Presiden dan Panglima TNI Bahas Kenaikan Anggaran Pertahanan

Anggota TNI Kodam Iskandar Muda bersama anggota Brimob Polda Aceh melakukan senam bersama dalam rangka silaturahmi TNI-Polri di Batalyon 112 Raider, Mata Ie, Aceh Besar, Jumat (28/11/2014). Kegiatan tersebut juga diisi dengan permainan outbound, dan sosialisasi keselamatan berkendara oleh anggota polisi lalu lintas
Anggota TNI Kodam Iskandar Muda bersama anggota Brimob Polda Aceh melakukan senam bersama dalam rangka silaturahmi TNI-Polri di Batalyon 112 Raider, Mata Ie, Aceh Besar, Jumat (28/11/2014). Kegiatan tersebut juga diisi dengan permainan outbound, dan sosialisasi keselamatan berkendara oleh anggota polisi lalu lintas

JAKARTA  Presiden Joko Widodo membahas rencana peningkatan anggaran pertahanan dan kesejahteraan prajurit TNI dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Pembicaraan itu dilakukan sambil makan siang bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3/2015).

“Berbicara soal anggaran pertahanan yang akan ditingkatkan,” kata Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto.

Andi mengungkapkan, peningkatan anggaran pertahanan direncanakan naik menjadi Rp 200 triliun. Saat ini, anggaran pertahanan masih di kisaran Rp 102 triliun. Ia melanjutkan, peningkatan anggaran pertahanan dan kesejahteraan akan dilakukan ketika pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai 7 persen.

Presiden mematok target rencana ini bisa terealisasi pada 2017. “Intinya mengenai anggaran pertahanan, peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam pembicaraan Jokowi dengan Panglima dihadiri juga seluruh staf dari Mabes TNI.

Saat kampanye Pilpres 2014, Jokowi menjanjikan peningkatan anggaran pertahanan. Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto mengenai tidak adanya tentara di 300 kabupaten di Indonesia.

Jokowi menjelaskan, anggaran untuk pertahanan Indonesia saat ini mencapai Rp 80 triliun. Jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, Jokowi yakin hingga lima tahun mendatang anggaran untuk pertahanan bisa mencapai tiga kali lipat. (Baca: Jokowi Janji Tingkatkan 3 Kali Lipat Anggaran Pertahanan)  (KOMPAS.com )

Berita Terdahulu :KOMPAS.com, Minggu, 22 Juni 2014,

.

Jokowi Janji Tingkatkan 3 Kali Lipat Anggaran Pertahanan

JAKARTA – Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menilai solusi untuk menambah prajurit TNI, yaitu dengan menambah anggaran. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, angggaran bisa lebih besar jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen.

“Kuncinya, ekonomi kita harus tumbuh di atas 7 persen untuk kita punya anggaran lebih besar. Dengan anggaran besar, bisa kita gunakan untuk nambah anggaran prajurit kita, menambah alutista, menambah alat pertahanan kita,” ujar Jokowi dalam debat capres di Hotel Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto mengenai tidak adanya tentara di 300 kabupaten di Indonesia.

Jokowi menjelaskan, anggaran untuk pertahanan Indonesia saat ini mencapai Rp 80 triliun. Jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, Jokowi yakin hingga lima tahun mendatang anggaran untuk pertahanan bisa mencapai tiga kali lipat.

“Dengan peralatan cukup, personil cukup, baru kita berani menyampaikan kita betul-betul siap. Negara punya wibawa dan akan dihormati negara lain,” kata Jokowi. (KOMPAS.com)

Sharing

Tinggalkan komentar