Arab sepakat bentuk pasukan persatuan Arab

Tank-tank angkatan bersenjata Kerajaan Arab Saudi bersiap di perbatasan Saudi-Yaman (Reuters)
Tank-tank angkatan bersenjata Kerajaan Arab Saudi bersiap di perbatasan Saudi-Yaman (Reuters)

 

Sharm-esh-Sheikh, Mesir – Menteri luar negeri Arab sepakat membentuk pasukan reaksi cepat persatuan Arab, kata pemimpin Liga Arab Nabil Al-Arabi.

Ini adalah kemajuan sangat besar dan langkah  bersejarah dalam hal kegiatan gabungan Arab bahwa pasukan persatuan Arab akan dibentuk untuk pertama kali dan beroperasi atas nama negara Arab,” kata Al-Arabi dalam taklimat bersama Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shukry sebagaimana dikutip Xinhua.

Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan persiapan menteri luar negeri Arab di Kota Sharm-esh-Sheikh di tepi Laut Merah di Mesir. Selama pertemuan tersebut krisis Yaman dan “serangan pimpinan Arab Saudi” terhadap gerilyawan Houthi di Yaman menjadi topik utama.

Al-Arabi menyatakan ia diberi tugas mengundang para kepala staf militer Arab dalam waktu satu bulan untuk pertemuan pembentukan pasukan persatuan Arab. Ia menambahkan langkah tersebut dilandasi Kesepakatan Pertahanan Bersama Arab yang ditandatangani pada 1950.

Sementara itu, menteri luar negeri Mesir mengatakan pasukan persatuan Arab akan bekerja “sesuai dengan kerangka kerja yang mendukung pemeliharaan persatuan nasional Arab”.

Shukry menambahkan tak ada silang pendapat di kalangan menteri luar negeri Arab mengenai pembentukan blok militer Arab itu, yang akan mampu “bertindak cepat” terhadap mereka yang melawan keabsahan.

Ia mengatakan situasi di Yaman telah dibahas dalam sidang khusus yang diselenggarakan para menteri luar negeri Arab Kamis pagi. Shukry juga menyampaikan dukungan bagi “serangan militer pimpinan Arab Saudi” di Yaman.

“Tindakan koalisi adalah untuk mendukung keabsahan di Yaman,” kata Shukry.

Dia mengutuk Houthi yang memilih aksi militer dan menolak penyelesaian politik dan damai. Ia menyatakan koalisi militer pimpinan Arab Saudi meliputi sebagian besar negara Teluk serta Mesir dan Yordania.

Pasukan kelompok Syiah Houthi mendepak Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi pada Februari dan memaksa dia menyelamatakan diri dari Sanaa ke Aden di tepi laut di Yaman Selatan.

Media resmi Arab Saudi Kamis malam melaporkan Hadi telah tiba di Riyadh. Dia berencana menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Arab –yang dijadwalkan diselenggarakan di Sharm-esh-Sheikh, Mesir, pada 28-29 Maret. (ANTARA News)

Sharing

Tinggalkan komentar