Presiden Jokowi Bertemu Barack Obama Juni 2015

Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih (photo: Pete Souza)

Jakarta – Presiden Joko Widodo dijadwalkan datang ke Gedung Putih pada awal Juni 2015 mendatang. Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai tuan rumah juga mengundang pimpinan negara Asia lainnya.

Orang dekat Presiden Joko Widodo saat ini berada di Washington untuk membahas kunjungan ke Gedung Putih pada musim panas ini untuk mempererat hubungan dengan Amerika Serikat.

Juru bicara Kemlu yang dikonfirmasi detikcom, Jumat (6/3/2015) Armanatha Nasir membernarkan.

“Kunjungan ke AS memang salah satu rencana, namun waktu persisnya masih dicoba untuk dicocokkan di jadwal,” jelas diplomat yang akrab disapa Tata.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan sudah bertemu dengan National Security Adviser Susan Rice pada Rabu (4/3). Luhut juga bertemu sejumlah anggota parlemen, beberapa di antaranya adalah Senator John McCain dan Senator Ed Royce. Keduanya dari Partai Republik.

Pada Selasa (3/3), Luhut juga sudah berdiskusi dengan Kamar Dagang AS. Perusahaan-perusahaan AS disebutkan mengeluh tentang proteksionisme Indonesia terhadap investor asing.

Jokowi adalah satu dari empat pemimpin Asia yang telah diumumkan akan menghadiri acara dengan Obama sebagai tuan rumah pada Juni 2015. Negara lainnya yang akan hadir adalah para sekutu AS yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pemerintahan Obama telah menjalin keterlibatan dengan Asia Tenggara sebagai usaha menyeimbangkan kebijakan luar negerinya dengan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik.

Salah satu fokus dalam hubungan antara Amerika Serikat dengan Indonesia sebelum masa pemerintahan Jokowi adalah di bidang kontra terorisme. Sekarang, isu itu menjadi kekhawatiran baru saat para pejuang asing yang dilaporkan ada juga dari Indonesia, tertarik untuk ikut terlibat dalam konflik yang dilancarkan oleh jihadis di Irak dan Suriah.

Saat ini, Jokowi sedang menghadapi pasang surut di masa kepemimpinannya. Hubungan Indonesia dengan beberapa negara termasuk Australia yang merupakan sekutu Amerika Serikat juga sedang bergolak terkait eksekusi terpidana mati gembong narkoba. (Detik.com).