Ranger AS kagum lihat aksi Raider TNI AD, langsung minta berguru

71
2283
US Ranger latihan bersama Raider AD. ©2015 Merdeka.com
US Ranger latihan bersama Raider AD. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com – Pengakuan soal ketangguhan Tentara Nasional Indonesia di hadapan militer dunia lainnya seakan tak habis-habis. Merdeka.com sebelumnya mengangkat kisah Kopaska AL ataupun Kopassus. Kini, giliran pasukan khusus milik Angkatan Darat yang berada di bawah naungan Kodam Brawijaya ikut mengundang decak kagum asing.

Pada Oktober 2014, Resimen 2nd Stryker Pasukan Khusus Ranger, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) menggelar latihan di Indonesia. Mereka berlatih bersama dengan Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat, Batalion Infanteri 411/Raider.

Latihan yang digelar di Hutan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, itu digelar sebulan penuh. Seperti dilansir military.com (2/10/2014), para tentara AS sengaja datang jauh-jauh untuk mempelajari taktik perang daerah tropis.

Tak disangka, latihan survival di tengah hutan Jatim itu sangat mengerikan. Dari pengakuan Pratu Juan Gonzalez (20 tahun), persiapan mereka di Negeri Paman Sam jadi kurang gahar.

Sebelum berangkat satu kompi pasukan Ranger ini dilatih bertahan hidup di Pegunungan Fort Irwin, California sebulan penuh. Itu saja sudah berat sekali.

“Latihan yang mengerikan di kampung halaman tidak menggambarkan apa yang saya alami di Jawa Timur. Ada beberapa hal yang belum saya dapat. Misalnya bagaimana bila tiba-tiba berhadapan ular,” kata Gonzalez yang berasal dari Kota Chicago ini.

Dan dalam momen itulah, aksi-aksi pasukan Raider TNI AD begitu memesona bagi Gonzalez. Rekan yang baru dia kenal ini mengajarkan bagaimana bertahan hidup di hutan tropis yang serba lembab sehingga menguras energi. Termasuk membunuh dan menyantap hewan buas, contohnya ular.

“Saya sangat takut ular. Saya tidak mau melakukannya lagi,” kata anggota regu penembak ini sambil tergelak.

Dari segi ketahanan fisik, walau berasal dari iklim yang berbeda, Pasukan Ranger AS mengakui hebatnya Raider dalam menghemat tenaga. Banyak tips didapatkan para infanteri asing ini, misalnya metode bertempur di hutan hujan yang mengandalkan gerak cepat.

Sersan Jeffrey Baldwin salah satu yang merasakan manfaat latihan bersama ini. Dia mengaku tak segan-segan berguru pada pasukan Raider karena efektivitas tempur TNI AD dalam situasi lingkungan mahakeras.

“Saya sangat kagum dengan pasukan Indonesia. Saya banyak mendapatkan ilmu baru,” ujarnya.

Di luar itu, Ranger AS merasa betah berlatih sebulan di Situbondo karena tentara Indonesia sangat ramah. Mereka jadi kawan yang bisa diandalkan untuk bertahan hidup.

Selama 30 hari, dua pasukan beda negara ini hidup bersama. Mereka harus mencari bahan makanan alami, menangkap hewan, serta bertahan dari cuaca yang berubah-ubah di hutan.

“Kami benar-benar saling terikat satu sama lain selama pelatihan. Kenangan itu sangat membekas,” kata Gonzalez.

Sekadar informasi, US Ranger yang berlatih di Jatim itu dikirim dari Joint Base Lewis-Mchord. Divisi tersebut adalah yang paling banyak dikirim bertempur di Afghanistan dan Irak, karena dianggap punya pengetahuan taktis terlengkap menghadapi perang gerilya kota maupun hutan.

Sepanjang perang delapan tahun di Irak, anggota divisi Stryker yang tewas ‘cuma’ 42 prajurit. Batalion inilah pasukan yang paling akhir ditarik dari medan tempur di Timur Tengah.

Sementara Infanteri Raider adalah satuan tempur khusus untuk pertempuran darat. Dibentuk sejak Oktober 1945, pasukan dengan motto “Cepat, Senyap, dan Tepat” ini tercatat berjasa memadamkan pemberontakan APRA, PRRI/Permesta, serta menumpas DI/TII.

