Pesawat C919 China Sukses Uji Terbang Cuaca Dingin

Hulunbuir, China, JakartaGreater – Pesawat penumpang besar C919 yang dikembangkan secara mandiri oleh China berhasil melakukan uji terbang cuaca dingin di Hulunbuir, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, 26-1-2021, dirilis Xinhua.

Uji terbang pesawat dirancang untuk memverifikasi kinerja sistem dan peralatan pesawat dalam cuaca dingin ekstrem, berlangsung selama 20 hari di Hulunbuir, dengan suhu pengujian terendah mencapai hampir minus 40 derajat Celsius.

Hulunbuir dipilih sebagai lokasi uji terbang karena terkenal akan cuacanya yang dingin, dengan suhu rata-rata minus 25 derajat Celsius saat musim dingin.

C919, pesawat jet pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh China, memiliki 158-174 kursi dan jarak tempuh 4.075-5.555 km. Pesawat tersebut keluar dari lini produksi pada 2015 dan sukses melakukan penerbangan perdananya pada 2017.

Pesawat C919 dijadwalkan akan menerima sertifikat kelaikan udara dari otoritas penerbangan dan mulai resmi beroperasi tahun ini.

Comac C919 merupakan keluarga pesawat yang direncanakan untuk menampung 158-174 penumpang yang dibangun oleh Commercial Aircraft Corporation of China (Comac).

C919 merupakan bagian dari tujuan jangka panjang China untuk bersaing dengan Airbus dan Boeing, dan dimaksudkan untuk bersaing dengan Airbus A320, Boeing 737 dan Rusia MS-21.

Sebagai pengembangan rencana jangka panjang, pesawat C929 dan C939 ditargetkan bisa menampung 300 dan 400 kursi, untuk masing-masing pesawat.