Kapal Perang Pesisir Indonesia akan Dilengkapi SMASH CIWS

Kapal perang pesisir Angkatan Laut Indonesia kemungkinan akan dilengkapi dengan senjata kendali jarak jauh otomatis SMASH 30mm buatan ASELSAN.

Hal ini diumumkan oleh ASELSAN, yang menyatakan telah menandatangani perjanjian ekspor baru dengan Indonesia terkait ekspor Remote Controlled Stabilized Gun System, lansir Savunmasabayist.

Dalam pernyataan yang dibuat oleh ASELSAN, “Kapal pesisir Indonesia akan dilindungi oleh ASELSAN Remote Controlled Stabilized Gun Systems. ASELSAN menandatangani kontrak penjualan baru untuk penggunaan anjungan lepas pantai di Indonesia.” Dalam pernyataan yang dibuat oleh ASELSAN, foto Remote Controlled Stabilized Gun System juga disertakan.

Sistem SMASH dikembangkan oleh ASELSAN, yang merupakan sistem senjata stabil yang dapat dilengkapi kamera termal, Kamera TV dan Laser Range Finder, dan dapat dikontrol dari jarak jauh melalui unit kontrol senjata, memiliki fitur pelacakan target otomatis dan struktur yang modular.

Sistem SMASH memungkinkan senjata untuk mendeteksi target yang tidak terlihat dengan mata telanjang di malam hari dan dalam kondisi penglihatan minim, pengenalan otomatis terhadap target, pelacakan dan penembakan pada target tersebut.

Turret distabilkan sehingga penglihatan optik dan garis pandang senjata tetap pada target tanpa terpengaruh oleh gerakan kapal tempat sistem dipasang. Selain itu, Sistem SMASH memiliki Precision Stabilized Router (HSY) yang dipasang di turretnya, yang mampu bergerak secara independen dari turret di sumbu lateral dan elevasi. Berkat HSY, memungkinkan senjata untuk melakukan serangan efektif dengan tetap menjaga unit elektro-optik pada target bahkan saat dilakukan koreksi balistik selama senjata menembak pada jarak jauh.

Sharing

3 pemikiran pada “Kapal Perang Pesisir Indonesia akan Dilengkapi SMASH CIWS”

  1. Lumayanlah ada peningkatan kualitas senjata di kapal2 patroli pesisir, kasihan para prajurit laut tercinta kita jika harus selalu pakai acara peluk senapan mesin dan “picingkan sebelah mata” buat bidik sasaran berbahaya karena sudah jamak posisi senjata selalu jadi target utama lawan

Tinggalkan komentar