Yordania Kutuk Rencana Permukiman Baru Israel di Tepi Barat

Amman, JakartaGreater  – Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk pengumuman otoritas Israel untuk membangun 780 unit permukiman baru pada Minggu 17-1-2021 di Wilayah Pendudukan Palestina, dirilis Antara, Senin 18-1-2021.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Dhaifallah Ali Al-Fayez juga mengecam legalisasi 2 pos permukiman yang didirikan di tanah Palestina.

Langkah ini merupakan pelanggaran mencolok dan serius terhadap hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional, terutama Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, ujar Dhaifallah Ali Al-Fayez.

Dhaifallah Ali Al-Fayez mengatakan Yordania menolak dan mengutuk kebijakan permukiman ilegal, baik membangun atau memperluas permukiman, merampas tanah dan menggusur warga Palestina.

Dhaifallah Ali Al-Fayez menekankan bahwa keputusan Israel ini melanggar hukum internasional dan merusak fondasi perdamaian, dan upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik dan untuk mencapai perdamaian yang komprehensif dan adil, serta merusak peluang solusi 2 negara berdasarkan resolusi legitimasi internasional.

Dhaifallah Ali Al-Fayez meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab dengan menekan Israel untuk menghentikan kebijakan membangun permukiman baru di Palestina.

Tinggalkan komentar