Feb 182019
 

JakartaGreater.com – 35 tahun setelah dicetuskannya program Jet Tempur Ringan (LCA) India, Badan Pengembangan Aeronautika (ADA) pada akhirnya membekukan desain jet tempur Tejas Mark I dengan gambar-gambar pesawat yang diajukan 31 Desember dan sertifikat kesiapan tempur diperoleh dari Pusat Kelayakan Udara dan Sertifikasi Militer (CEMILAC) di bawah Organisasi Pengembangan Penelitian Pertahanan (DRDO), seperti dilansir dari laman Hindustan Times pada hari Sabtu.

Dalam sebuah wawancara, Girish Deodhare, Direktur Pesawat Tempur dan ADA, mengatakan bahwa Tejas pertama dalam konfigurasi operasional akhir (FOC) akan dikirimkan ke Angkatan Udara India (IAF) pada bulan September dan 15 pesawat tempur lain akan dikirim dalam 20 bulan.

Pengiriman akan lebih cepat setelah Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) memutuskan untuk melakukan outsourcing sub-perakitan pesawat kepada perusahaan swasta seperti Larsen & Toubro (L&T).

Jet tempur Tejas melaksanakan pengujian “Air Refueling” © Business Standard

FOC Tejas akan memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara, dipersenjatai rudal diluar jangkauan visual Derby buatan Israel yang memiliki jangkauan 12-40 km, sudut serangan tinggi dengan kemampuan mencocokkan pejuang terbaik dikelas ringan dalam kategori generasi 4 hingga 4,5.

Dari pesanan awal IAF untuk 40 pejuang, Deodhare mengatakan HAL, Bengaluru telah mengirim 12 pejuang dalam konfigurasi operasional awal (IOC) siap-tempur, dengan 4 pejuang berikutnya yang akan dikirim bulan depan. 8 pesawat tersisa akan berada dalam konfigurasi trainer berkursi tandem, yang itu akan mengikuti pejuang FOC dan juga dilengkapi dengan pengisian bahan bakar diudara.

Pesanan IAF yang sedang dinegosiasikan untuk 83 platform lainnya adalah Tejas Mark IA, yang akan dilengkapi dengan radar array dipindai secara elektronik aktif (AESA) yang dikembangkan secara domestik atau menggunakan radar ELTA dari Israel, dalam ikatan dengan HAL. ADA, ungkap Deodhare, sedang menguji radar AESA yang dikembangkan secara mandiri pada Tejas Mark I.

Rudal udara-ke-udara BVR Derby alias Alto (paling kanan) buatan Rafael, Israel yang memili jangkauan 12-40 km © AICK

Deodhare mengakui bahwa ada penundaan dalam program Tejas karena proyeksi waktu yang optimis oleh para perancang, pengembang dan produsennya, dan dia menambahkan bahwa Tejas Mark II akan menjadi “jet tempur medium lanjutan” bermesin ganda (AMCA) dengan mesin GE-414 yang lebih tangguh dibandingkan dengan mesin GE 404 pada Tejas Mark I.

Jet tempur bermesin ganda tersebut nantinya juga akan memiliki varian angkatan laut. Pengembangan Tejas Mark II (AMCA) telah mendapatkan “lampu hijau” dari menteri pertahanan dan diajukan ke Komite Keamanan Kabinet (CCS) agar dapat persetujuan keuangan penuh untuk biaya pengembangan.

Mesin turbofan GE-F404 buatan General Electric, AS © Jeremie M. Yoder via Wikimedia Commons

Meskipun FOC Tejas akan mengalami beberapa “penyimpangan” dari persyaratan kualitatif staf udara, 1985, pesawat tempur itu tidak akan kehilangan kemampuan tempurnya dan secara optimal akan melakukan tugas mempertahankan pangkalan udara dibawah serangan dan perbatasan India.

Sementara, waktu penyelesaian Tejas Mark I tinggi karena perancang fokus pada pengembangan pesawat, terutama untuk pemeliharaan dan perbaikan.

jakartagreater.com

  37 Responses to “35 Tahun Sejak Dicetuskan, Tejas Mark I Kini “Membeku””

  1.  

    pdhl cuaca india panas tp kok bs beku ya

  2.  

    mngkn di taruh di freezer.kali.

  3.  

    Jadilah bangsa yang berfikir dengan logika berbasis fakta..
    Hindari menjadi bangsa yang selalu nyinyir tetapi tidak pandai berkaca muka..

    Jika di balik perjanjian KFX/IFX dimulai dari tahun 2011-2012 skr sdh mendapat apa? dipikir mandiri seperti India itu mudah? dipikir dana R&D itu kecil…

    •  

      Kenapa harus seperti India? Kenapa tak seperti Swedia?

