Jokowi Akan Saksikan Penenggelaman 5 Kapal Thailand Via Teleconference

3 Kapal Nelayan Vietnam Pencuri Ikan Diledakkan , Herianto/detikcom
3 Kapal Nelayan Vietnam Pencuri Ikan Diledakkan , Herianto/detikcom

 

Jakarta – Nasib kelima kapal nelayan asing asal Thailand yang ditangkap karena mencuri ikan di Laut Indonesia bakal ditenggelamkan dalam waktu dekat di Perairan Pontianak, Kalimantan Barat. Penenggelaman kapal rencananya akan dilakukan pada tanggal 14 Desember 2014 atau bertepatan dengan hari Nusantara oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hanya memantau proses penenggelaman kapal melalui video teleconference.

Nanti resmi tanggal 14, presiden akan menyaksikan penenggelaman kapal. Kapal itu ada di Pontianak tapi beliau berada di Tarakan (Kalimantan Timur) menyaksikan melalui teleconference,” ungkap Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gellwyn Yusuf saat temu media di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurut Gellwyn seluruh barang bukti kelima kapal asal Thailand mencuri ikan di laut Indonesia sudah cukup. Kelima kapal tersebut melanggar zona tangkap ikan (fishing ground), penggunaan 100% anak buah kapal asing dan izin tangkap bodong.

“Ada juga yang ditangkap tapi dia tidak artinya bodong izinnya. Itu ada cuma mereka melanggar. Misal yang harus perairannya di sini mereka tangkap di sana izin wilayah,” imbuhnya.

Hal ini menjadi pelajaran kepada kapal asing yang berniat menangkap ikan di laut Indonesia secara ilegal. Ke depan begitu kapal ditengarai dan terbukti melakukan illegal fishing di tengah laut maka KKP segera akan melakukan penenggelaman.

“Ini sebagai suatu peringatan kalau nanti ada lagi dari kapal-kapal yang mirip-mirip ddmikian itu sudah menjadi suatu SOP. Jadi harus ditenggelamkan,” tegasnya. (detiknews)

——————————————————————————————————————————————————————–

Panglima Armabar: 3 Kapal Vietnam yang Diledakkan Berdokumen Bodong

Anambas – Tiga kapal milik Vietnam diledakkan karena menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Kapal-kapal itu juga bodong alias tidak memiliki dokumen resmi penangkapan ikan.

“Kapal-kapal itu telah melalui proses hukum di pengadilan sebelum dimusnahkan. Kapal-kapal itu terbukti bodong,” kata Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda (Laksda) TNI Widodo.

Pernyataan itu disampaikan Widodo sesaat setelah turun dari KRI Sultan Hasanuddin di Pelabuhan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) siang. Ia bicara didampingi Kalakhar Bakorkamla Laksamana Madya TNI D.A Mamahit, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya.

Widodo, Mamahit dan Fuad memang menyaksikan sendiri peledakan 3 kapal Vietnam itu. Mereka memantau dari atas KRI Sultan Hasanuddin. Peledakan itu kata Widodo wujud komitmen jajarannya mengamankan perairan Indonesia.

“Ini menunjukkan kita semua komitmen bersama-sama mendukung pemerintah dalam rangka menegakkan dan hukum di laut,” imbuh Widodo.

Ketiga kapal yang diledakkan itu adalah KG 90433. ATS 005, KG 94366 TS. ATS 006, dan KG 94266 TS. ATS 012. Semuanya berbendera Vietnam. Sebelum diledakkan, nahkoda dan ABK kapal-kapal tersebut telah lebih dulu dievakuasi.

Peledakan ketiga kapal Vietnam itu dilakukan di perairan wilayah Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) pagi. Pengeksekusinya adalah satuan Kopaska Koarmabar. (detiknews)

Tinggalkan komentar