3 Pesawat Tempur ‘Terburuk’ Soviet Era Perang Dunia II

Jakartagreater.com – Merupakan pesawat tempur dan pembom yang meyakinkan selama era tahun 1930-an, 3 pesawat militer Soviet mulai tertatih saat menjalani medan perang Dunia 2 yang keras dan berat.

Bagaimana pilot Soviet dapat menembak jatuh ace Jerman mengunakan pesawat yang sudah ketinggalan zaman secara teknis dan moral ini? Dan inilah 3 pesawat militer yang dinyatakan terburuk di era Perang Dunia 2, lansir RBTH.

Pesawat tempur I 153 (foto : Wikipedia)

1. I-153 ‘Seagull’

“Seagull”, atau sering disebut pesawat tempur Polikarpov I-153, bergabung dengan Angkatan Udara Soviet pada malam Perang Dunia II, pada tahun 1939. Pesawat tempur melakukan debutnya dengan sukses selama Pertempuran Khalkhin Gol melawan Jepang, namun mulai menemukan tandingannya menghadapi pesawat tempur Luftwaffe ketika invasi Jerman dimulai.

Pesawat tempur Soviet kalah dari pesaing utamanya, Messerschmitt Bf 109, dalam sebagian besar karakteristik teknis, terutama dalam hal kecepatan (320 mph vs 270 mph). “Seagull” benar-benar tidak dapat mengejar dan menyergap pembom Jerman, seperti Ju-88 (290 mph).

“Anda tidak bisa keluar (dari dogfight), tidak bisa mengejar (pembom Bf 109). Anda hanya dapat mencoba untuk bermanuver dan membela diri, ”kenang pilot Alexander Ryazanov dari Guards Fighter Aviation Regiment ke-10, dan yang pertempuran udaranya menggunakan pesawat I-153.

Lebih dari 1.300 Seagull menghadapi Luftwaffe di perbatasan barat Soviet pada musim panas 1941. Kadang-kadang pilot Soviet yang terampil menggunakan “Seagulls” yang dapat bermanuver untuk mengejutkan musuh di langit, namun kemudian fungsi pesawat tempur diubah menjadi pesawat serang darat dan mengawal pesawat pembom malam.

Pada tahun 1944, I-153 yang lambat dan ketinggalan jaman tidak dapat ikut ambil bagian dalam operasi ofensif yang cepat dari Tentara Merah. I-153 akhirnya digunakan hanya untuk patroli dan untuk mempertahankan konvoi angkatan laut.

Pembom Tupolev SB Soviet (foto Wikipedia)


2. Tupolev SB

Salah satu pembom Soviet terbaik selama tahun 1930-an adalah Tupolev SB (ANT-40), yang merupakan raja langit sejati selama Perang Saudara Spanyol. Dengan kecepatan 280 mph, manjadikannya berada di luar jangkauan pesawat tempur musuh, seperti Fiat CR.32 Italia (220 mph) dan Heinkel He 51 Jerman (210 mph).

Kecepatan ini memungkinkan SB untuk melakukani misi pemboman siang hari tanpa pesawat pengawal. Namun dominasi udara seperti itu berakhir pada musim semi 1937 ketika menghadapi pesawat tempur Messerschmitt Bf 109 Jerman yang sangat cepat (320 mph) di langit Spanyol.

Meskipun pada 1941 pesawat Tupolev SB benar-benar sudah ketinggalan zaman, namun tetap menjadi pembom utama di Angkatan Udara Soviet. Selama invasi Jerman, SB menderita kerugian besar ketika berhadapan dengan pesawat tempur Bf 109 Jerman.

Pertempuran besar terakhir dari Tupolev SB adalah selama Pertempuran Stalingrad. Setelah 1943, pembom-pembom ini terutama digunakan sebagai pesawat kurir, serta pesawat angkut dan kargo untuk memasok kelompok-kelompok partisan dan untuk menurunkan unit-unit sabotase di belakang garis musuh.

Ketika Jerman mencaplok Cekoslowakia pada tahun 1939 mereka mendapat 32 pembom SB yang diproduksi di bawah lisensi oleh Ceko sebagai Avia B 71. Selama Perang Dunia II, pesawat-pesawat ini dikirim oleh Third Reich ke sekutu-sekutunya di Bulgaria. Lebih dari dua lusin SB digunakan melawan Uni Soviet oleh Finlandia, tetapi mereka ditangkap kembali selama Perang Musim Dingin.

Pesawat tempur L-16 Keledai (foto : Wikipedia)

3. I-16 ‘Donkey’

“Jika kamu ahli menerbangkan I-16, kamu bisa menerbangkan apa saja, bahkan sebatang tongkat! Ini adalah pesawat yang sangat “berat”, tetapi sangat bermanuver, “kenang pilot Vladmir Tikhomirov dari Fighter Aviation Regiment ke-12. Pesawat tempur Soviet ini tidak kenal ampun dan menuntut keahlian luar biasa dari para pilotnya.

I-16 ‘Donkey’ berhasil membuktikan dirinya selama Perang Saudara Spanyol dan dalam pertempuran melawan Jepang di Timur Jauh. Namun demikian, pada 1941 pesawat itu sudah ketinggalan zaman, meskipun sudah mengalami beberapa modernisasi besar.

Sebelum pesawat Yak dan La yang kuat terbang ke langit dengan segala keunggulannya, I-16 bertugas mencegah serangan besar-besaran Jerman. Lebih dari 1.700 ” Donkey” atau Keledai (julukan I-16) ditempatkan di wilayah barat Soviet ketika Operasi Barbarossa diluncurkan, atau lebih dari 40% dari semua pesawat tempur Soviet di wilayah itu.

Lebih bermanuver daripada Bf 109, pesaing utamanya, I-16 secara signifikan tertinggal dalam kecepatan dan daya tembak. “Keledai” hanya bisa mencoba bermanuver dan saling menutupi. Prestasi nyata datang dalam mencoba melakukan serangan menyelinap. Pada 16 Januari 1943, pilot Ace Jerman yang terkenal Alfred Graslawski ditembak jatuh oleh I-16 yang tiba-tiba muncul dari awan.

Tinggalkan komentar