TNI AL Blokir Akses Terminal Bandara Juanda

Ilustrasi: Calon penumpang memasuki ruang tunggu keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (1/3/2015). Mulai 1 Maret 2015, Bandara Juanda dan 12 bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura I menerapkan pungutan jasa layanan penumpang yang sudah masuk dalam harga tiket penumpang. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Jakarta – Akses Terminal I ke Terminal II Bandara Juanda, Surabaya dikabarkan diblokir oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), selaku pemilik sah Bandara Juanda.

Corporate Communication Department Head PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, membenarkan hal tersebut bahwa sejak pukul 06.00 WIB akses Terminal I ke Terminal II Juanda memang diblokir. Tapi, saat ini pengelola bandara masih mengadakan negosiasi terkait hal tersebut dengan TNI AL. Dan sudah dipastikan operasional bandara dan pelayanan kepada penumpang juga tidak terganggu.

“Kami masih terus negosiasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat akses segera dibuka kembali. Yang terganggu itu akses kargo. PT Pertamina juga masih boleh lewat untuk mengisi avtur maskapai yang beroperasi di Juanda,” katanya kepada Tribunnews.com, Kamis (12/3/2015).

Kendati demikian, Handy enggan menjelaskan alasan TNI AL memblokir akses Terminal I ke Terminal II Juanda. Hingga kini, belum ada laporan gangguan operasional dari sejumlah maskapai yang beroperasi di Juanda.

Seperti diketahui, TNI AL dan pengelola Bandara Juanda yaitu PT Angkasa Pura I kerap kali berselisih paham. Berdasarkan penelusuran Tribun, salah satu masalah yang pernah muncul yaitu terkait kepemilikan tanah.

Pada saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih dijabat oleh Dahlan Iskan, beliau mengikhlaskan lahan Bandara Juanda, Surabaya, menjadi milik TNI-AL. Dahlan menuturkan hal ini perlu dilakukan supaya AP I dan TNI-AL tidak terus bersitegang soal lahan ini. Disetujuinya lahan tersebut milik TNI-AL, maka AP I hanya memiliki hak guna pakai lahan tersebut.

“AP I akan gunakan hak pakai bandara saja, ya tidak apa-apa kan bayar negara ke negara,” tuturnya.
Trikora Harjo, General Manager Bandara Juanda Surabaya, juga pernah mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan tanah tersebut tetap milik TNI AL atau akan diserahkan ke Angkasa Pura I sebagai bagian dari penyertaan modal negara (PMN). “Terserah statusnya tanahnya milik siapa, yang penting untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Trikora menjelaskan status tanah yang sempat bermasalah tersebut seluas 4.900 meter persegi (m2). Dia bilang luas lahan tersebut yang digunakan untuk pengembangan Terminal 2 Bandara Juanda. Dia juga mengakui bahwa luas lahan Bandara Juanda sebesar 9,3 hektare itu meruapakan lahan milik TNI AL.

TRIBUNNEWS.COM

Tinggalkan komentar