Dalam operasi militer di Aceh selama 2001-2003, pasukan Raider-lah yang bertanggung jawab menewaskan Panglima GAM Tengku Ishak Daud. (Merdeka.com)

71 KOMENTAR

  1. Apakah Indonesia sering belajsr diluar jg? Seperti misalnya blajar “Perang Kota”?

    Jgn smpai Asing trs yg memepelajari kita, tp sebaliknya kita buta wilayah Asing.

    N.B: knapa pas mau isi td user dan email saya sudah terisi yg lain ya?? Kyk dibajak

  2. TNI is the best walaupun dg segala kekuranganye,justru TNI lebih siap perang jiwa & raganye dibandingkan negara laen yg teknologinye lebih maju, dan akan jadi kelemahan yg sangat fatal disaat alat” canggihnye ga berpungsi, beda dg TNI dg alat canggihnye yg masih terbatas,tapi siap dg,skill yg mumpuni.apelagi klo lebih canggih lagi..semoga indonesia segera punya alutsista yg canggih & modern biar disegani baik kawan maupun lawan..

    …NKRI HARGA MATI…

  3. itulah knp usa tdk mau memberikan senjata2 strtegisnya kpd tni,dan krn itulah usa berpengaruh besar kpd pembelian persenjataan tni,krn jika tni kita bersenjata seimbang atau pling tdk sedikit saja dibwah usa,,mrk tdk akan bisa berbuat apa2 kepda NKRI,salam

  4. wah hebat…ada ya serdadu dari negara adikuasa yg militernya terkuat di dunia,mau memuji ketangguhan prajurit tni…itu harus di contoh,walau mereka berasal dari negara terkuat di dunia tp mau dgn jiwa besar dan tulus memuji prajurit tni…amerika-indonesia mmg cocok jadi sekutu

  5. Setubuh bung sufi muda

    bolehlah kita baek hati. tapi ingat!!.
    apakah selamanya kebaikan kita akan di balas dgn kebaikan?
    peribasa” air susu di balas air tuba”
    menyakitkan bila terjadi.
    musang berbulu domba?????
    tetap waspada&mawas diri bila kita ingin selamat.
    pujian SELANGIT!.!…hadeeeuh!!!!
    salam

  6. Tulisannya kayaknya ada yang kurang valid.
    Misalnya, US Army Ranger (75th Ranger Regiment) itu infanteri ringan, koq ada Stryker?

    Yonif 411 / Raider koq di bawah Kodam Baawijaya, bukan Kostrad?

    Saya baru tahu bahwa satuan Raider dibentuk pada Oktober 1945, di mana sepengetahuan saya sebelumnya bahwa Raider versi awal dibentuk pak Ahmad Yani di masa Orde Lama dan Raider versi baru (di mana yonif 411 ini menjadi Raider) dibentuk saat pak Ryamizard menjadi KSAD.

    Sepertinya berita yang lebih valid detailnya ada di sini :
    http://m.military.com/daily-news/2014/10/02/chicago-soldier-trains-in-indonesia.html

    • 411 bener dibawah Kostrad posisi tepatnya Kota Salatiga Jawa Tengah. Jd masuk wilayah Kodam 4 Diponegoro.
      Angka kepala di depan merupakan posisi Kodam dimana batalyon tsb berlokasi.
      Setahu saya induk Raider ada pada Batalyon 400/Banteng Raider. Itu info yg saya faham… klo masih ada kurang mohon dibagi info yg falid.

  7. Bos….stryker itu bukan pasukan ranger…pasukan ranger itu resimen 75 yg adalah pasukan khusus AS,sdgkan kalau 25th division stryker itu adalah pasukan mekanisnya as…jd raider itu latihan sama pasukan mekanis..kalo pasukan ranger latihannya ga sama raider

  8. ok bro postingan yg cukup menyedihkan bagi saya seorang pemuda indonesia…

    langsung aja deh..
    dlm perang senjata mungkin kita masih aman sob.. tapi dalam perang strategi kita sudah kalah.. mungkin 10 tahun ke depan kita akan kalah juga dlm perang senjata..

    hahaha.. jujur aja gue benci demokrasi..