KKIP Tinjau Fasilitas Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X

pesawat tempur kfx korea

JakartaGreater – Tim Pelaksana/Ahli dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang dipimpin Laksda TNI (Purn) Darwanto melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Dirgantara Indonesia dan PT. Pindad pada Kamis dan Jumat, 21-22 Januari 2021 di Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan kerja ini untuk melihat langsung beberapa fasilitas yang terdapat di PT.DI terkait Program Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X, dikutip dari situs KKIP.

Tim Pelaksana (Timlak) KKIP diterima langsung oleh Direktur Utama PT. DI, Elfien Goentoro serta didamping Direktur Produksi dan tim. Secara umum Dirut PT DI dan tim menyampaikan status program pesawat tempur KF-X/IF-X serta rencana/tahapan penguasaan teknologi pesawat tempur.

Diharapkan ke depan, apabila penguasaan teknologi telah dimiliki, maka PT.DI mampu untuk melaksanakan pemeliharaan dan upgrading pesawat yang dimiliki oleh pengguna.

Terkait dengan kemampuan yang dimiliki PT. Pindad, Ade Bagja selaku Direktur teknologi dan pengembangan PT.Pindad menyampaikan beberapa produk unggulan yaitu Kendaraan Tempur (Ranpur) Medium Tank, Senjata Ringan dan Munisi berbagai varian.

kkp

Tim Ahli KKIP Kunjungi PT Pindad dan PTDI, 21 dan 22/1/2021. (@KKIP)

Ekosistem yang terbangun pada produk senjata melibatkan 17 BUMS dengan nilai TKDN mencapai 42,49%. Strategi PT.Pindad untuk meningkatkan TKDN lebih dari 70% produk munisi melalui penggunaan produk propelan, brass, steel wire dan komponen lainnya yang saat ini dapat diproduksi di dalam negeri.

Diharapkan kedepan PT. Pindad mampu memiliki kapasitas produksi khususnya munisi lebih dari 400 juta butir/tahun. Peningkatan produk munisi merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pengguna khususnya di dalam negeri.

Program Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X merupakan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, untuk membangun pesawat tempur canggih dengan memanfaatkan potensi kedua negara.

4 thoughts on “KKIP Tinjau Fasilitas Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X”

    1. Kalau melihat aktivitas ini kita jadi optimis. Lagian belum ada pernyataan resmi dari Indonesia untuk mundur, hanya meninjau kembali. Mungkin urusan penyertaan modal.

      Meraih teknologi modern, memang harus diperjuangkan. Kalau tindakan kita biasa biasa saja, ya hasilnya biasa biasa juga. Semoga lanjut terus

Leave a Reply