Ini Alasan Biden Tetap Bekukan Penjualan F-35 ke Turki

JakartaGreater   –  Pemerintahan Donald Trump menghentikan pasokan pesawat tempur F-35, yang pengembangannya juga didanai oleh Turki, dengan dalih bahwa akuisisi S-400 Rusia oleh Ankara membahayakan rahasia jet tempur F-35.

Washington tidak berencana untuk melanjutkan pengiriman jet tempur F-35 generasi ke-5 ke Turki kecuali jika Turki membuang sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia, ujar bicara Pentagon John Kirby. “Posisi kami tidak berubah. S-400 tidak kompatibel dengan F-35 dan Turki telah ditangguhkan dari program itu,” kata Kirby, dirilis Sputniknews.com, pada Sabtu 6-2-2021.

Juru bicara Pentagon lebih lanjut menyarankan Turki seharusnya membeli sistem Patriot daripada S-400 untuk menghindari masalah. Jenderal itu mengklaim bahwa Ankara memiliki “banyak peluang selama dekade terakhir” untuk membeli Patriot, tetapi memilih untuk menggunakan pertahanan udara Rusia.

AS-Turki soal S-400

Namun, sisi cerita Turki sangat berbeda dari yang disajikan oleh Kirby.

Otoritas Turki berulang kali menekankan bahwa mereka telah berusaha untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot dari AS untuk waktu yang lama, tetapi Gedung Putih menghentikan persetujuan penjualan di Departemen Luar Negeri selama bertahun-tahun. Mengingat situasi ini, Ankara mulai mencari alternatif, akhirnya memilih S-400 Rusia, pejabat negara itu menjelaskan beberapa kali.

Anehnya, penjualan peluncur Patriot disetujui oleh Departemen Luar Negeri hanya setelah Turki menandatangani kesepakatan dengan Moskow untuk membeli beberapa sistem pertahanan udara S-400 pada Desember 2017 dan menolak untuk mundur dari kesepakatan itu, seperti yang diminta Washington.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya juga siap untuk membeli Patriot, tetapi tidak dengan mengorbankan sistem S-400. Dia berargumen bahwa itu adalah hak kedaulatan Turki untuk membeli persenjataan guna mempertahankan tanahnya dari ancaman.

Kegigihan Ankara dalam masalah sistem S-400 tidak berjalan dengan baik dengan AS, yang mengklaim bahwa sistem tersebut tidak sesuai dengan jaringan pertahanan NATO, meskipun sebelumnya tidak ada keberatan tentang akuisisi S-300 Yunani.

Washington juga mengklaim bahwa sistem pertahanan S-400 mungkin dapat mengungkapkan kelemahan di F-35 dan mengeksposnya ke Rusia, kemungkinan yang sepenuhnya dikesampingkan oleh Moskow dan Ankara, dan dengan dalih ini memerintahkan pembekuan pengadaan jet F-35 oleh Turki pada 2019.

Selain itu, di bulan-bulan terakhir pemerintahan Trump menekan beberapa individu dan entitas Turki dengan sanksi atas pembelian persenjataan dari “musuh AS”.