Su-57 Batch Pertama, Segera Uji Rudal Hipersonik

JakartaGreater – Pesawat tempur produksi batch pertama Sukhoi Su-57 akan digunakan untuk menguji senjata Hipersonik yang diluncurkan dari udara di pusat uji penerbangan di Akhtubinsk, ujar seorang sumber di kompleks industri pertahanan kepada TASS pada hari Jumat, 25-12-2020.

“Su-57 serial diproduksi pertama dikirim ke pusat Akhtubinsk pada akhir November 2020. Itu akan digunakan untuk menguji alat serangan Hipersonik yang diluncurkan dari udara terbaru,” kata sumber itu.

Sejumlah senjata baru fundamental yang diluncurkan dari udara sedang dikembangkan oleh Tactical Missiles Corporation.

Saat ini hanya jet tempur MiG-31K yang ditempatkan di Distrik Militer Selatan yang mampu membawa Rudal Hipersonik Kinzhal.

Sebelumnya, sebuah sumber mengatakan kepada TASS bahwa jet tempur multiperan generasi kelima pertama Su-57 dikirim ke Resimen udara di Distrik Militer Selatan. 4 pesawat serupa lainnya akan disediakan pada 2021.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada rapat dewan Kementerian Pertahanan awal bulan ini bahwa 22 jet Su-57 akan disediakan untuk angkatan bersenjata Rusia pada akhir 2024.

Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 2019, total 76 jet Su-57 akan disediakan yang dipasok pada akhir 2028. Sementara, mulai tahun 2022 jet Su-57 akan dilengkapi dengan mesin tahap kedua.

4 thoughts on “Su-57 Batch Pertama, Segera Uji Rudal Hipersonik”

  1. Harusnya Indonesia bisa beli peralatan tempur dari Rusia dengan cara rahasia.
    Seperti dulu waktu beli pesawat dari israel dengan melakukan operasi Alpha.(kalau tidak salah,mohon dikoreksi kalau salah).

    • Tapi gak menjamin bebas CAATSA bung walaupun itu Pespur udh kebeli Indonesia dengan cara Rahasia sekalipun, karena indo lebih takut sanksi dri USA secara ekonomi dan spart part pespur dri barat yg sudah dimiliki bakal di embargo. Contoh turki yg udh kebeli S 400 ttep di sanksi oleh USA sampe pejabat Perusahaan turki juga kena Sanksi. Dan mesin Heli kopter serang ATAK buatan dlm negeri pun Mesin nya gak di kasih sma USA krna CAATSA

  2. dlm kondisi ancam-mengancam sudah saatnya bang putin nyodorin proposal konsorsium 5th gen single engine fighter jet dgn negara potensial seperti IDN, turki dan india.
    pokoknya januari lewat dikit caatsa tdk dihapus IDN musti order Su-57 (Item 30) kalo kgk mau antrian diserobot negara lain.

Leave a Comment