Amerika Serikat Tarik Sebagian Besar Pasukan dari Somalia

JakartaGreater – Pentagon mengatakan pada Jumat, 4-12-2020, pihaknya menarik mundur sebagian besar tentara Amerika di Somalia berdasarkan perintah Presiden Donald Trump, menindaklanjuti dorongan pasca Pemilu yang dilakukan Trump untuk memperkecil keterlibatan Amerika dalam misi kontra-terorisme di luar negeri.

Tanpa memberi rincian apapun, Pentagon – dalam pernyataan singkat – mengatakan “mayoritas” pasukan dan aset Amerika di Somalia akan ditarik pada awal tahun 2021.

Saat ini ada 700 personil tentara Amerika di negara Tanduk Afrika itu, yang bertugas memberi pelatihan dan nasehat pada pasukan lokal dalam perjuangan mereka melawan kelompok ekstremis Al Shabab, yang merupakan afiliasi Al Qaida, dirilis VOA Indonesia, 5-12-2020.

Trump baru-baru ini memerintahkan penarikan mundur pasukan dari Afghanistan dan Irak, dan ia diperkirakan akan menarik sebagian atau semua pasukan dari Somalia.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jendral Mark Milley, pada Rabu lalu 2-12-2020 mengatakan struktur masa depan militer Amerika di Somalia masih dalam pembahasan. Kehadiran pasukan Amerika yang telah disesuaikan jumlah dan tu gasnya akan “relatif kecil, relatif menelan anggaran yang kecil, jadi dalam arti jumlah personil dan anggaran yang kecil.

”Ia tidak memberi rincian tambahan tetapi menegaskan bahwa Amerika masih prihatin dengan ancaman yang ditimbulkan Al Shabab, yang disebutnya sebagai “perpanjangan tangan Al Qaida,” kelompok ekstremis yang merencanakan serangan teroris 11 September 2001.

“Mereka memang memiliki jangkauan dan jika dibiarkan mereka dapat melakukan operasi tidak hanya terhadap kepentingan Amerika di kawasan, tetapi juga di Amerika,” ujarnya. “Jadi mereka harus diperhatikan dengan seksama,” tambahnya. Ia juga mengatakan Somalia masih menjadi tempat yang berbahaya bagi warga Amerika, merujuk pada seorang perwira CIA yang tewas di sana baru-baru ini.

Anggota DPR faksi Demokrat dari negara bagian Rhode Island, Jim Langevin, mengkritik keputusan Trump menarik mundur pasukan Amerika dari Somalia sebagai sikap yang “menyerah pada Al Qaida dan merupakan hadiah bagi China.”

Langevin adalah Ketua Sub-Komite Intelijen, Ancaman & Kapabilitas di Komite Angkatan Bersenjata DPR. Ia mengatakan China akan menggunakan kesempatan untuk membangun pengaruhnya di Tanduk Afrika.

Pentagon mengatakan penarikan mundur pasukan Amerika dari Somalia tidak menandai berakhirnya upaya kontra-terorisme di negara itu. “Dampak keputusan ini, sebagian pasukan mungkin dipindahkan ke luar Afrika Timur.

Namun sisa pasukan akan dipindahkan dari Somalia ke negara-negara tetangga agar membuat terselenggaranya operasi lintas perbatasan, baik oleh pasukan Amerika dan mitra-mitra kita, guna mempertahankan tekanan terhadap organisasi ekstrimis yang beroperasi di Somalia.”

Juru bicara Komando Afrika Kolonel Chris Karns mengatakan sebagian pasukan AS akan tetap berada di negara Afrika timur. “Pasukan dalam jumlah terbatas akan tetap berada di Somalia,” kata Karns, setelah pengumuman pada Jumat 4-12-2020 malam bahwa Presiden Donald Trump telah memerintahkan pasukan AS untuk meninggalkan Somalia.

Leave a Comment