Mengenal Pesawat Tempur FA-50 Andalan Filipina

Ilustrasi FA-50, Pesawat Tempur Ringan Filipina

MANILA, Dengan sistem radar yang baru, pesawat tempur FA-50 ” Fighting Eagle” mampu melakukan patroli udara secara mandiri tanpa bergantung terlalu banyak pada sistem pemantauan di darat. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Angkatan Udara Filipina (PAF) Letkol Enrico Canaya,” FA-50 memiliki sistem radar onboard sendiri sehingga dapat mendeteksi (ancaman udara bermusuhan) ketika sedang berpatroli,” tambahnya. Letkol Canaya menolak memberikan spesifikasi sistem radar FA-50 dengan alasan keamanan tetapi menekankan bahwa itu cukup memadai untuk patroli udara.

Sebuah sumber mengungkapkan fitur terbaru dari Korea Selatan ini membuat jet tempur ringan FA-50 akan sangat meningkatkan kemampuan pertahanan udara PAF yang sangat berkurang dengan dipensiunkannya skuadron jet tempur F-5 “Tiger” dan Vought F-8 “Crusader” pada tahun 2005 dan 1988. Hal ini terpaksa dilakukan karena usia pesawat yang sudah tua dan kurangnya suku cadang untuk operasional. Dengan penonaktifan dua jet tempur utama membuat PAF terpaksa mengubah jet latih SIAI-Marchetti S-211 untuk peran pertahanan udara, Namun, S-211s tidak cocok untuk menjaga pertahanan udara karena kecepatannya yang lambat.

Departemen Pertahanan Nasional sebelumnya mengatakan bahwa sistem radar onboard FA-50 merupakan salah satu nilai lebih mengapa Filipina memilih untuk mengakuisisi 12 unit jet tempur buatan Korea Aerospace Industries (KAI) daripada jet tempur pesaingnya. Dua pesawat F A-50 tahap pertama diharapkan akan diserahkan dan ditugaskan pada kuartal terakhir tahun ini. Filipina telah menandatangani kontrak senilai Php18.9miliar dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk pengiriman 12 pesawat. FA-50 akan bertindak sebagai pesawat tempur sementara negara itu sampai Filipina mendapatkan pengalaman yang cukup untuk mengoperasikan jet tempur supersonik dan uang untuk mendanai akuisisi pesawat tempur yang lebih canggih lagi.

FA-50 mulanya adalah pesawat tempur ringan yang diproduksi oleh Korea Aerospace Industries (KAI), untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF). Versi pesawat tempur ringan dari pesawat latih T-50 Golden Eagle. Pengembangan pesawat tempur FA-50 dimulai pada Oktober 1997. Enam prototipe yang dalam pengembangan dibangun dan diserahkan pada bulan Januari 2006. Pesawat serang ringan produksi dalam negeri FA-50 ini akan menggantikan armada pesawat tempur F-5 E/F dan pesawat A-37 yang sudah tua. Kehadiran FA-50 juga akan semakin memperkuat kemampuan pertahanan Angkatan udara Republik Korea. KAI mendapatkan kontrak senilai $ 600juta oleh Defence Acquisition Programme Administration (DAPA) pada bulan Desember 2011 untuk memproduksi dan memasok 20 pesawat FA-50 ke Angkatan Udara Korea Selatan pada tahun 2014.

Fitur FA-50

FA-50, yang didasarkan pada platform jet latih T-50 ditawarkan sebagai pesawat serang ringan yang canggih dan efisien dengan harga yang terjangkau. Pesawat tempur ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan sebagai pesawat tempur ringan modern. Radar yang canggih menyediakan FA-50 dengan kemampuan deteksi yang mirip dengan pesawat tempur KF-16. FA-50 memiliki panjang 13.14m, lebar 9.45m dan tinggi 4.82m. Berat kosong pesawat adalah 6.47 ton. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12.3ton.

Kokpit dan avionic FA-50

Kokpit tandem FA-50 dapat membawa dua awak. Kokpit dilengkapi dengan head up display layar lebar (HUD), Display warna multifungsi (MFDs), instrument mesin digital, Hands On Throttle and Stick (HOTAS), kontrol atas depan terintegrasi dan kursi ejeksi zero-zero, sistem kontrol penerbangan digital fly-by-wire, tongkat aktif, daya listrik cadangan, break by wire digital dan triple redundant electrical system. Kokpit juga mengintegrasikan Oksigen On Board Generation Systems (OBOGS), dengan fitur Night Vision Imaging System (NVIS) memungkinkan pesawat menjalankan misi pada siang dan malam hari.

Sedangkan avionik terdiri dari Inertial Navigation System/Global Positioning System (INS/GPS), komputer misi terintegrasi, identifikasi teman atau musuh (IFF), radar altimeter, radar multimode, store management system, radio UHF/VHF, data link taktis, sistem transfer data dan rekaman, Radar Warning Receiver (RWR) dan Counter Measure Dispensing System (CMDS).

Ilustrasi pesawat FA-50 menggotong rudal Maverick, sidewinder dan AMRAAM AIM 120 missile

Persenjataan FA-50

Pesawat FA-50 dapat membawa beban senjata hingga 4,5 ton. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara ke darat AGM-65 Maverick (AGM), bom GBU-38 / B Joint Direct Attack (JDAM), CBU- 105 Senjata Sensor Fused (SFW), bom Mk-82 Low Drag General Purpose (LDGP) dan Bom Cluster (CBU). FA-50 juga dilengkapi dengan Gatling gun tiga laras 20mm dan LAU-3/A tabung19 roket 2,75mm Folding Fin Aerial Rockets (FFAR).

Mesin dan kinerja pesawat FA-50

FA-50 ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 turbofan dengan daya dorong 17,700lbf dengan afterburner memaksimalkan kecepatan pesawat hingga 1,837.5km/ jam (1,5 Mach). Kinerja mesin dikendalikan oleh sistem dual channel Full Authority Digital Engine Control (FADEC). Pesawat dapat membawa 568L bahan bakar tambahan dalam tangki eksternal.

Sebuah brosur yang ditampilkan produsen FA-50 ( Repro by JKGR biro Jepara)

Sumber : airforce-technology/defence studies

Pengirim : Pecinta Wanita, JKGR biro Jepara

Tinggalkan komentar