Potensi paparan radiasi berlebih dan kecelakaan radiasi tetap ada

Jakarta (27/11/2014). Meskipun di Indonesia saat ini belum memiliki PLTN tetapi potensi paparan berlebih dan kecelakaan radiasi tetap ada karena negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia akan segera memiliki PLTN dalam waktu dekat. Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan dalam penanggulangan medik pada paparan radiasi dan kecelakaan radiasi.

Demikian dikatakan Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir BATAN Dr. Ferhat Aziz saat membuka kegiatan Workshop Penanggulangan Medik Para Paparan Radiasi Berlebih dan Kecelakaan Radiasi, Rabu (26/11/2014).

“Kesiapsiagaan dan kompetensi  dalam penanggulangan medik para paparan radiasi berlebih dan kecelakaan radiasi tetap harus dimiliki dan terus ditingkatkan oleh tenaga medis di Indonesia,” kata Ferhat Aziz.

Sementara, Direktur Medik dan Keperawatan, dr Lia G. Partakusuma Sp.PK (K) yang mewakili Direktur RSUP Fatmawati dalam sambutannya mengatakan  merupakan suatu kehormatan bagi RS Fatmawati yang telah menjadi tempat penyelenggaraan workshop yang ketiga kali sejak dua tahun lalu. Ini sebagai wujud kerjasama antara Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN dengan RSUP Fatmawati dalam hal penanggulangan Paparan Radiasi Berlebih dan Kecelakaan Radiasi.

“Saya berharap dikemudian hari lebih banyak terjadi kerjasama antara PTKMR BATAN dan RS Fatmawati terutama dalam hal penelitian di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Induk RSUP Fatmawati ini merupakan bentuk penerapan kerjasama PTKMR BATAN dengan Kemenkes RI dan RSUP Fatmawati dalam hal penanggulangan bencana nuklir/radiasi. Beberapa narasumber dari BATAN, Kemenkes RI, BAPETEN dan praktisi kedokteran nuklir serta radioterapi memaparkan berbagai ulasan dari kompetensi masing-masing.

Hal yang khusus dalam workshop ini, dilakukannya simulasi bersama PTKMR dan RSUP Fatmawati sebagai RS rujukan nasional penanggulangan bencana nuklir/radiasi.

Workshop ini berlangsung selama dua hari (26-27 November 2014) dan diikuti oleh 64 peserta terdiri dari tenaga medis dan paramedis dari Bagian Radiologi Diagnostik, Radiologi Intervensi, Raditerapi dan Bagian Kedokteran Nuklir berbagai rumah sakit tipe A yang berada di wilayah jabodetabek. (tatin/arial)

Sumber : BATAN

Leave a Comment