China Kutuk Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Beijing, JakartaGreater  –  China mengutuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh dan berharap penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut, ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, pada hari Senin 30-11-2020, dirilis Sputniknews.com.

“China dikejutkan oleh kematian ilmuwan Iran, dan mengutuk tindakan kekerasan ini, serta berharap penyelidikan menyeluruh atas kasus ini,” kata Hua kepada wartawan.

Menurut juru bicara itu, China menentang tindakan apa pun yang memperburuk ketegangan regional dan merusak perdamaian dan stabilitas regional.

Pada hari Jumat 27-11-2020, Kepala Pusat Inovasi Kementerian Pertahanan Iran, Mohsen Fakhrizadeh, tewas dalam serangan di dekat kota Absard di Iran Utara. Menurut laporan media, ilmuwan itu terbunuh oleh senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh setelah dia keluar dari mobil lapis bajanya.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dan beberapa pejabat tinggi Iran lainnya menuduh Israel berada di balik pembunuhan itu, dan mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk tindakan tersebut.

Pada hari Sabtu 28-11-2020, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa kejahatan itu tidak akan terjawab, mendorong Israel untuk memperkuat ketentuan keamanan dalam misi diplomatik luar negerinya.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa mereka tidak akan mengomentari pernyataan Iran terkait dugaan keterlibatan Israel dalam pembunuhan Fakhrizadeh.

Sharing

Satu pemikiran pada “China Kutuk Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran”

Tinggalkan komentar