Jun 192012
 

CIWS Type 730 Anti-Rudal

Kapal perang Indonesia segera naik kelas dengan dipasangnya senjata Close-in Weapon System (CIWS) Type 730, 7 barel 30 mm, buatan China. Setelah meng-up grade sistem rudal, kini kapal- kapal perang itu mulai meningkatkan kemampuan pertahanan anti-rudal. Yang membuat penasaran adalah, kapal mana yang beruntung mendapatkan CIWS Type 730 ini ?.

Tiga unit CIWS Type 730 telah dipesan ke China melalui budget Mabes TNI dan disetujui DPR. Senjata gatling canon 30mm 7 laras ini, merupakan senjata yang didisain untuk pertahanan kapal dari serangan rudal, di saat rudal musuh berhasil menerobos pertahanan utama kapal. Close-in Weapon System (CIWS) juga bisa digunakan untuk menembak pesawat, target di pantai, kapal boat dan ranjau laut. Harganya sekitar 5,4 juta USD per unit.

CIWS Type 730 merupakan senapan otomatis dilengkapi fire-control system yang bisa menembak dengan posisi full cover 360 derajat. Amunisinya terdiri dari dua box 500 rounds. Satu box diisi peluru jenis sabot dan satu lainnya jenis high explosives (HE).

CIWS 730 dengan panjang laras 110 inch ini, mampu menembakkan peluru 4,600 hingga 5,800 rounds/menit dengan jarak tembak maksimum 3 Km. Target biasanya terkena dalam jarak 1 hingga 1,5 Km. Meski bisa menembakkan peluru sebanyak itu, CIWS tidak direkomendasikan untuk menembak lebih dari satu menit dalam satu aksi counter defense. Hal itu karena laras CIWS ini bisa meleleh.

CIWS Type 730

CIWS ini dipandu oleh radar TR47C fire-control, serta electro-optic director yang dipasang di atas turret. Electro-optic director terdiri dari: TV tracking camera, infrared tracking camera dan laser rangefinder. Alat ini mampu menjejak target sejauh 5 hingga 6 km. Sementara Radar TR47C mampu mendeteksi target di udara berdiameter 10 cm hingga jarak 8 Km.

Senjata Gattling China ini mirip dengan General Electric GAU-8/A Avenger. Ada juga yang menyebutkan CIWS China lebih mirip dengan Gryazev-Shipunov GSh-6-30 Rusia. Kini China dengan mengembangkan CIWS Type 730, yang sistemnya meliputi pemasangan rudal di sistem yang sama. Varian daratnya disebut China LD-2000.

Spesifikasi CIWS Type 730:
Calibre: 30mm X 7
Rate of fire: 4,600 – 5,800 rounds/min
Range: 3,000m
Elevation: N/A
Traverse: 360 degree
Ammunitions: 1,000 rds (armour piercing discarding sabot and HE)
Fire-control: Electro-optical + rada

KRI Pengusung CIWS:
China menggunakan CIWS Type 730 untuk kapal: Destroyer Luyang-I dan Luyang-II class, Destroyer Luzhou class dan Frigate Jiangkai-II class. Sementara untuk kapal induk Shi Lang (ex-Soviet Varyag), China menggnakan CIWS AK 1030 / 10 barrel.

Jika merujuk ke China, kemungkinan CIWS type 730 yang dipesan Indonesia, akan dipasang di Korvet KRI Diponegoro Class. Korvet Sigma 9113 Indonesia masih menggunakan 2 unit Canon 20mm DENEL VEKTOR G12 yang digerakkan secara manual oleh prajurit.

CIws 730 di Destroyer Luyang II China

Pertahanan lain dari KRI Sigma Indonesia adalah meriam Oto Melara 76 mm. Dengan kaliber yang besar (76mm), jumlah
amunisi yang ditembakkan tidak cukup banyak untung menghadang rudal yang hendak menerjang kapal. Meriam OTO Melara maksimum hanya dapat memuntahkan 120 proyektil per menit. Bandingkan dengan CIWS Type 730 yang bisa menembakkan amunisi 5800/ menit. Meriam OTO Melara mungkin handal untuk menghadang pesawat tempur, tapi belum memadai untuk menahan serangan rudal.

Korvet Sigma Indonesia cukup rentan terhadap serangan rudal, sehingga seharusnya dipasang CIWS. Rusia saja memasang rata-rata 4 sampai 8 CIWS di kapal perang mereka, untuk memastikan rudal yang datang, rontok sebelum menyentuh kapal.

