Iran Tolak Perubahan Kesepakatan Nuklir 2015

Tehran, JakartaGreater – Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu, 3-2-2021 menolak perubahan apa pun dalam konten perjanjian nuklir Iran 2015, serta penambahan partisipan baru ke dalam kesepakatan tersebut.

“Tidak ada klausul dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) yang akan diubah. Selain itu, tidak ada (partisipan) yang akan ditambahkan ke dalam JCPOA,” ujar Rouhani dalam sebuah pertemuan kabinet, menujukan ucapannya kepada masyarakat internasional dan Amerika Serikat (AS), dirilis Xinhua.

Terkait masalah partisipan JCPOA, presiden Iran itu mengatakan pilihannya adalah anggota awal P5+1 (AS, Inggris, China, Prancis, dan Rusia) atau P4+1 seperti saat ini setelah hengkangnya Washington.

Pada 29 Januari 2021, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa “beberapa sekutu Prancis di Timur Tengah,” termasuk Arab Saudi, perlu disertakan dalam dialog dengan Iran untuk kesepakatan nuklir, seperti dilansir media Arab Saudi.

Rouhani mengatakan siapa pun dipersilakan untuk menerima keputusan itu, namun jika tidak, “lanjutkanlah hidup Anda, dan kami akan melanjutkan urusan kami.”

AS harus menyadari bahwa pihaknya “melanggar” Resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengesahkan perjanjian tersebut, dan ini “bukanlah isu Iran,” melainkan perjanjian DK PBB, kata Rouhani memperingatkan.

Jika Washington kembali patuh, Iran akan “sepenuhnya” menjalankan komitmennya, tutur Rouhani.

“Jika kami melihat iktikad baik apa pun (dari pihak pemerintah AS), kami juga akan menjawab dengan iktikad baik. Jika kami melihat tindakan apa pun, respons kami juga akan berupa tindakan. Dan jika ada komitmen penuh, maka akan ada komitmen penuh pula dari pihak kami,” pungkas presiden Iran itu.

Menyusul mundurnya AS dari kesepakatan nuklir tersebut pada 2018 lalu serta pemberlakuan kembali sejumlah sanksi, Iran berhenti menjalankan beberapa kewajibannya di bawah JCPOA.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken baru-baru ini menyampaikan kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS bahwa pemerintahan Biden akan berupaya bergabung kembali dengan JCPOA jika Teheran kembali mematuhi kewajibannya.