      “Jika di balik perjanjian KFX/IFX dimulai dari tahun 2011-2012 skr sdh mendapat apa?”

      Helooo… saat perjanjian digagas, visi dan misinya tidak sama dengan pemerintah saat ini… paham?

      Jangan beralasan semua demi infrastruktur. Saran saya, silahkan datang ke Sumsel, buktikan itu LRT sepi atau ramai… Silahkan datang ke Kertajati, buktikan itu bandara sepi seperti kuburan atau seperti pasar… Coba buktikan klo jalan tol trans jawa sepi atau membludak karena tarifnya 1,5 – 2jt, konon tujuannya adalah supaya dapat menurunkan ongkos produksi yang otomatis menurunkan harga barang/kebutuhan masyarakat… Jangan cuma koar-koar semua demi infrastruktur… Jangan cuma melihat suatu tujuan di atas kertas, perlu juga di cek dilapangan, bagaimana dampaknya setelah dilaksanakan agar sesuai realita, sehingga ke depan bisa lebih baik…

      •  

        Jadi mau kamu ga usah bikin apa2 gitu, biar di korupsi aja ya uang rakyat gitu maksudnya?

        •  

          Harus dipertimbangkan dengan lebih matang… tuh sudah saya sebut diatas “sehingga ke depan bisa lebih baik…”

          masalah korupsi/kebocoran sudah diakui wapres bahwa hal tersebut memang ada.

          paham mbah (dian) sastro? 😛 hihihihi

      •  

        Bukannya yg ada LRT itu di Palembang ya, bukan di Lampung. LRT sepi itu buktinya apa?? Data jumlah penumpang perbulan/pertahun atau cuman sekilas lewat Video?? Kalo cuman lewat Video, KRL juga sepi coy kalo udah pemberangkatan terakhir.

        Ane yakin Si Lingkar lum pernah ke Palembang apalagi naek KRLnya. Tarif 1,5 juta itu kalo dari Jakarta ke Surabaya. Maksud pemerintah mengurangi biaya angkut itu untuk rute jarak menengah. Kalo jarak jauh itu udah ada Tol Laut Jakarta-Surabaya. Asal tau aja, ngirim barang jarak jauh lebih dari 500 km lewat Tol jelas lebih mahal. Akan lebih baik dikirim lewat Laut atau Kereta Api.

        1.) Bawa kontainer lewat Pantura rute JKT-SBY abis 1,6-2 buat segala macam. Waktu yg dibutuhkan 2-3 hari.
        2.) Bawa kontainer lewat Tol rute JKT-SBY abis 1,5 jt khusus buat bayar tol. Waktu tempuh yg dibutuhkan 12-18 jam.
        3.) Bawa kontainer lewat Tol laut rute JKT-SBY abis 1,3 jt buat bayar muatan dikapal. Waktu tempuh 24 jam dg kemampuan angkut lebih besar.

        •  

          Beruk Gatol ini sok tau benar. Kalo gak paham atau gagal paham jng nggedabrus ruk…beruk kawannya mhalon.

          1. Kontener yg lewat pantura JKT-Sby cuma keluar biaya 550 rb ruk gatol, utk biaya timbang setiap lokasi. Dr mana itungan ente 1,6-2 jt. Krn kontener lebih tertib dan taat batas maksimum berat muatan. Maksimal 22 ton. Beda dng truck bak terbuka atau gandengan yg tdk taat muatan. Makan pisang sana dulu ruk gatol.

          2. Ente tau nda batas kecepatan utk kendaraan bermuatan yg melewati jalan toll? Dr mana hitungan 12-18 jam. Kecepatan maksimal 60 Km yg diijinkan utk kendaraan kontener lewat di jalan toll ruk…beruk gatol, dng waktu istirahan supir rata2 6 jam utk trip JKT – SBY di 3 titik.

          3. Ini yg paling parah sok taumu ruk…beruk gatol. Perusahaan ekspedisi mana yg mau dibayar 1,3 jt lewat laut utk JKT-SBY.? Truckingnya aja sdh 2 jt masuk pelabuhan periuk, biaya THC pelabuhan aja sdh 1,1jt, biaya lolo striping keluar pelabuhan sdh 600 rb, biaya trucking SBY 1,5 jt. Itu diluar biaya sewa kontener. Waktu tunggu bongkar sdh 1 hr masing2 pelabuhan SBY dan JKT

          Makanya utk JKT-SBY kebanyakan mereka bawa pake truck treller lewat jalan arteri. Karena mereka biasa berangkat malam lebih cepat.
          Keluarkan data pengiriman barangmu ruk gatol, jika apa yg ente omongkan itu benar. Kalo gak benar laun kali jng slk mbual ruk gatol ya….xicixicixi

