Apr 272012
 

Indonesia terus memperkuat pasukan dan infrastruktur di perbatasan dengan Malaysia, Kalimantan Timur. Mabes TNI Cilangkap memerintahkan Pangdam VI Mulawarman Mayjen Subekti mengerahkan Detasemen Zeni Tempur Kodam VI, untuk membangun dan menambah panjang landasan, tiga bandar udara di perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kita hendak pastikan agar pesawat Hercules bisa mendarat di bandara-bandara tersebut,” ujar Pangdam VI Mulawarman.

Ketiga bandara yang akan renovasi: Bandara Long Bawan – Nunukan, Bandara Long Ampung di Kayan Selatan – Malinau, serta Bandara Datah Dawai di Long Lunuk – Long Pahangai, Kutai Barat. Ketiga Bandara memiliki panjang sekitar 900 meter dan lebar 23 meter.

Zeni Tempur Renovasi Bandara


Tiga bandara itu akan diperpanjang dua kali lipat atau setidaknya 1600 meter. Pesawat pengangkut pasukan bersenjata lengkap dan kargo udara Hercules C130 berkapasitas penuhnya (70 ton) memerlukan panjang landasan 1.100 dan lebar 30 meter, untuk lepas landas maupun mendarat.

“Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan jadi pengelola ketiga bandara tersebut”, ujar Pangdam Mulawarman 04/2012.

Untuk perpanjangan landasan pacu tersebut, pemerintah menyiapkan dana Rp 120 miliar untuk Bandara Long Bawan, Rp 130 miliar untuk Bandara Long Apung, serta Rp 150 miliar untuk Bandara Datah Dawai.

TNI membutuhkan ketiga bandara itu karena memiliki posisi strategis pertahanan keamanan. TNI hendak memastikan pasukan bisa dengan cepat digerakkan ke perbatasan dengan Malaysia, jika terjadi konfrontasi.

Runaway Bandara Long Ampung


Pemerintah telah meninggalkan gertak sambal atau diplomasi melalui meja perundingan semata, di saat Malaysia terus mengutak-atik perbatasan RI.

Jadi saat ini TNI tidak hanya bisa menerjunkan pasukan di perbatasan, tetapi bisa juga mendaratkan pasukan beserta peralatan tempurnya atau menjemputnya.

Apabila sudah dikembangkan, selain Hercules, pesawat sekelas Airbus 130 atau Boeing 737ER berpenumpang 150 orang bisa mendarat di tiga bandara tersebut.

Renovasi 3 bandara diperbatasan, juga untuk memperlancar distribusi barang serta orang. Kelancaran itu diharapkan menekan harga barang serta mengurangi keterisoliran dari dunia luar. Proyek ini, kata dia, dijadwalkan selesai seluruhnya tahun 2013.

Bandara Long Bawang


Kini Hercules C 130 TNI AU sedang melakukan perbaikan berat di Amerika Serikat, sebagai program hibah atas kerjasama TNI dengan US Army. Sebagian Hercules telah tiba di Tanah Air. Angkatan Udara Australia, RAAF juga menghibahkan 4 Hercules untuk Indonesia.

Selain mengembangkan 3 bandara, TNI juga telah mengganti pasukan dan menempatkan Kostrad dan Marinir di sepanjang pebatasan dengan Malaysia. Sementara Kopassus dengan ekspedisi khatulistiwa, sedang memeriksa semua perbatasan RI – Malaysia, serta mempelajari lokasinya. Memahami lokasi pertempuran, setengah dari memenangi pertempuran. (Jkgr).

  3 Responses to “Bandara Perbatasan Tampung Hercules”

  1. Kenapa tidak beli helikopter chinook saja, sehingga pergerakan pasukan lebih mobil tidak tergantung pada lapangan terbang yang panjang-panjang. Mudah-mudahan Kemenhan mau dengar Ya!

  2. Nostalgia sy sewaktu ops intels strats di bandara long ampung.

  3. Katanya bos militer kita hrs diperhatikan dukungan transportasi barang, hrs sdh siap bila digunakan utk bergerak dan dukungan memberikan suplay gerakan didepan. Slamatlah membangun………..

 Leave a Reply