Mari Maju Bersama Malaysia

Indonesia akan membangun Proyek Mobil Nasional bersama Malaysia

Mobil Proton dalam sebuah pameran otomotif (photo:
Mobil Proton dalam sebuah pameran otomotif (photo: cardesignmas.blogspot.com)

07/02/2015 Shah Alam : Dalam laporan saya pada IndoDefence 2014 di bulan November, saya menyebutkan bahwa “menurut laporan Jakarta Post, pejabat PT Pindad menyatakan bahwa Malaysia telah membeli 32 panser Anoa dari mereka.

Koran itu menyatakan bahwa kesepakatan tertahan karena desakan Malaysia bahwa pengadaan tersebut dibayar sebagian melalui barter yang melibatkan produsen mobil Proton.

Akhir tahun lalu, sumber industri mengatakan kepada saya bahwa LOI untuk pengadaan Anoa memang telah dikeluarkan Pindad beberapa tahun yang lalu. Tetapi sumber ini tidak mengatakan kapan kesepakatan itu akan final.

Hari ini (Feb 7, 2015), misteri itu terjawab setelah kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo. Seperti dilansir surat kabar The Star:

“Proton Holdings Bhd telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan dan memproduksi mobil nasional Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani antara Proton dan mitra di Indonesia, PT Adiperkasa Citra Lestari, pada upacara di Proton Pusat Exellence di kemarin

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, Ketua Proton Tun Dr Mahathir Mohamad dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Saya tahu mengasumsikan terlalu banyak di sini tapi tampaknya kartu “Kepentingan Nasional” sedang dimainkan. Dan seperti biasa adalah Angkatan Bersenjata Malaysia yang harus menanggung bebannya.

Jika pernyataan yang dibuat oleh pejabat Pindad seperti dilansir Jakarta Post benar, penandatanganan MOU dengan Proton kemarin mungkin akan membuka jalan ke kontrak akhir.

Di tahun 90-an, kesepakatan serupa yang melibatkan Proton, ditandatangani dengan Indonesia (mobil Proton untuk pesawat latih SME Aerotiga) meskipun tidak diterjemahkan ke dalam hubungan bisnis yang berarti antara kedua negara. Versi ekspor dari pesawat Aerotiga berakhir digunakan oleh Angkatan Udara Malaysia RMAF bukan hanya sejumlah kecil mobil Proton yang diekspor ke Indonesia.

Selain Anoa, kemungkinan juga jika kita akan mendanai MPA di RMK11, kita akan memesan pesawat CN235 dari Indonesia Aerospace, yang sebelumnya dikenal sebagai IPTN. Enam CN 235sudah dalam pelayanan RMAF yang diproduksi oleh PT DI. (www.malaysiandefence.com)

Tinggalkan komentar