Lebih 900 Drone Beroperasi di Rusia sejak 2012

drone pasukan rusia

Moskow, JakartaGreater – Angkatan bersenjata Rusia telah menerima lebih dari 900 kendaraan udara tak berawak (UAV) sejak 2012, ujar Kementerian Pertahanan Rusia dalam buletinnya yang berjudul ‘Hasil utama kegiatan Angkatan Bersenjata Rusia’ pada 2012-2020, ‘yang diperoleh TASS, 23-12-2020.

“Pasukan Penerbangan tak berawak Rusia menerima lebih dari 900 sistem dengan UAV,” bunyi dokumen itu. Diantaranya adalah sistem kendaraan udara tak berawak Forpost dan Inokhodets.

Kendaraan udara tempur tak berawak pengintai modern pertama (UCAV) yang dijuluki Inokhodets dan Forpost sekarang dipasok ke pasukan Rusia, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pada pertemuan pertahanan pada hari Senin 21-12-2020.

Forpost jarak menengah adalah drone serial terbesar di angkatan bersenjata Rusia. Pasukan Dirgantara dan Angkatan Laut mengoperasikan beberapa lusin dari mereka.

Drone tersebut telah diproduksi oleh Ural Civil Aviation Plant sejak 2014. Drone tersebut digunakan untuk mendeteksi target darat dan menyesuaikan tembakan artileri dan rudal, serta dalam misi kemanusiaan dan pemantauan.

Setiap sistem memiliki 3 drone, berbobot 450 kg, yang dapat terbang selama 18 jam dan dilengkapi dengan peralatan pengintai optik, transmisi, dan radio yang kuat. Inokhodets adalah UAV jarak menengah untuk pengawasan segala cuaca sepanjang waktu terhadap objek di permukaan tanah dan air.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yuri Borisov mengatakan pada akhir 2018 bahwa modifikasi baru Inokhodets akan menyelesaikan uji coba. Menurutnya, bisa membawa muatan 450 kg dan terbang hingga 30 jam.

Leave a Reply