Menkes: Warga di Atas 60 Tahun Tetap Divaksin Covid-19

JakartaGreater  –  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan warga berusia di atas 60 tahun tetap mendapat vaksin COVID-19.

Vaksinasi terhadap Lansia tetap dilakukan meski uji klinis tahap III terhadap vaksin Sinovac yang sedang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, hanya menguji orang berusia 18-59 tahun dalam keadaan sehat.

“Beberapa vaksin lain seperti Pfizer sudah diberikan ‘emergency use authorization’ oleh MHRA (Medicines & Healthcare products Regulatory Agency) London, oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika, atau di Eropa juga boleh untuk diberikan di atas 60 tahun dan vaksinnya kita yang akan datang nanti ada 4 jenis,” kata Budi Gunadi, Selasa, 29-12-2020 di Kantor Presiden Jakarta, dirilis Antara.

Budi Gunadi mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan 426 juta vaksin COVID-19 untuk sekitar 181 juta orang penduduk Indonesia agar dapat menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

Vaksin itu berasal, pertama dari perusahaan China Sinovac sebanyak 125 juta vaksin; ke-2 dari perusahaan AS dan Kanada Novavax sebanyak 100 juta dosis; ke-3 dari perusahaan Inggris AstraZeneca sebanyak 100 juta dosis; ke-4 dari perusahaan Jerman dan Amerika Pfizer sebanyak 100 juta dosis serta GAVI sebagai bentuk kerjasama multilateral dimana Indonesia dapat memperoleh 16-100 juta dosis.

“Otomatis keragaman itu akan ada. Itu sebabnya juga karena sebagian besar vaksin kita akan datang mungkin sekitar semester ke-2 atau akhir Kuartal kedua 2021 dan kalau kita lihat tadi tahapannya lansia kita taruh agak belakangan karena kita ingin memastikan bahwa semua data ‘scientific’ mengenai pemberian vaksin ke grup Lansia ini BPOM sudah ‘feel comfortable’,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi Gunadi, pemerintah berencana untuk memvaksinasi 181,5 juta jiwa untuk menciptakan kekebalan komunal. Rinciannya gelombang pertama vaksinasi dilakukan pada Januari-April 2021 dengan rincian vaksinasi untuk 1,3 juta orang petugas kesehatan di 34 Provinsi, 17,4 juta petugas publik dan Lansia sebanyak 21,5 juta orang.

Selanjutnya pada gelombang II pada April 2021-Maret 2022 yaitu 63,9 juta masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi dan sebanyak 77,4 juta bagi masyarakat lain dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin.

“Uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Turki, Brasil, itu juga diberikan ke orang-orang dengan grup usia di atas 60 tahun. Kami sudah berbicara dengan BPOM untuk mengkoordinasikan hal ini, sehingga nanti BPOM akan melengkapi datanya, sebelum mengambil keputusan akhir mengenai rentang usia yang bisa diberikan vaksin,” ucap Budi Gunadi.

Menurut Menkes, BPOM juga sudah bekerja baik dengan Kementerian Kesehatan serta sudah berbicara dengan otoritas di Turki, Brasil, China untuk mengambil keputusan yang independen dan berdasarkan kepada data valid.

Sharing

Tinggalkan komentar