Inggris: Rudal Skyfall Rusia Bisa Kelilingi Bumi Bertahun-tahun

Jakartagreater – Rudal  baru 9M730 Burevestnik  Rusia (NATO: Skyfall) akan dapat terbang mengelilingi bumi selama bertahun-tahun dan meluncurkan serangan nuklir kapan saja, ujar kepala intelijen pertahanan Inggris.

Kepala Intelijen Pertahanan Inggris, Letjen Jim Hockenhull, mengatakan pada konferensi pers: ‘Moskow sedang menguji sistem Rudal jelajah bertenaga nuklir subsonik yang memiliki jangkauan global dan akan memungkinkan serangan dari arah yang tidak terduga’, dirilis Dailymail.co.uk, 14-09-2020.

Dipahami bahwa Rudal tersebut akan dapat terbang mengelilingi bumi selama bertahun-tahun, siap untuk meluncurkan serangan nuklir kapan saja. Tahun lalu dilaporkan bahwa senjata itu bisa siap diluncurkan pada 2025.

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menyebutnya sebagai ‘jenis persenjataan baru yang radikal’ dengan ‘jangkauan tak terbatas dan kemampuan manuver tak terbatas’.

Rudal Skyfall Rusia (@ Russian MoD)

Letnan Jenderal Hockenhull mengatakan Barat harus mengimbangi musuh yang tidak sesuai aturan dengan negara-negara seperti Rusia dan China terus-menerus menantang tatanan yang ada tanpa memicu konflik langsung.

Dia mengatakan bahwa ‘ancaman konvensional tetap ada’ tetapi ‘negara yang bermusuhan bersedia mengambil risiko yang luar biasa’. Letjen Jim Hockenhull mengatakan Rusia ‘mendorong batas-batas sains dan perjanjian internasional’ dan Rudal bertenaga nuklir itu bisa memiliki ‘waktu yang hampir tidak terbatas’.

Dia dikutip oleh The Sunday Telegraph saat berbicara di pusat intelijen Five Eyes di RAF Wyton, di Cambridgeshire. Five Eyes adalah aliansi intelijen yang terdiri dari para ahli dari Inggris, AS, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Pada briefing media, Kepala Intelijen Pertahanan Inggris memperingatkan Rusia telah berinvestasi dalam kapal selam dan kemampuan bawah air, termasuk kendaraan air tak berawak, ‘yang mampu mengirimkan muatan nuklir ke sasaran pesisir, atau bahkan kelompok pengangkut di laut,’ yang juga dapat menargetkan jaringan internet.

Dia memberi tahu pengarahan bagaimana tentara Rusia lebih kecil daripada selama Perang Dingin, tetapi telah mengubah pendekatannya terhadap perang sejak saat itu. “Mereka telah melihat dengan tajam ke Barat untuk melihat di mana tempat terbaik untuk menempatkan investasi mereka untuk memberi kami tantangan yang paling banyak”, ujar Letjen Jim Hockenhull.

Letjen Jim Hockenhull, telah memperingatkan Rudal jelajah Burevestnik (NATO) bertenaga nuklir Rusia dapat tetap berada di atmosfer selama beberapa tahun jika perlu dan dapat menimbulkan ancaman, kapan saja.

“Moskow sedang menguji sistem Rudal jelajah bertenaga nuklir sub-sonik yang memiliki jangkauan global dan akan memungkinkan serangan dari arah yang tidak terduga,” kata Hockenhull dalam jumpa pers di pusat intelijen Five Eyes, seperti dikutip oleh surat kabar Sunday Telegraph Inggris.

Kepala intelijen, yang mengatakan bahwa Rudal Burevestnik memiliki “waktu meluncur yang hampir tidak terbatas,” juga mencatat investasi Moskow dalam kemampuan kapal selam dan pelayarannya, menambahkan bahwa ini akan memberi angkatan bersenjata Rusia kemampuan untuk menyerang infrastruktur militer dan sipil.

“Kemampuan ini bersama-sama memungkinkan Rusia untuk menahan Inggris dan infrastruktur sipil dan militer sekutunya dalam risiko serangan langsung baik dengan bahan peledak konvensional dan senjata nuklir, membatasi opsi atau meningkatkan taruhan selama masa krisis,” kata Hockenhull.

Rudal jelajah Burevestnik adalah 1 dari 6 senjata strategis baru yang diluncurkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret 2018. Aliansi intelijen Five Eyes terdiri dari lembaga-lembaga dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan AS.

Sharing

7 pemikiran pada “Inggris: Rudal Skyfall Rusia Bisa Kelilingi Bumi Bertahun-tahun”

    • Itu ide perang bintang jaman presiden AS Ronald Reagen. Yg menghancurkan rudal balistik. Rudalnya sendiri bertengger di stasiun rudal angkasa. Krn biayanya sangat mahal dan perlu menempatkan benerapa titik lokasi di ruang angkasa. Maintenancenya yg repot.

  1. Mengapa aliansi negara barat lbh banyak mengeluh pd kreatifitas lawannya? Rusia, china, Iran dan bahkan kini Turki sering dijadikan bahan keluhan oleh aliansi barat, padahal dari jaman baheula negara-negara barat lbh sering berkreatifitas menjajah, menguasai dan mengekploitasi negara dunia ketiga, paling kreatif dlm mencipta perang besar dunia.

    • yang banyak ngeluh itu USA sebenarnya, krna prinsip USA apapun sistem senjata yang dipakai dan dibuat NATO harus mengandung teknologi USA, kecuali untuk Turki yang dianggap berhianat krna mengoperasikan S-400 buatan russia, tapi sekarang udah mulai berubah sedikit sedikit krna Jerman dan Perancis mulai merasa aturan USA itu justru membatasi kreatifitas Industri militer negara2 eropa barat. Intinya makin bayak negara yang dapat memproduksi peralatan militernya 100% terlepas dari teknologi USA/NATO maka akan semakin menyulitkan untuk mengklarifikasi kelebihan maupun kelemahan sistem senjata asing tersebut, plus mengurangi keuntungan dagang yang bisa didapat produsen2 senjata yang sudah mapan di EROPA barat ataupun USA

Tinggalkan komentar