Turki Kembangkan Amunisi Mini High Penetrate untuk Drone

Jakartagreater.com – Produsen senjata Aselsan dan Tulbitak (Dewan Turki untuk Riset dan Teknologi) mengembangkan jenis bom berpemandu ringan baru. Selama pengujian dengan menggunakan pesawat tempur F-16, amunisi berhasil mencapai target sejauh 65 km, dan menembus lempengan beton setebal 1 meter. Bom jenis baru ini nantinya akan digunakan sebagai persenjataan untuk drone serang dan akan tersedia dalam varian hulu ledak penetrasi dan high-explosive, lansir Defense24.

Menurut Ismail Demir, Pemimpin Industri Pertahanan (SSB), sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengembangkan jenis senjata baru – Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan bom mini 145 kilogram di UAV, yang akan terdiri dari dua hulu ledak berbeda dengan efek penetrasi dan fragmentasi. – Saat ini, persenjataan tersebut diujicobakan pada pesawat F-16 yang membawa 4 bom pada tiang khusus. Total, jet tempur dapat membawa 8 bom baru.

Dalam video yang diposting di Twitter oleh Ismail Demir, berat bom baru ini 145 kg dan dapat mencapai jangkauan hingga 100 km, menggunakan sistem panduan GPS / INS, menunjukkan amunisi ini dirancang untuk menghancurkan target statis. Bom yang diuji saat ini dilengkapi dengan hulu ledak penetrasi tertunda, yang mampu menembus setidaknya beton setebal 1 meter. Di masa mendatang, versi dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi juga akan tersedia.

Dalam hal aerodinamis dan konstruksi, bom ringan buatan Turki yang baru tampaknya merupakan salinan dari StormBreaker GBU-53 / B buatan Amerika Serikat (sebelumnya SDB) yang beratnya kurang dari 100 kg. Bom buatan Aselsan lebih berat hingga 145 kg dan memiliki sayap yang dapat dilipat, sistem kontrol dengan empat sirip di bagian ekor dan hulu ledak seberat lebih dari 50 kg dengan tutup tembus pandang.

Turki menekankan kemampuan bom untuk dapat menembus lapisan beton, tetapi dalam uji tembak itu dilakukan di laut. Proyektil dengan kemampuan seperti peledakan tertunda setelah menembus lapisan luar akan dapat menghancurkan tempat terlindung di dalam kapal, meskipun saat ini dengan sistem panduan yang ada belum memungkinkan untuk menghancurkan target yang bergerak. Sistem yang menggunakan panduan navigasi inersia dan GPS hanya cocok untuk mencapai target yang tidak bergerak.

Pesawat utama yang akan menggunakan jenis senjata baru ini adalah UAV tempur Turki, seperti Anka atau Akinci. Dengan senjata baru ini, drone akan dapat menghancurkan posisi benteng musuh, misalnya di perkotaan. Kemungkinan persenjataan ini dibuat berdasarkan pengalaman tempur penggunaan drone pada konflik di Suriah dan Libya. Karena desainnya yang kompak, mirip dengan bom StormBraker, ada kemungkinan senjata ini awalnya dirancang untuk jet siluman F-35 Turki.

Sharing

2 pemikiran pada “Turki Kembangkan Amunisi Mini High Penetrate untuk Drone”

Tinggalkan komentar