AS Kirim Bomber ke Timur Tengah untuk Peringatkan Iran

JakartaGreater – Seorang pejabat militer senior Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Kamis, 10-12-2020, AS mengirim 2 pesawat pengebom B-52H dari Amerika ke Timur Tengah sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah potensi serangan Iran di tengah peningkatan risiko di kawasan itu.

“Penerbangan itu bukan untuk tindakan serangan apapun, tetapi untuk mencegah tindakan Iran,” kata pejabat senior militer AS kepada VOA. Ia menambahkan militer menyaksikan “indikator memprihatinkan di Irak” baru-baru ini di mana Iran atau pasukan proksi yang didukung Iran mungkin merencanakan serangan.

Pejabat militer senior AS mengatakan, indikator-indikator itu, ditambah pengurangan jumlah pasukan AS yang sedang berlangsung di Irak dan acara peringatan mendatang untuk serangan AS yang menewaskan komandan pasukan elit Quds, Iran, Qassem Soleimani, bisa membuat tingkat salah kalkulasi Iran “di atas rata-rata”, dirilis VOA Indonesia, 11-12-2020.

Ke-2 pengebom B-52H meninggalkan Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana dan tidak menjatuhkan bom selama misi yang mendadak tersebut.

dok. Bomber B-52H Stratofortress (U.S. Air Force – Senior Airman J.T. Armstrong)

Sebaliknya, misi ke wilayah tersebut dirancang untuk mencegah agresi dan meyakinkan sekutu, demikian menurut pernyataan dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah.

“Kemampuan untuk menerbangkan pengebom strategis ke belahan dunia dalam misi non stop dan dengan cepat mengintegrasikannya dengan beberapa mitra regional menunjukkan hubungan kerja yang erat dan komitmen bersama kita, mengenai keamanan dan stabilitas regional,” kata Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Kenneth “Frank” McKenzie dalam sebuah pernyataan.