India Pesan 6 Resimen Rudal Pinaka

Jakartagreater – Menurut Kementerian Pertahanan India, sebuah kesepakatan dengan industri pertahanan lokal untuk memulai produksi massal peluncur roket multi-laras Pinaka untuk enam resimen artileri rudal pasukan darat India senilai sekitar USD 353 juta telah disetujui, lansir Defense24.

Kontrak tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dan Menteri Keuangan India Nirmara Sitharaman. Penerima manfaat utamanya adalah menjadi industri pertahanan dalam negeri, yaitu Bharat Earth Movers Ltd. (BEML), Tata Power Company Ltd. (TPCL) dan Larsen & Toubro (L&T).

Sebagai bagian dari pesanan ini, total 144 peluncur rudal dengan sistem pembidik dan pemosisian otomatis (AGAPS), 45 pos komando dan 330 berbagai jenis kendaraan pengangkut untuk masing-masing komponen sistem akan diperoleh.

Nantinya resimen baru peluncur Pinaka akan ditempatkan di perbatasan utara dan timur India untuk memperkuat daya tembak sub-unit tentara India yang ditempatkan di sana, selain itu meningkatkan kesiapan operasional militer India yang ditempatkan di perbatasan.

Produksi massal dan pengiriman peluncur roket ini akan selesai pada tahun 2024. Sejauh ini, sistem peluncur rudal lain untuk tujuh resimen artileri rudal telah dipesan untuk pasukan darat India, menambah jumlahnya menjadi 13 dengan pesanan saat ini.

Pinaka adalah sistem artileri rudal India yang dikembangkan oleh Organisasi Penelitian & Pengembangan Pertahanan India (DRDO) dan diproduksi oleh beberapa perusahaan di industri pertahanan India. Pinaka dibuat sebagai penerus utama dari peluncur rudal multi-barel BM-21 Grad yang dioperasikan oleh Angkatan Darat India, dan dimaksudkan untuk menggantikan sepenuhnya. Sebuah peluncur tunggal memiliki 12 rudal kaliber 214mm yang dapat menembak dalam waktu 44 detik. Masing-masing rudal seberat 250 kg memiliki hulu ledak lebih dari 100 kg dan dapat menyerang area seluas 3,9 kilometer persegi pada jarak hingga 40 km. Peluncur dipasang pada sasis truk militer BELM-Tatra T815.

Sharing

Tinggalkan komentar