Jepang Berencana Memperluas Patroli ke LCS

image

Tokyo – Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk melakukan patroli udara dan laut di Laut Cina Selatan. Langkah ini gerakan yang berisiko meningkatkan ketegangan baru dengan China, tetangga yang memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut 04/02/2015.

“Saling ketergantungan antar ngara semakin meningkat dan mendalam dan situasi di Laut China Selatan yang memanas mempengaruhi keamanan nasional kita,” kata Menteri Pertahanan Jenderal Nakatani, Selasa di Tokyo. “Cara bangsa kita menangani persoalan ini akan menentukan situasi kawasan Laut China Selatan ke depan,” katanya, seraya menambahkan Jepang tidak memiliki rencana khusus saat ini untuk memulai patroli.

Sikap ini disampaikan Nakatani, menanggapi komentar yang dibuat pekan lalu oleh Komandan Angkatan Laut Armada Ketujuh, Laksamana Madya Robert Thomas, bahwa AS akan “welcome” dengan adanya perluasan patroli udara ke Laut Cina Selatan untuk melawan meningkatnya jumlah kapal China yang mendorong klaim teritorial negara mereka.

Patroli rutin Jepang saat ini meluas ke perairan di sekitar perbatasan Laut Cina Timur, di mana Jepang terlibat sengketa dengan China atas kedaulatan rantai pulau kecil. Rencana perluasan pengawasan akan menjadi satu poin diskusi antara Jepang dan AS untuk menyelesaikan revisi pedoman kerja sama pertahanan pada semester pertama tahun ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying pekan lalu memperingatkan adanya potensi gangguan di Laut Cina Selatan, tanpa secara khusus mengacu ke Jepang.

“Kami bersedia dan mampu untuk bersama-sama menegakkan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” ujar Hua kepada wartawan di Beijing dalam menanggapi pertanyaan tentang komentar Thomas. “Negara-negara di luar wilayah tersebut harus menghormati usaha dari negara-negara di kawasan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, dan menahan diri dari upaya menabur perselisihan di antara negara-negara lain dan menciptakan ketegangan.”

Kekuatan Maritim
Presiden China Xi Jinping terus berupaya memperluas jangkauan China sejak berkuasa pada bulan November 2012. Pimpinan Partai Komunis ini menyatakan akan membuat Cina menjadi kekuatan maritim sebagai tujuan nasional. China juga terus mengembangkan kemampuan militer dan jangkauan tempur untuk mendukung claim mereka atas sebagian besar Laut Cina Selatan.

Ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir antara China dan negara-negara penuntut lainnya, terutama Filipina dan Vietnam. Filipina juga telah mengajukan kasus teritorial ini ke arbitrase internasional.

Cina telah memperluas patroli angkatan laut untuk mengkover sebagian besar Laut Cina Selatan, menurut laporan media pemerintah. Namun Pemerintah Beijing berulang kali membantah akan mengatur zona pertahanan udara di wilayah tersebut.

China juga terlibat dalam sengketa dengan Jepang atas kedaulatan pulau-pulau di Laut Cina Timur, yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China. Pembelian Jepang pulau di September 2012 memicu demonstrasi di Cina dan serangan terhadap perusahaan-perusahaan Jepang. Pertemuan dan gesekan antara kapal dan pesawat dari kedua negara telah mengangkat potensi konfrontasi.(bloomberg.com).

Sharing

Tinggalkan komentar