MEMPERKUAT TERAS NKRI III

 INDONESIAN AIR FORCE BASES, AIR FIELDS & AIR STRIPES

Tugu Mac Arthur
Tugu Mac Arthur

Tulisan ini saya buat untuk menanggapi upaya menghilangkan/mencoret Grand Design dari TNI AU yang akan menambah Skadron baru di kawasan timur Indonesia (Hal ini diungkapkan oleh Mantan kepala staf Marsekal Ida Bagus Putu tahun 2014). Sementara KASAU yang baru diangkat, Marsekal Agus Supriatna mengatakan “Tidak perlu mendirikan basis skuadron baru di kawasan timur Indonesia, karena kita dapat mengirim jet tempur kita dari Pangkalan Udara Hasanuddin.” Baru-baru ini pula ada statemen KASAU bahwa kita akan memberdayakan 5 pangkalan udara strategis di perbatasan yaitu Soewondo AFB (Air Force Base) di Medan, Ranai AFB di Natuna, Tarakan AFB di Kaltara, Eltari AFB di NTT dan Jayapura AFB di Papua.

Pernyataan tentang 5 Air Force Base Strategis (Medan, Natuna, Tarakan, Kupang dan Jayapura) kenyataan sesungguhnya adalah Lanud yang tidak ada apa-apanya selain menyandang status strategis. Di lima Lanud itu tidak ada skuadron tempur permanen apalagi bicara perlindungan udara semacam Oerlikon Skyshield dan PASKHAS yang bersenjata lengkap. Pentingnya Air Superiority tidak dapat terlepas dari jumlah dan strategi penempatan & perkuatan INDONESIAN AIR FORCE BASES, AIR FIELDS & AIR STRIPES. Kekuatan Udara TNI AU tidak semata bergantung kepada jumlah dan kualitas pesawat yang terdiri dari jenis Transpor, Tanker, Patroli, SAR hingga Penggebuk yang mumpuni yang selalu siap meladeni hingga Dog Fight pesawat siluman generasi terakhir.

Bandara Sentani - Jayapura
Bandara Sentani – Jayapura

TNI AU memiliki Pangkalan Militer Tempur sebagai Home Base dimana terdapat hanggar dan Pesawat Tempur permanen yakni Hassanuddin-Makassar, Supadio-Pontianak, Abdul Rahman Saleh-Malang, Iswahyudi-Madiun, dan Roesmin Nurjadin-Pekanbaru. Menurut rencana Grand Design TNI AU sebelumnya maka Lanud Sentani-Jayapura yang saat ini masih berstatus Type C akan ditingkatkan statusnya menjadi Type A menjadi Pangakalan Udara Utama (LANUMA), nah dengan pernyataan KASAU terbaru maka Bandar Udara terbesar di wilayah timur NKRI akan tetap dijaga Lanud TNI AU Type C, kalaupun naik hanya menjadi Type B dengan dukungan alutsista pertahanan udara yang minim. Hal ini jelas sangat bertentangan dengan rencana Grand Design yang jelas ditujukan untuk menghadapi Infiltrasi bahkan serangan musuh yang berasal dari Timur atau Utara yang melewati Timur.

Hollandia Airfield setelah serangan 5th Air Force sekutu
Hollandia Airfield setelah serangan 5th Air Force sekutu

Belajar dari sejarah kemenangan Mac Arthur dengan strategi inovatifnya “Leap Frog,” tidak terlepas dari pentingnya perebutan Pangkalan Udara di Sentani-Jayapura (Sekarang menjadi Bandara Sentani). Operasi militer Sekutu untuk merebut Jayapura (saat itu bernama Hollandia) dan Sentani dari pihak Jepang ini berlangsung dari tanggal 22-26 April 1944 dan dikenal dengan nama Operation Reckless dan biasanya disebut secara simultan dengan Operation Persecution yang dijalankan secara bersamaan dengan target Aitape, 200km di sebelah timur Jayapura, diwilayah Papua Nugini Sekarang.

