Dec 072014
 
KRI Sultan Hasanuddin - 366 (kiri) mengikuti acara "Republic of Korea Navy International Fleet Review 2008" dalam rangka HUT angkatan bersenjata Korea di perairan kota Pusan, Korea, Selasa (7/10). ANTARA/FANNY OCTAVIANUS

KRI Sultan Hasanuddin – 366 (kiri) mengikuti acara “Republic of Korea Navy International Fleet Review 2008” dalam rangka HUT angkatan bersenjata Korea di perairan kota Pusan, Korea, Selasa (7/10). ANTARA/FANNY OCTAVIANUS

 

TEMPO.CO, Terempa – Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinator Keamanan Laut Laksamana Madya Desy Albert Mamahit mengatakan sampai saat ini pihaknya hanya punya tiga unit kapal patroli. Itu sebabnya Bakorkamla belum maksimal mengamankan wilayah perairan Indonesia.

“Personel kami pun hanya sekitar 300 orang,” kata Mamahit kepada Tempo, Jumat, 5 Desember 2014, di atas kapal perang TNI AL KRI Sultan Hasanuddin yang berlayar di perairan Terempa, Kepulauan Anambas.

Meski begitu, pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Pertahanan itu mengaku senang karena sebentar lagi Bakorkamla bakal mendapat tambahan armada kapal patroli. Tak tanggung-tanggung, kapal tambahan akan berjumlah sekitar 30 unit.

Kapal-kapal tersebut bakal memiliki ukuran yang berbeda-beda, yakni dengan panjang 46 meter, 80 meter, hingga 110 meter. Walhasil ukuran kapal patroli Bakorkamla hampir sama dengan kapal perang kelas Fregat milik TNI AL. “Anggarannya pun sudah oke, ya kami senang,” kata dia. “Seluruh kapal kami beli dari dalam negeri, produknya tak kalah dengan impor.”

Selain kapal, Bakorkamla juga berencana membeli helikopter untuk membantu patroli keamanan laut. Rencananya, helikopter tersebut bisa didaratkan di atas dek kapal patroli baru berukuran 110 meter.

Sayangnya, dia melanjutkan, kapal-kapal baru Bakorkamla nantinya tak boleh dipasang senjata berat seperti kapal perang TNI AL. Musababnya secara Undang-Undang kapal Bakorkamla tak diizinkan menggunakan senjata berat seperti meriam, rudal, dan torpedo. Kapal Bakorkamla hanya diperbolehkan memakai senapan mesin berukuran peluru 12,7 milimeter. “Intinya tak ada yang boleh ada kapal dengan kekuatan menyamai kapal perang TNI AL,” kata dia

Mamahit pun berencana menambah personel Bakorkamla hingga 3.000 orang untuk membantu pengoprasian kapal dan helikopter baru. “Penambahan kekuatan ini diharapkan bisa menjadikan Bakorkamla sebagai Coast Guard kelas dunia,” kata dia (TEMPO.CO)

Bagikan Artikel :
 Posted by on December 7, 2014

  59 Responses to “30 Kapal Segera Perkuat Bakorkamla”

  1. Absen
    Pagi all

  2. lanjut…!!!

  3. mantap ada yg panjangnya 110 m

  4. Sayang sekali kapal 110 meter ga ada rudalnya

    • Biasa bro…dalam keadaan damai memang begitu,tapi bila keadaan genting/perang yakhont pun lsg bisa diinstal….

    • Dari segi ukuran kapal sudah cukup baik (ada yang sekelas frigate 110 m), hanya masalah persenjataan yang kurang. Kalau kita mengacu pada Japan Coast Guard, kapal-kapalnya dipersenjatai senapan 20-30mm dan sebagian ada meriam anti udara juga. Walau tentunya ga ada missile atau torpedo.

      Tapi bagaimanapun ini sudah suatu langkah maju.

  5. Mantap..itu mah dah sekelas KCR & Fregat..selain Heli minta beli juga CN 235 seperti yg di beli Cost Guard KorSel..

  6. setuju dgn bung SR, setidaknya kapal perlu perangkat utk pertahanan diri. lagipula jika berhadapan dgn kaprang, perangkat ECM justru bisa membuat kaprang lawan takut setengah mati krn dibuat buta dari keadaan sekitar… tinggal panggil kapal tni utk bantu tangkap

  7. Setuju sekali. Nanggung sekali uangnya buat kapal ukuran yang sama tetapi tanpa senjata.

  8. apa nya yang mau jadi kelas dunia. . .kalau senjata mematikan gak ada. . .ntar kalau ketemu musuh bawa senjata canggih gimana. . .

    SALAM NKRI

  9. nunggu kemunculan slava class cs.

