Rusia Setuju Perpanjang Perjanjian Nuklir dengan AS

Moskow – JakartaGreater, Parlemen Rusia pada Rabu, 27-1-2021 meratifikasi rancangan undang-undang Presiden Vladimir Putin mengenai perpanjangan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New Strategic Arms Reduction Treaty/New START) selama 5 tahun.

Dalam sesi pleno pada Rabu, Duma Negara Rusia, atau majelis rendah parlemen, menyetujui rancangan undang-undang yang diajukan oleh Putin pada Selasa, 26-1-2021 perihal perpanjangan pakta kontrol senjata yang signifikan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS).

Perpanjangan New START yang disepakati oleh 2 negara adidaya nuklir tersebut tidak dapat “dianggap remeh” dan keputusan itu sangat penting bagi seluruh dunia, kata Ketua Duma Negara Bagian Vyacheslav Volodin.

Tak lama setelah itu, Dewan Federasi, majelis tinggi parlemen, juga memberikan lampu hijau. “New START diperpanjang selama 5 tahun tanpa persyaratan tambahan. Ini sikap kita dan keberhasilan kita!” ujar Konstantin Kosachev, Ketua Komite Luar Negeri Dewan Federasi Rusia, dirilis Xinhua, 28-1-2021.

Sebelumnya, Rusia dan AS telah memulai pembicaraan tingkat ahli terkait perpanjangan New START, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Senin, 25-1-2021.

Masih pada Senin yang sama, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev dan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengadakan percakapan via telepon untuk membahas perpanjangan New START dan kerja sama Rusia-AS di bidang keamanan.

Pada 2010, Washington dan Moskow menandatangani New START, yang menetapkan batas jumlah hulu ledak nuklir yang dikerahkan dan sistem pengiriman strategis oleh kedua pihak.

Pakta utama tersebut, perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir yang tersisa antara 2 negara adidaya nuklir itu, akan berakhir pada 5 Februari.