Peta Perebutan Lanud Sentani
Peta Perebutan Lanud Sentani

Target Operasi dari serangan ke Hollandia (pernah berganti nama menjadi Soekarnopura dan sekarang menjadi Jayapura), selain kota dan pelabuhan lautnya, yang menjadi sasaran utama Sekutu adalah tiga pangkalan udara di daerah Sentani (sekarang kabupaten Sentani), 40km di barat kota Hollandia, yang masing-masing disebut lanud Sentani, lanud Cyclops dan lanud Hollandia dan lanud Tami(Muara Tami) yang keempat, ada di dekat perbatasan RI-PNG sekarang. Sasaran-sasaran di Sentani ini direncanakan dijepit dengan penyerangan simultan melalui pendaratan amfibi dari dua arah, yaitu dari arah Teluk Humboldt (Teluk Yos Sudarso sekarang) dan Teluk Tanah Merah. Operasi militer dijadwalkan berlangsung pada 22 April 1944.

Dengan hancurnya dan lalu direbutnya Pangkalan Udara milik Jepang dimaksud maka selanjutnya sisa-sisa tentara Jepang melarikan diri lewat darat dan praktis dukungan udara untuk kantong-kantong pertahanan Jepang menjadi lemah. Karena penyekatan pasukan AS, kelaparan, tersesat, kelelahan, luka dan penyakit termasuk malaria, perjalanan ini menjadi mematikan, dan hanya sekitar + 7% yang sampai di Sarmi. Secara total, hanya sekitar 1000an orang tentara Jepang yang selamat dari penyerbuan Hollandia. 3300an orang terbunuh atau ditemukan tewas, dan sisanya (hampir 7000) hilang. Di lain pihak, hanya 124 pasukan AS yang gugur, 1057 terluka dan 28 hilang.

Dukungan udara pendaratan Sekutu di Tanah Merah
Dukungan udara pendaratan Sekutu di Tanah Merah

Setelah menguasai Sentani lalu Jend. D. MacArthur dan Mayjen H.H Fuller mendirikan markas Komando Mandala Pasifik Barat Daya di bukit Ifar Gunung/Bukit Cyclops dan tempat ini sekarang terkenal dengan sebutan bukit Mac Arthur. Selepas menguasai Sentani dan Hollandia lompatan berikutnya hingga perebutan Lapangan Udara di pulau Biak. Nah di Biak inilah sejatinya TNI AU sudah merencanakan untuk menjadikannya Skadron Baru yang setidaknya dapat diisi F16 Block 60, Gripen E/F atau Eurofighter Typhoon dan hal ini tentunya sekaligus akan menjadi payung udara bagi keberadaan Divisi Marinir di Sorong dan Freeport tentunya.

Perebutan Pangkalan Militer Jepang di Pulau Biak
Perebutan Pangkalan Militer Jepang di Pulau Biak

Dengan penggantian/penghapusan rencana penambahan Skadron baru khususnya di wilayah teras timur Indonesia maka jelas masih terbuka lebar celah bagi kekuatan asing untuk menyerang NKRI. Apabila TNI AU hanya mengandalkan 5 pangkalan udara militer yang ada saat ini maka akan selalu telat dan mahal dalam melakukan Intercept pesawat asing semisal infiltran pesawat masuk dari PNG di Intercept dengan menerbangkan Sukhoi 30 dari Lanud Sultan Hasanuddin-Makassar apalagi serangan dadakan musuh dari luar karena NKRI dikelilingi negara FPDA plus Amerika.

Peta Pangkalan Militer Amerika siap mengamankan/menjepit NKRI
Peta Pangkalan Militer Amerika siap mengamankan/menjepit NKRI

Demi alasan efisiensi boleh saja Bandara Sipil dan Lapangan Terbang Perintis dapat sewaktu-waktu dioperasionalkan sebagai pangkalan militer di saat kondisi darurat perang namun belajar dari Strategi “Leap Frog” Mac Arthur maka demi menjaga dan memberikan Efek Deteren sudah waktunya penambahan Skadron Tempur mutlak dilakukan penambahan. Sebagai penutup, lantas bagaimana Grand Design pengembangan organisasi TNI AU menuju postur kekuatan dan kemampuan yang ideal yang telah disusun dan telah dipublish dapat dipaparkan sebagai berikut :

Panglima Komando Operasi Udara (Koopsud) dipimpin Panglima berpangkat Marsekal Madya (bintang 3):

