FGD Sinkronisasi Perencanaan Life Cycle Cost Alutsista TNI

JakartaGreater   – Staf Perencanaan Umum TNI (Srenum TNI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian dan Pengembangan TNI (Litbang TNI) Tahun 2020 secara virtual, pada Senin, 14-12-2020, di Mabes TNI, Jakarta, dirilis Puspen TNI.

FGD Litbang TNI Tahun 2020 ini mengangkat tema “Sinkronisasi Perencanaan Life Cycle Cost Alutsista TNI dengan Program Pembangunan dan Pembinaan Kekuatan TNI dalam Mendukung Tugas Pokok TNI”.

FGD ini diikuti oleh 40 peserta dari Kemhan RI, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Srenum TNI TA 2020.

Berdasarkan peraturan Menhan Nomor 35 tahun 2015 tentang penyelenggaraan perencanaan kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata TNI di lingkungan Kemenhan dan TNI menyatakan bahwa, Life Cycle Cost (LCC) adalah perkiraan kebutuhan biaya mulai dari pengadaan, pengoperasian, pemeliharaan sampai dengan penghapusan.

Penyusunan LCC ini dengan mempertimbangkan Operational Requirement (Opsreq) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Asrenum Panglima TNI mengatakan Alutsista yang dimiliki TNI memiliki usia pakai yang sudah direncanakan pada awal pengadaannya, namun karena belum adanya Alutsista pengganti maka Alutsista tersebut masih tetap digunakan melalui Strategi Rematerialisasi dan Revitalisasi Alutsista Repowering, Retrofit, Mid Life Modernization (MLM) dan Perpanjangan Usia Pakai (PUP).

Selanjutnya Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan mengatakan :

  1. Usia pakai Alutsista yang telah direncanakan baik untuk pengadaan baru ataupun kegiatan perpanjangan usia pakai tersebut lengkap dengan kebutuhan biaya yang diperlukan.
  2. Pendekatan LCC disusun secara terstruktur untuk menentukan ongkos/biaya Alutsista dihubungkan dengan fungsi dan keandalannya.
  3. Hasil analisis LCC dapat dipergunakan dalam mengambil keputusan (pemilihan alternatif) Alutsista yang digunakan TNI.
  4. Penggunaan analisis LCC biasanya dilakukan dalam pengadaan, modifikasi atau penggantian Alutsista.
  5. LCC merupakan tools yang dapat digunakan dalam melaksanakan perencanaan, penggunaan dan pemeliharaan Alutsista TNI.

Di akhir sambutannya, Asrenum Panglima TNI berharap kepada para peserta FGD dapat memberikan masukan yang berguna bagi Mabes TNI dan Mabes Angkatan dalam menentukan strategi pembangunan kekuatan TNI, terutama terkait efektivitas perencanaan LCC Alutsista TNI. “Peran aktif seluruh peserta FGD sangat kita harapkan demi kemajuan pembangunan TNI yang kita cintai bersama,” jelasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah: Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Diwakili Direktur Pertahanan dan Keamanan RM Dewo Broto, Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan Diwakili Sekretaris Ditjen Kuathan Kemhan Brigjen TNI Abdul Rahman Made, S.I.P., M.Si. dan DR. Ir. Edy Suwondo, M.Sc dan Anggota kelompok Ahli Bidang Desain, Operasi dan Perawatan Pesawat Terbang Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tinggalkan komentar