Pengamat militer internasional menilai sistem CIWS Type 730 China mengadopsi Goalkeeper CIWS Belanda. Dengan demikian seharusnya tidak ada kendala jika CIWS Type 730 China diinstal ke Korvet KRI Diponegoro Class.

Satu light frigate Sigma10514 yang akan diterima Indonesia dari Belanda akhir tahun 2016, akan dilengkapi CIWS Goalkeeper.

Trimaran
Kemungkinan lain, KRI Trimaran yang rampung akhir tahun 2012 bisa jadi dipasang CIWS 730. Menurut konseptor Trimaran, John Lundin, kapal buatannya akan mengusung rudal 4 rudal C-802. Bahkan dalam sebuah wawancara dengan harian Swedia, John Lundin mengatakan sudah menguji coba rudal tersebut. Jika Trimaran dipasang rudal, berarti kapal itu ditargetkan untuk mampu ofensif. Dengan demikian harus memiliki pertahan diri yang juga memadai.

Rancang bangun Trimaran TNI AL

Negara-negara pemilik Trimaran untuk keperluan militer, umumnya memasang CIWS di kapal cepat mereka. Sebut saja Trimaran USS Independence yang dibangun galangan kapal AUSTAL(Australia)- USA, mengusung 1 CIWS Raytheon SeaRAM, untuk melindungi kapal dengan panjang 127 meter tersebut. Sementara Trimaran Indonesia dibangun oleh PT Lundin Industry Invest, di Banyuwangi- Jawa Timur berbasis Trimaran Earthrace Selandia Baru.

Demikian juga dengan China. Kapal trimaran mereka mengusung CIWS.

Trimaran China dengan CIWS

Bagaimana dengan KCR 40 dan KCR 60 ? Kedepannya TNI AL akan memasang CIWS AK 630 di kapal ini. Namun untuk sementara waktu (saat ini), KCR tersebut mengusung Canon 20mm DENEL VEKTOR G12 manual.

Indonesia baru memiliki CIWS jenis AK 230 yang sudah melekat pada 16 korvet kelas Parchim, saat beli bekas dari armada Jerman Timur. CIWS A 230 hanya bisa memuntahkan sekitar 1000 peluru/ menit, sehingga tidak cukup ideal untuk pertahanan.

Wujud Trimaran RI terkini

Pertimbangan paling utama untuk menentukan kapal mana yang akan diinstal CIWS 730, adalah sejauh mana database komputer CIWS Type 730 bisa diintegrasikan dengan sistem elektronik yang ada di kapal. Juga termasuk ruang untuk instalasi, karena berat CIWS 730 ini sekitar 8 ton. Pemasangan tentunya lebih mudah di kapal yang baru, karena bisa diperhitungkan dari awal dibandingkan merombak sistem kapal tua yang sudah ada.(Jkgr).

  14 Responses to “Menunggu CIWS KCR Trimaran”

  1. kapan ya seatrial kcr trimaran produksi pt lundin? gak sabar neh…!! ada yang punya info kcr trimaran penampakannya?

  2. ada gan penampakanya liat di kaskus aja

  3. Bener nih Trimaran jadi tahun 2012, kok sekarang belum kelihatan juga?

  4. tuh liat diatas kan udah ada gambarnya tu

  5. Itu CIWS dipesan buat ngisi KCR-40 (Kelas Clurit) bikinan Palindo

  6. Bung admin, perasaan Trimaran panjangnya cuma 60 meter, kok ada Landing Helikopter Docknya ya?

  7. yg orang banyuwangi coba di tengok,dong. udah berapa persen,gitu.

  8. saya rasa akan selesai di bulan october 2012 bersamaan dengan HUT TNI… VIVA TNI

  9. Sepertinya meriam 7 barrel 30mm tersebut akan dipasang di salah satu Parchim Class lengkap dengan sistim Sewaconya. Mungkin akan lebih ampuh peran CIWSnya kalo yang akan dibeli Indonesia itu yang sudah ada tracker radar TR47-C dan Electro Optronic diatas turretnya, serta di paket sistim Sewaconya juga dilengkapi ESM.
    Sedangkan radar tracker MR-35 pengganti MR-103 bisa lebih difokuskan sebagai guidance meriam dual barrel 57mm.

  10. dulu saya meragukan artikel ini, CIWS AK 730, sepertinya cuma mimpi, skrang mulai terbukti dg dipasangnya CIWS ini di Parchim class kita, AK630 di Clurit class dll, Bravo TNI ku !

  11. Yg terpenting si ilmuwan seperti jhon lundin jgn sampai pergi meninggalkan indonesia.makanya di hargai.bila perlu ilmuwan2 lain kita bawa keindonesia dan kita hargai

 Leave a Reply