  1. Komando Tempur Udara (Air Combat Command)
    1. Komando Pertahanan Udara (Kohanud) dipimpin Panglima berpangkat Marsekal muda (bintang 2):
      1. Kosekhanudnas I/II/III/IV, masing-masing dipimpin Panglima berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1):
        1. Wing/Resimen 100 Pertahanan Udara Rudal Jarak Jauh Paskhas / Komandan berpangkat Kolonel. Tiap Satrad terintegrasi dengan Unit-unit / Satbak Satrudal Yon Peluncur Rudal Paskhas di masing-masing Kosekhanudnas wilayahnya. Wing 100 terdiri dari:
          1. Detasemen Khusus Rudal (Densus Rudal) Paskhas Perisai Udara Istana Negara
          2. Yon 101 Peluncur Rudal Paskhas Kosekhanudnas I / Komandan berpangkat Letkol
          3. Yon 102 Peluncur Rudal Paskhas Kosekhanudnas II / Komandan berpangkat Letkol
          4. Yon 103 Peluncur Rudal Paskhas Kosekhanudnas III / Komandan berpangkat Letkol
          5. Yon 104 Peluncur Rudal Paskhas Kosekhanudnas IV / Komandan berpangkat Letkol
        2. Wing 200 Radar dipimpin Komandan berpangkat Kolonel:
          1. Satuan Radar 211-219 Kosekhanudnas I / Komandan berpangkat Letkol
          2. Satuan Radar 221-229 Kosekhanudnas II / Komandan berpangkat Letkol
          3. Satuan Radar 231-239 Kosekhanudnas III / Komandan berpangkat Letkol
          4. Satuan Radar 241-249 Kosekhanudnas IV/ Komandan berpangkat Letkol
        3. Wing 300 Tempur Sergap dipimpin Komandan berpangkat Kolonel:
          1. Skadron 301 Tempur Sergap Kosekhanudnas I / Komandan berpangkat Letkol
          2. Skadron 302 Tempur Sergap Kosekhanudnas II / Komandan berpangkat Letkol
          3. Skadron 303 Tempur Sergap Kosekhanudnas III / Komandan berpangkat Letkol
          4. Skadron 304 Tempur Sergap Kosekhanudnas IV / Komandan berpangkat Letkol
        4. Wing/Resimen 400 Pertahanan Udara Titik Rudal Jarak Pendek Paskhas / Komandan berpangkat Kolonel:
          1. Den Hanud 471 Paskhas Lanuma Halim / Komandan berpangkat Letkol
          2. Den Hanud 472 Paskhas Lanuma Hasanudin / Komandan berpangkat Letkol
          3. Den Hanud 473 Paskhas Lanuma Supadio / Komandan berpangkat Letkol
          4. Den Hanud 474 Paskhas Lanuma Adi Sucipto / Komandan berpangkat Letkol
          5. Den Hanud 475 Paskhas Lanuma Iswahyudi / Komandan berpangkat Letkol
          6. Den Hanud 476 Paskhas Lanuma Rusmin Nuryadin / Komandan berpangkat Letkol
          7. Den Hanud 477 Paskhas Lanuma Abd. Saleh / Komandan berpangkat Letkol
          8. Den Hanud 478 Paskhas Lanuma Manuhua/ Komandan berpangkat Letkol
          9. Den Hanud 479 Paskhas Lanuma Soewondo / Komandan berpangkat Letkol
    2. Komando Serangan Udara (Koserud) dipimpin Panglima berpangkat Marsekal muda (bintang 2):
      1. Divisi Serangan Udara dipimpin Panglima berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1):
        1. Wing Tempur Strategis + Pembom dipimpin Komandan berpangkat Kolonel:
          1. Skadron Tempur Strategis 1 / Komandan berpangkat Letkol
          2. Skadron Tempur Strategis 2 / Komandan berpangkat Letkol
          3. Skadron Tempur Strategis 3 / Komandan berpangkat Letkol
          4. Skadron Tempur Strategis 4 / Komandan berpangkat Letkol
        2. Wing Tempur Taktis dipimpin Komandan berpangkat Kolonel:
          1. Skadron Tempur Taktis 1 / Komandan berpangkat Letkol
          2. Skadron Tempur Taktis 2 / Komandan berpangkat Letkol
          3. Skadron Tempur Taktis 3 / Komandan berpangkat Letkol
          4. Skadron Tempur Taktis 4 / Komandan berpangkat Letkol
      2. Divisi Parako PPRC Paskhas dipimpin Komandan berpangkat Brigadir Jendral Paskhas (bintang 1):
        1. Brigade Parako PPRC 1 Paskhas (Yonko 461,462,463) dipimpin Komandan berpangkat Kolonel
        2. Brigade Parako PPRC 2 Paskhas (Yonko 464,465,466) dipimpin Komandan berpangkat Kolonel
        3. Brigade Parako PPRC 3 Paskhas (Yonko 467,468,469) dipimpin Komandan berpangkat Kolonel
        4. Resimen Bantuan Tempur Paskhas dipimpin Komandan berpangkat Kolonel
      3. Resimen Bantuan Administrasi Tempur Paskhas dipimpin Komandan berpangkat Kolonel
