MOU Kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Tiongkok

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Dalam kunjungan kenegaraan Jokowi ke Tiongkok, kedua negara sepakat untuk mengumumkan pernyataan bersama tentang hubungan strategis dan komprehensif kedua negara ke arah yang saling menguntungkan.

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyepakati kerja sama pada delapan bidang. Demikian berita yang dikutip di antaranews.com pada hari Kamis, 26 Maret 2015.

Penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) dilaksanakan di Great Hall of The People oleh para pejabat Indonesia dan Tiongkok dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Xi Jinping.

Delapan (8) MoU yang ditandatangani yakni

  • Nota kesepahaman kerja sama ekonomi antara Kemenko Perekonomian RI dan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRT,
  • Nota kesepahaman kerja sama Proyek Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung antara Kementerian BUMN dan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRT
  • Nota Kesepahaman kerja sama maritim dan SAR antara Basarnas dan Kementerian Transportasi RRT.
  • Protokol Persetujuan antara Pemerintah RRT dan RI dalam pencegahan pengenaan pajak ganda kedua negara,
  • Kerangka Kerja Sama Antariksa 2015-2020 antara Lapan dan Lembaga Antariksa RRT
  • Nota kesepahaman kerja sama saling dukung antara Kementerian BUMN dan Bank Pembangunan China Pembangunan.
  • Nota kesepahaman antara pemerintah RRT dan RI dalam pencegahan pengenaan pajak ganda kedua negara
  • Nota kesepahaman kerja sama bidang industri dan infrastruktur antara Kementerian BUMN dan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRT

Untuk point 5 yaitu Kerja Sama Antariksa 2015-2020 antara Lapan dan Lembaga Antariksa RRT, sudah ada tindak lanjut yaitu pada tanggal 27 Maret 2015 (website lapan.go.id) dengan agenda “Menandatangani Garis Besar Kerjasama 2015-2019 Kedirgantaraan (aeronotika dan antariksa) antara LAPAN – CNSA di Beijing, China “.

CNSA satellite imagery to support Indonesia (Source: CNSA)
CNSA satellite imagery to support Indonesia (Source: CNSA)

Sedangkan kerjasama ttg penginderaan jauh juga telah ditandatangi sebelumnya pada tgl 13 October 2014 , seperti yag dikutip di janes.com, China-Indonesia menandatangani MOU penginderaan jarak jauh” .

China National Space Administration (CNSA) dan Badan Koordinasi Keamanan Maritim Indonesia (Bakorkamla) telah menandatangani perjanjian mendukung upaya terakhir untuk meningkatkan keamanan lepas pantai.

The CNSA mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 10 Oktober bahwa nota kesepahaman (MoU) – yang ditandatangani pada tanggal 6 Oktober – fitur transmisi CNSA data penginderaan jauh untuk Bakorkamla stasiun bumi yang meliputi kepulauan Indonesia yang luas.

Data ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Bakorkamla peringatan dini dan mendukung penegakan hukum maritim dan tanggap bencana. MoU mengikuti penandatanganan tahun 2012 dari China-Indonesia Perjanjian kerjasama maritim dan pembentukan komite kerjasama maritim bilateral.

Berita “China-Indonesia menandatangani MOU penginderaan jarak jauh”  juga dimuat di un-spider.org. Yang dipublikasikan oleh un-spider.org pada tahun kemarin  tgl 20/10/2014.

Kerja sama menyangkut penginderaan satelit untuk mengawasi lautan lewat Pernyataan pers Bakorkamla, berita tsb sbb: Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bakorkamla RI Laksamana Madya (TNI) Laksdya TNI Dr DA Mamahit menandatangani nota kesepahaman perjanjian kerja sama (MoU) dengan China National Space Administration yang diwakili Xie Fang. Kerja sama ini menyangkut penginderaan satelit untuk mengawasi lautan.

Pernyataan pers Bakorkamla, yang diterima Tribunnnews, Rabu (8/10/2014), penandatanganan MoU antara Bakorkamla dengan China National Space Administration dilaksanakan di Gedung Bakorkamla RI Pusat, Jalan Dr Soetomo 11 Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri Seslakhar Bakamla pejabat Bakorkamla Dicky R Munaf, serta perwakilan dari China National Space Administration.

Dalam sambutannya, Kalakhar Bakorkamla Mamahit menyampaikan hibah peralatan pengincaraan satelit jarak jauh yang diberikan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui Bakorkamla sejalan dengan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia. Bakorkamla akan menjadikannya untuk meningkatkan kemampuan ground station yang berada di wilayah Bangka Belitung, dan Bitung – Sulawesi Utara.  Demikian berita yang dikutip tribunnews.com pada hari Rabu, tanggal 8 Oktober 2014.

Tinggalkan komentar