Nov 102018
 

F-16 Block 70. (@ Lockheed Martin)

Jakarta, Jakartagreater.com – Lockheed Martin, produsen alutsista asal Amerika Serikat, menampilkan tiga produk andalan yaitu C-130J, F-16 Block 70/72, dan S-79 Black Hawk dalam acara Indo Defence 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, pada Kamis 8-11-2-018, dirilis Antara.

Vice President and Regional Executive Asia Lockheed Martin, Andrew Linstead pada Kamis 8-11-2018 di Jakarta, mengatakan C-1300J adalah iterasi terbaru dari lini produksi pesawat militer terpanjang dalam sejarah. Pesawat tersebut dapat digunakan mulai dari mendukung misi kemanusiaan hingga untuk kegiatan perdamaian wilayah, C-1300J tetap menjadi pesawat angkut paling relevan di dunia.

“Angkatan Udara Indonesia telah mengoperasikan pengguna armada C-130 yang merupakan pesawat militer dengan utilisasi tertinggi di Asia,” kata Lockheed Martin.  F-16 Block 70/72 adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi oleh Lockheed Martin.

Dengan memanfaatkan teknologi Generasi Kelima Lockheed, yang kemudian dikembangkan pada program F-22 dan F-35 Lockheed Martin, F-16 adalah pesawat tempur terkemuka di dunia dengan lebih dari 4.500 unit yang telah diproduksi dan dikirimkan ke 28 pelanggan di seluruh dunia, ujar Linstead.

Kemudian, ia mengatakan S-79 Black Hawk adalah salah satu Helikopter yang paling serbaguna, tahan lama, dan dapat diandalkan di dunia. “Pesawat ini telah berjuang di zona tempur yang tak terhitung jumlahnya, menyelamatkan nyawa sebagai pesawat alat evakuasi korban dan menjadi alat pemadam kebakaran udara serta patroli perbatasan,” kata Lockheed Martin.

Selain itu tiga produk itu, Lockheed Martin menampilkan pemantik 74k Aerostat System. 74K Aerostat adalah pemantik besar berisi helium yang lebih ringan dibandingkan sistem udara, dan dirancang untuk memberikan jangkauan intelijen, pengawasan, pengintaian, dan bantuan komunikasi kepada pemadam kebakaran.

  5 Responses to “3 Produk Andalan Lockheed Martin di Indo Defence 2018”

  1.  

    Ya cuma 3 ini yang boleh dibeli Dan dimiliki TNI ..
    Missile Dan spare parts nya biasanya ditahan …tidak bisa Beli ..kalau mau nya USA and sekutu nya tidak dituruti pemerintah NKRI ini…
    Tidak usah Beli…Buang waktu Dan duit saja …

  2.  

    yg nulis artikel ngantuk kah?
    ada S-79, C-1300J, balon udara 74k aerostat system diterjemahin jadi pemantik gara2 ada tulisan lighter than air system

    Jewheed ingin menghindari terminologi Balon sih xaxaxa

  3.  

    the problem with Lockheed products was that they were expensive at the start, but cheap in terms of maintenance. For an essential minimum of 160 fighters, we still need a lot of fighter planes. Like Black Hawk, it is suitable for Papua .

 Leave a Reply