      4. Sat Bravo 90 Paskhas Anti Teror dipimpin Komandan berpangkat Kolonel
      5. Den Matra 1/2/3 Paskhas dipimpin Komandan berpangkat Letkol
    3. Komando Dukungan Udara (Kodukud) dipimpin Panglima berpangkat Marsekal Muda (bintang 2):
      1. Wing Angkut Berat
        1. Skadron Udara 31
        2. Skadron Udara 32
        3. Skadron Udara 33
      2. Wing Angkut Sedang
      3. Wing Angkut Ringan
      4. Wing Intai
        1. Skaron Udara Awacs
        2. Skadron Udara Patmar
        3. Skadron Udara UAV
      5. Wing Heli
        1. Skadron Udara 6
        2. Skadron Udara 7 (Pendidikan)
        3. Skadron Udara 8
        4. Skadron Udara 9 (Sar Tempur)
      6. Wing VVIP/VIP
        1. Skadron Udara 17 Fix Wing
        2. Skadron Udara 45 Rotary Wing
        3. Air Force One
  2. Komando Wilayah Udara/Kowilud atau Teritorial Udara (Air Region Command)
    1. Komando Wilayah Udara I (Teritorial Udara NKRI bagian Barat) Medan, Sumut. Dipimpin Panglima (Pangkowilud I) berpangkat Marsekal muda (bintang 2):
      1. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Pekanbaru dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud disekitarnya.
      2. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Medan dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud disekitarnya.
      3. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud I
    2. Komando Wilayah Udara II (Teritorial Udara NKRI bagian Tengah) Surabaya,Jatim. Dipimpin Panglima (Pangkowilud II) berpangkat Marsekal muda (bintang 2):
      1. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Supadio Pontianak dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud Pulau Kalimantan.
      2. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud II wilayah Kalimantan.
      3. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Halim PK Jakarta dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud wilayah Ibukota.
      4. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud II wilayah Ibukota.
      5. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Atang Senjaya Bogor dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud wilayah Jawa Barat.
      6. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud II wilayah Jawa Barat.
      7. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Adi Sucipto Yogyakarta dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud wilayah Jawa Tengah.
      8. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud II wilayah Jawa Tengah.
      9. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) ABD Saleh Malang dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud wilayah Jawa Timur.
      10. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud II wilayah Jawa Timur.
    3. Komando Wilayah Udara III (Teritorial Udara NKRI bagian Timur) Makassar Sulawesi. Dipimpin Panglima (Pangkowilud III) berpangkat Marsekal muda (bintang 2):
      1. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Hassanudin Sulawesi dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud Pulau Sulawesi.
      2. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud III wilayah Sulawesi sekitarnya.
  • Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Jayapura Papua dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud wilayah Papua sekitarnya.
  1. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud III wilayah Papua sekitarnya.
  2. Lanuma (Pangkalan Udara Utama) Ngurah Rai Bali dipimpin Komandan berpangkat Marsekal Pertama (bintang 1) membina Lanud wilayah Nusa Tenggara sekitarnya.
  3. Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Kowilud III wilayah Nusa Tenggara.
  • Resimen Pertahanan Pangkalan Paskhas (Menhanlan Paskhas)
  • Komando Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) Dipimpin Komandan Jendral bintang dua berpangkat Mayjen TNI Paskhas.
  • Komando Pemeliharaan dan Materiil TNI AU (Koharmatau) dipimpin Komandan bintang dua berpangkat Marsekal Muda.
  • Komando Pendidikan TNI AU (Kodikau) dipimpin Komandan bintang dua berpangkat Marsekal Muda.

 

(by : Ayoeng – Biro Jambi)

Tinggalkan komentar