TNI Butuh 12 Kapal Selam

Turki kembangkan Kapal Selam U214-AIP
Kapal Selam U214-AIP Turki

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio menginginkan adanya penambahan armada untuk menjaga wilayah maritim Indonesia. Adapun armada yang saat ini dimiliki TNI AL masih terkendala dengan kecanggihan teknologi, dana Alutsista yang baru.

Marsetio mencontohkan, TNI AL hanya memiliki 2 unit kapal selam buatan Jerman tahun 80-an. Dia menambahkan, untuk menjaga luas wilayah maritim di Indonesia setidaknya TNI AL membutuhkan 12 kapal selam.

“Jumlah kapal selam kita ada dua, itu buatan Jerman tahun 80, berapa minimal jumlah kapal salam di Indonesia? Dengan luas laut dan pulau yang ada di Indonesia, kita minimal mengamankan keutuhan NKRI itu 12 kapal selam,” kata Marsetio di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/14).

Lebih lanjut Marsetio menerangkan, saat ini Indonesia telah memesan 2 unit kapal selam dari Korea Selatan. Menurutnya, untuk membuat satu kapal selama dibutuhkan waktu yang cukup lama, untuk pesanan dua kapal tersebut akan dikirimkan tahun 2018 mendatang.

“Kita sudah kontrak dengan Korea, saat ini sudah tahap desain di sana. Nanti kalau di sana sudah jadi, satu unit kapal selam akan dibuat di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menambahkan, penguatan sisi maritim Indonesia tidak hanya bisa dinilai dengan armada kapal yang ada. Menurutnya, pembangunan sarana dan prasana di laut juga bisa menjadi kekuatan baru TNI AL.

“Jadi gini, kita jangan terjebak dengan melihat kemampuan TNI AL secara komprehensif maritim, kita ini banyak dimensinya. Kita harus lakukan penguatan budaya kita yaitu nenek moyangku seorang pelaut. Jadi harus dibentuk koneksivitas, ada wacana tol laut, laut kita bisa sebagai media transportasi dan distribusi. Eksplorasi laut sebagai penunjang kesejahteraan baru kekuatan AL,” tandasnya. (Merdeka.com).

Tinggalkan komentar