tengah perselisihan yang muncul kembali atas sumber daya energi di Mediterania Timur.

Turki baru-baru ini mengumumkan akan memulai kembali survei seismik untuk sumber bahan bakar fosil di perairan lepas Siprus, yang diklaimnya melalui perjanjian yang tidak diakui oleh Athena.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa semua negara Uni Eropa memiliki kewajiban untuk mendukung Yunani dalam konflik ini, menambahkan bahwa dia telah membahas masalah tersebut “secara intens” dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Selain itu, Sekutu Eropanya juga mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan masalah melalui dialog.

Sharing

3 pemikiran pada “Panas, F-16 Yunani Cegat Jet Tempur Turki”

  1. Perang sajalah buat apa timbun senjata canggih dan banyak, tiap tahun diperbaharui tapi tak pernah digunakan, menurut laporan internasional 85 % senjata didunia belum pernah digunakan dan kebanyakan uzur/ expired sendiri, perang skala terbatas justru me refress perekonomian dunia yg ambruk/menurun. Selama perang akan timbul inovasi2 baru dalam banyak hal dalam kehidupan manusia…tapi terbatas saja ya….dan jangan kelamaan…karena hasil pooling harus dihitung oleh admin.

Tinggalkan komentar