Serangan Bom Tewaskan Ilmuwan Nuklir Iran

JakartaGreater – Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir senior Iran, meninggal karena luka yang dideritanya akibat serangan senjata dan bom di kendaraannya pada Jumat sore 27-11-2020 di sebuah kota kecil di Timur Teheran.

Pembunuhan itu menyebabkan lonjakan ketegangan regional, dan pejabat Iran segera menyalahkan Israel atas serangan itu. Atas tuduhan itu Tel Aviv tetap diam, dirilis Sputniknews.com.

Pasukan Quds Pengawal Revolusi akan bersekutu dengan “kekuatan koalisi” lainnya untuk membalas dendam terhadap “teroris dan majikannya”, atas pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh, ujar Komandan Iran, Brigjen Esmail Ghaani.

“Musuh tidak berani berperang melawan Iran seperti biasanya. Akhir Israel semakin dekat. Pembunuhan ini adalah salah satu upaya putus asa dari para pencuri internasional yang arogan”, kata Ghaani, yang komentarnya dikutip oleh media lokal.

Fakhrizadeh merupakan pakar kebanggan Iran untuk mematahkan monopoli global atas sains dan teknologi.

Jenderal Ghaani sebagai kepala Pasukan Quds, pasukan tempur elit ekstrateritorial Iran, tidak merinci bagaimana Pengawal Revolusi akan melakukan “balas dendam” atas pembunuhan Fakhrizadeh.

Pada 8 Januari 2020, lima hari setelah pembunuhan Soleimani pada tanggal 3 Januari 2020, Pengawal Revolusi melontarkan lebih dari 12 Rudal Balistik ke pangkalan AS di Irak, menyebabkan lebih dari sejumlah personel militer AS cedera otak traumatis.

Pasukan Quds juga dikenal memberikan pelatihan dan bantuan senjata kepada milisi Irak yang bersekutu dengan Baghdad, yang dituduh melakukan serentetan serangan roket terhadap fasilitas militer Amerika di Irak dalam upaya memaksa AS menarik diri ke luar negeri.

Para pengunjuk rasa membakar bendera AS dan Israel selama demonstrasi menentang pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir top Iran, pada 28 November 2020 di Teheran, Iran.

Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington memperkirakan bahwa Iran memiliki “persenjataan Rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah,” dengan inventarisnya termasuk “ribuan Rudal Balistik dan jelajah, beberapa mampu menyerang hingga Israel dan Selatan Eropa”.

Media Israel telah berspekulasi bahwa Iran dapat bereaksi terhadap pembunuhan Fakhrizadeh dengan berbagai cara, mulai dari serangan terhadap kedutaan besar Israel hingga serangan Rudal, hingga peningkatan dugaan program nuklirnya, termasuk upaya untuk menargetkan Israel melalui ‘proksi’ Iran di Gaza, Suriah dan Lebanon.

Pejabat senior Iran termasuk Presiden Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menuduh Israel melakukan serangan pembunuhan pada hari Jumat 27-11-2020, tetapi merka belum memberikan bukti.

Para pejabat Israel tidak memberikan komentar resmi tentang pembunuhan itu, meskipun media Israel telah menyatakan bahwa itu adalah bagian dari “rencana strategis” Israel yang telah berjalan lama untuk menyabotase program senjata nuklir rahasia Iran yang dituduhkan.

Iran telah lama membantah bahwa mereka memiliki niat untuk mengejar bom nuklir, dan telah berulang kali mengkritik Israel karena melanggar Perjanjian Non-Proliferasi dan menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah dengan persenjataan nuklir yang sebenarnya.

Sharing

4 pemikiran pada “Serangan Bom Tewaskan Ilmuwan Nuklir Iran”

  1. kasihan juga Iran ya, setelah beberapa bulan lewat jenderal nya mati di rudal drone, kini ilmuwan nuklirnya mengalami nasib nahas karena bom…mungkin kali ini bakalan kapal tongkang yang dipersenjatai ragam macam persenjataan, setelah kemarin kapal tangker dipasangi aneka macam senjata, …belajar dari kejadian ini mungkin kontra intelijen nya harus kuat pula ya untuk antisipasi supaya tidak kecolongan terus, menunjukkan bahwa rentan sekali ni negara walau mampu buat macam2 senjata canggih…

  2. Tidak..
    Bukan rahasia lagi kalau Iran Dan Israel itu walaupun bermusuhan Tapi tetap kerjasama ..militer ..investasi Dan intelijen ..
    Tergantung masalah Dan kepentingan nya ..
    Kalau dirasakan berbahaya Ya dibunuh saja …Israel bisa selalu disalahkan ..
    Tidak Ada masalah..

Tinggalkan komentar