Akankah Aljazair Eksportir Pertama Su-57 ?

Jakartagreater.com – Aljazair telah lama diperbincangkan berpotensi menjadi pelanggan pertama untuk jet tempur generasi terbaru Su-57 Rusia – sebuah platform yang dilaporkan memasuki produksi massal pada Juli 2019 tetapi belum bergabung dengan Angkatan Udara Rusia, lansir Military Watch Magazine.

Meski laporan tentang pesanan Aljazair untuk Su-57 belum diverifikasi, namun poster-poster terbaru dari Kementerian Pertahanan Aljazair memperlihatkan pesawat tempur Su-57 beroperasi bersama dengan pesawat tempur Su-30 Aljazair, fregat dan tank T-90.

Aljazair telah lama menjadi klien utama untuk senjata canggih buatan Rusia selama beberapa dekade, banyak di antarannya memperkuat militer Aljazair sebelum persenjataan itu secara resmi memasuki layanan di Rusia sendiri.

Angkatan udara Aljazair dianggap yang paling modern dan kuat di benua Afrika, dimana Aljazair menduduki peringkat ke-13 di dunia di antara kekuatan militer pada tahun 2020. Tulang punggung Angkatan Udara Aljazair saat ini terdiri dari pesawat tempur kelas berat Su-30MKA, jet tempur medium MiG-29C dan pesawat tempur Su-24M – juga jet pencegat MiG-25 Foxbat yang sangat dimodernisasi juga dikerahkan untuk pertahanan udara.

Karena usia MiG-25 Foxbat yang menua, Aljazair dilaporkan mencari Su-57 untuk menggantikan Foxbat. Saat ini 15 jet buru sergap MiG-25 saat ini dalam pelayanan, dan Aljazair adalah negara pertama di dunia yang menerimanya dari Uni Soviet dengan unit pertama dikirim pada akhir 1970-an dan selama bertahun-tahun menyediakan jet tempur paling mumpuni di Afrika atau dunia Arab.

Meskipun pada awalnya dilaporkan Aljazair berusaha untuk mengganti MiG-25 dengan Su-35, sebuah pesawat tempur ‘generasi 4 ++’ yang telah diekspor ke China dan Mesir, ketersediaan Su-57 untuk ekspor diperkirakan akan mengganti keinginan Aljazair untuk membeli Su-35. Popularitas Su-35 di pasar ekspor dengan pesawat tempur Su-57 memiliki lebih banyak potensi untuk menggabungkan peningkatan dan kemampuan unggul di seluruh spektrum.

Militer Aljazair sangat memprioritaskan kemampuan perang udaranya sejak akhir 1970-an, tetapi lebih banyak lagi sejak awal 2010-an ketika intervensi militer NATO yang tak terduga terhadap tetangganya Libya.

Diharapkan Su-57 pada akhirnya akan menjadi tulang punggung armada udara Aljazair, dan sementara varian produksi awal Su-57 kemungkinan besar akan menggantikan MiG-25, varian Su-57 yang lebih canggih di masa depan dapat menggantikan pesawat tempur kelas berat Su-30MKA Aljazair. Pengembangan teknologi baru untuk Su-57, termasuk teknologi generasi keenam seperti kecerdasan buatan dan senjata hipersonik, saat ini juga sedang berlangsung.

Sharing

6 pemikiran pada “Akankah Aljazair Eksportir Pertama Su-57 ?”

  1. Pengembangan teknologi baru untuk Su-57, termasuk teknologi generasi keenam seperti kecerdasan buatan dan senjata hipersonik, saat ini juga sedang berlangsung………………..
    ……..
    Siiiplah besok kalau testimoni Aljazair ni pesawat bagus, baikan jangan ragu lagi beli 2 skwadron langsung buat jaga dirgantara NKRI, beli pakai imbal duit dilandasi tekad bulat buat jaga rumah, bodo amat dengan larangan negara jauh yg daratannya saja tak nampak dari negara kita

  2. Pembeli potensial selain Aljazair pastinya adalah Iran. Akan tetapi Israel tidak akan tinggal diam dan pasti berupaya menghalangi penjualan itu. Dan akhirnya Iran hanya akan diberi pilihan SU-35 atsu SU-30SM3 dng catatan itupun jika Israel berkenan.
    Jika kedua type itu jg membuat keberatan israel berarti Iran hanya bisa beli pespur siluman China FC-31.

  3. kok eksportir pertama … importir pertama kali ya … apa seperti hanya kita saja yang terlalu takut dengan ancaman sanksi dari Amerika Serikat … negara-negara lain pada mau beli produk dari Rusia … apakah kita harus menunggu lebih lama lagi agar rencana-rencana pembelian yg tertunda dapat direalisasikan …

    • Oh sabar bang, bukankah kita terkenal sebagai bangsa yang besar (menurut kita sendiri) ….besar dengan banyak kata2 : akan, segera, seharusnya, tertarik, minat, akan, harus, sebaiknya, dan kembali lagi, akan….dst nya….itulah kebesaran kita………….
      Covid 19 bukanlah penyebab, deal negosiasi sudah sejak thn. 2017 jauh sebelum pandemi merebak, ….tak perlu berkecil hati, kalaupun tak kesampaian beli pesawat multi purpose full armory dari Rusia toh kita bisa pakai pesawat dari barat banyak murah lagi (katanya) dan yang paling penting yang namanya pesawat adalah bisa terbang….sudah sangat bagus buat kita, dan harus bangga….penting bisa terbang walau tak ada radar pun pilot bisa pakai mata saja untuk mencari lapangan terbang buat mendarat….wajib kita syukuri…

Tinggalkan komentar