Mei 112019
 

Semarang, Jakartagreater.com   –   Sejumlah 305 orang pemuda Jateng dan DIY berkompetisi untuk memperebutkan tiket lolos seleksi tingkat Panitia Daerah (Panda) selanjutnya. Hal tersebut disampaikan Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Arh Zaenudin, S.H.,M.Hum, dalam rilis tertulisnya pada Sabtu 11-5-2019  di Semarang, Jawa Tengah.

Diungkapkan Kapendam, Kolonel Arh Zaenudin, sidang parade seleksi Taruna Akmil Sumber Umum tahun 2019 Tingkat Panitia Daerah (Panda) Kodam IV/Dip yang dilaksanakan pada Jumat 10-5-2019 itu dipimpin Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M.

“Dari 305 orang akan dipilih menjadi 132 orang, untuk mengikuti seleksi tingkat Panda selanjutnya di Rindam IV/Diponegoro,” ujar Kolonel Arh Zaenudin. “Sebelumnya mereka telah mengikuti seleksi awal dan dinyatakan memenuhi kriteria dan lulus kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi serta akademik,” imbuhnya.

Sebagaimana disampaikan Pangdam iV/Dip dalam sambutanya yang dibacakan Kasdam, kata Kolonel Arh Zaenudin, sasaran yang ingin dicapai dalam Sidang Parade ini adalah terpenuhinya alokasi penerimaan Taruna Akademi Militer Sumber Umum TA. 2019 khususnya Panda IV/Diponegoro.

“Yaitu sebanyak 22 orang yang terdiri dari 21 orang dari jurusan IPA, dan 1 orang dari jurusan IPS,” ujar Kolonel Arh Zaenudin. Terkait tersebut, dikatakanKolonel Arh Zaenudin, Pangdam telah memerintahkan seluruh panitia untuk dapat membuktikan bahwa TNI adalah milik masyarakat, sehingga setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk masuk sebagai calon Taruna Akademi Militer.

“Tidak ada pengecualian apakah dia anaknya buruh, petani, pedagang, Pegawai Negeri dan bahkan dari anggota keluarga TNI sendiri,” tegasnya. “Semua mempunyai peluang yang sama, jika mempunyai nilai yang bagus, dalam segala aspek kriteria penilaian, mereka akan diterima,” jelas Kolonel Arh Zaenudin.

Dijelaskan pula, bahwa pada seleksi kali ini menggunakan Barcode di setiap tahapan seleksi ini. “Penggunaan Barcode merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh panitia dalam rangka meminimalisir kecurangan dan kesalahan yang bisa mengarah kepada KKN,” kata Kolonel Arh Zaenudin.

“Pimpinan menginstruksikan agar Tim Seleksi dan Tim Sidang Parade, agar bertindak jujur dan obyektif, karena pada dasarnya masa depan TNI AD bahkan negara berawal dari tahapan ini,” pungkas Kolonel Arh Zaenudin.

Dalam Sidang Parade itu turut hadiri Danrem 072/Pmk, Irdam, para Danrem, Asintel, Aspers, Kaajendam, Kakesdam, dan Kajasdam IV/Diponegoro. (tniad.mil.id)