  10. kalo cuman satelit sih punya :
    1. tekom-1
    2. garuda-1
    3. telkom -2
    4. INASAT-1
    5. LAPAN-TUBSAT
    6. palapa-D……. DLL

  11. ???hmm,, (siapa ya? Coment 12)…
    selamat pagi numpang sr,di pojokan

  12. Setuju bung averois. Komentar paling bagus dan realistis. Lainnya tu kok y mikir perang aja. Lagian juga ga mungkin kpal bakamla dsuruh ngeronda di ambalat

  13. Mikir….!
    Ente profesor apa profekator..
    bakamla itu tugasnya
    apa…g mgkin kapal patroli suruh ngadepin kaprang
    Kl ktemu kaprang y minggir biar itu jd urusan tni

  14. prna mencrna kata” ni g si

    kalau alustista negara semakin kuat maka ia akan di segani dan di takutin lwan, klu kt ndak da pnambhan alustista canggih maka kt akan kerja keras, kerja keras, kerja pencitraan

  15. Moga tni tambah jaya dan kuat

    • amiin dan jangan da perpechan lagi cukup waktu pilpres kmaren ja dan jangan mrebet ke militer karna kita ndak tau keseluruhanya, kita percaya ja ma kerja mreka

  16. lebih panjang perbatasan dilaut dibanding darat, lebih banyak kejahatan/kriminal dilaut (tugas bakamla), dibanding pelanggaran kedaulatan(TNI), begitu menurutku prof hyperse..

  17. buang buang anggaran wae… minta pswt tempur sendiri lah, minta kapal perang sendirilah helikopter sendirilah minta ini itu ….kesimpulannya RIBEEET…pinter bgt cari cara buat ngluarin anggaran

  18. meriam ada bung, water cannon 🙂

  19. bukan mau tapi udah berubah, tuh judulnya yang keliru ato….. ah gk taulah?

  20. Wah bung Weh, nih salah satu suhu, makasih atas pencerahannya, 100% setuju

  21. bakorkamla atau bakamla mana yang betul bos untuk sekarang?…

  22. yupp setuju bung

  23. tiongkok sudah dari kemaren kemaren kapal coast guard nya segede frigate, kedepan nya malahan seukuran destroyer – maaf lupa sourcenya. tapi tetap saya acungi jempol buat pemerintah atas modernisasi bakamla.

  24. Klu bakorkamla bisa selevel dgn coast guard kelas dunia, keren dong,

  25. sutuju,
    masih ada yang nggak tau bedanya tni sama bakamla…

  26. kapal perang pinoy aja yg gede jga bekas us costguard pdhl jg ada meriamnya, mungkin standarnya beda2 untuk msg2 negara

  27. Saya sangat setuju bung @Averois
    5 thumbs buat anda…..

  28. tinggal di taruh ss 60 strooong jga bisa

  29. Cintailah Ploduk-Ploduk Indonesia

  30. Kapal Bakamla nantinya bertambah menjadi 30 unit … Alhamdulillah deh nambah walaupun untuk negara seluas Indonesia menurut saya kurang.
    Harus ada koordinasi yang mantap dan tupoksi yang jelas setelah beberapa instansi ‘dilebur’ menjadi satu menjadi BAKAMLA.
    Mengenai armament / persenjataan memang tidak boleh melebihi atau menyamai TNI, makanya harus ada koordinasi yang bagus antara Bakamla yang sedang patroli dengan unsur TNI dan lainnya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
    Penggunaan ‘jammer’ atau perangkat ‘perang elektronik’ menurut saya usulan yang bagus …
    Jayalah Bangsaku …

  31. sasaran empuk ? gak se’enteng itu memanah kapal aparat sebuah negara,, apalagi di tempatnya orang. konsekuensinya gede banget Bung. lagian kapal bakorkamla kan renangya d tempat sendiri,, gak d tempat umum 😀
    IMSO

  32. bagus pencerahannya bung wehrmacht, moga bisa di baca yg ngaku prof tapi isinya dangkal cuma pesimisme n doyan ngetrol.

  33. Semoga aja bukan pencitraan si……mbok de dan kawan2x

  34. Setuju bung….prihatin jg liat komen2 disini yg pada nyolot ga tentu arah….

  35. Setuju bung…..mantab

  36. y awajar lah ga dipersenjatai persenjataan berat dan rudal, tusi nya kan beda dgn TNI AL, piye toh boz

  37. Wah,sekarang udah banyak prof yg nimbrung ya,mantab nih lapak makin seru aja, ayo lanjut discussnya,
    Mode on.

  38. Maaf gak ngerti, bakorkamla itu dibawah kementrian mana???

 Leave a Reply