Rudal Hipersonik Rusia dan China Mimpi Buruk bagi Eropa

20201229 114834

JakartaGreater   –  Media mencatat bahwa Rusia tidak peduli dengan kemajuan negara lain dalam bidang persenjataan Hipersonik karena memiliki sistem pertahanan udara S-500 yang canggih, yang dirancang untuk melawan ancaman tersebut, dirilis Sputniknews.com 27-12-2020.

Pengenalan senjata Hipersonik ke gudang senjata, khususnya Rusia dan China, adalah mimpi buruk bagi keamanan Eropa, dan memicu tahap baru dalam “spiral ancaman”, kata jurnalis Die Welt Gerhard Hegmann.

Dia mengingat peringatan baru-baru ini di pangkalan militer Amerika di Ramstein, Jerman, setelah kapal selam Rusia melakukan uji coba Rudal ICBM.

Die Welt mencatat bahwa peringatan itu menunjukkan militer AS terus-menerus waspada. OUtlet berita itu menambahkan bahwa dalam kasus Rudal Hipersonik, Eropa mungkin bereaksi terlambat untuk mencegatnya.

“Dengan kemunculan apa yang disebut senjata Hipersonik, rantai peringatan yang ada tentang peluncuran Rudal dan sistem Rudal anti-balistik menjadi tidak berguna dan waktu untuk bereaksi terhadap peluncuran berkurang secara drastis,” tulis outlet berita tersebut.

Media mengutip para ahli dari Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman yang menyatakan bahwa senjata Hipersonik akan merusak keseimbangan kekuatan antara kekuatan nuklir dan menggagalkan inisiatif pelucutan senjata.

Mereka mengindikasikan bahwa di saat Rusia dan China sudah memegang posisi terdepan dalam hal senjata Hipersonik, AS akan berusaha keras untuk mengejar ketinggalan.

Pada saat yang sama, analis keamanan Jerman yang dikutip oleh Die Welt menunjukkan bahwa Rusia tidak peduli dengan kemajuan AS di lapangan karena negara tersebut memiliki pertahanan yang efektif terhadap senjata Hipersonik dalam bentuk sistem pertahanan udara S-500 yang canggih dan “modifikasi Rudal pencegat “.

AS pertama kali mulai mencari Rudal Hipersonik dan glider pada tahun 2000-an, tetapi akhirnya meninggalkan proyek di bidang ini, dan baru menghidupkannya kembali baru-baru ini. Upaya ini dimulai kembali setelah Rusia mengumumkan terobosan, menghadirkan beberapa model persenjataan berkemampuan Hipersonik yang melaju dengan kecepatan 10 Mach ke atas.

Presiden Vladimir Putin menyatakan saat mempresentasikan persenjataan baru, bahwa perkembangan mereka adalah tanggapan negara terhadap tindakan Barat dan ketidakhormatan mereka terhadap kepentingan dan permintaan Rusia.

Pada saat yang sama, Kremlin menyatakan kesiapan untuk memasukkan Rudal baru ke dalam agenda pembicaraan tentang perjanjian pengendalian senjata, seperti New START, yang akan berakhir pada Februari 2021 dan membutuhkan perpanjangan.

Leave a Reply