          •  

            Hajar dik, klu bisa jgn lg kasih jatah
            😆 😆

          •  

            whueellleehhh….ente ini manas manasin. Ane gak tertarik provokasi ente. Ane cuma mau kasi tau sama beruk Gatol keturunan bangla ini, utk lebih menghargai bangsanya kalo dia merasa bangsa Indonesia. Bukan malah bangsanya.dng sebutan indon.
            Dasar B4B1, Cheleng, Beruk Gatol….xicixicixi

          •  

            Klu adik sudah ngomong begitu? Tentu lingkar akan brbunga bunga, krna lingkar tdk perlu lg menunggu giliran
            😆 😆

          •  

            pepet teros om, jangan kasih kendor ahahahah

          •  

            Bung Ruskye, Budak Indon yg terhormat. Ane kasih tau ya.

            1.) Truk lewat jalur Pantura emang bayar timbangan kurang lebih sebesar 550 rb. Tapi masak iya itu truk gak diisi solar?? Ente kira truknya mau jalan pake didorong gitu?? Belum buat makan, belum buat ngasih palakan preman dan oknum. Belum buat biaya cadangan kalo bocor dijalan. Ente kira uang 550 rb cukup gitu??

            2.) Truk berhenti 3 kali bener kalo itu lewat pantura. Kalo lewat Tol atau sebagian perjalanannya lewat tol jelas cuma butuh 2 kali waktu istitahat. Jarak tol JKT-SBY itu 760km, kalo keceoatan maks 60km perjam nonstop berarti hanya butuh 12 jam 40 menitan. Kalo 2x istirahat waktunya masih dalam range yg ane sebut 12-18 jam. Kalopun ampe 3x istirahat sekalipun itu juga cuman lebih 40 menit. Lagian ente kira sopirnya gak gantian gitu?? Kalo bawa sendiri jelas capek banget lah. Ente gak mikir apa.

            3.) Biaya angkut dg kontainer memang mahal. Total biaya THC bisa sampai 40% dari Total biaya transportasinya. Itu juga kalo diangkut pake kapal kargo kontainer.

            BTW, Bung Ruskye, Budak Indon yg terhormat pernah denger Kapal Ro-Ro gak?Pernah denger ada kapal Ro-Ro bisa ngelayani Rute Jakarta-Gresik?? Waktu loading-Unloading di Kapal Ro-Ro cukup 2 jam dan perjalanan 22 jam. Total 24 jam. https://kabarbisnis.com/read/2874227/kurangi-beban-jalur-darat-arpeni-siapkan-4-kapal-roro-jakarta-surabaya

            Ente kurang jauh mainnya Ndoon, Indoon. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            Beruk gatol keturunan cheleng bangla yg bebal..hehe

            1. Kalo ente gak paham mending mingkem. Klo yg dipalak preman/oknum yg ente maksud itu mobil truck terbuka, kalo kontener muatannya sdh terstandar gak mungkin over…mlehoy. Trus kalo lewat jalan tol emang gak perlu solar jg gitu ruk..beruk.? Trus klo lewat jalan tol gak mungkin pecah ban gitu ruk beruk.? Emang supirnya gak perlu makan gitu.? Ente mau ngitung biaya resmi atau uang saku supir ruk…beruk?

            2. Ini tambah parah sok tau ente ruk beruk. Jika bermuatan kecepatan truck kontener dan truck gandeng dijalan itu tidak lebih dr 50 Km. Gak ada yg sampe 60 ruk..beruk. Terbalik itu kendaraannya. Memang nda paham benar ente, mau sok jelasin. Waktu istirahat tidak pernah hanya 40 menit ruk…beruk, apalagi dng jarak segitu panjang. Ente kagak liat di rest area tol itu keneknya sampe tidur dibawah truck.?

            3.Dimana ada ongkos 1,2 jt walaupun pake kapal roro sekalipun ruk…beruk gatol.? Ente cerita diatas perbandingan ngrim barang ruk..beruk gatol
            Jng melintir2 ya beruk gatol.
            Ekspedisi mana yg mau kontenernya lewat tol laut kalo cuma JKT-SBY yg notabene ongkos lebih mahal dan lebih lama ketimbang lewat jalur pantura beruk gatol keturunan cheleng.? Emang ente kira ngantri masuk kapal roro itu spt ente ngantri masuk jalan tol? Parah bener pengetahuan ente.Tunjukkan kalo ada jng hoax donk.

            Mending ente ngempeng sono sama emak ente ruk…beeuk gatol keturunan cheleng bangla. Dr pd ente kibulin ini fans boy dng pengetahuan sok tau ente tp pepesan kosong….xicixicixi

          •  

            Hajar saja…beruk gatol, ini akibat kebiasaan makan pisang sama kulitnya….

      •  

        Mana ongkosnya supaya gue tinjau infrastruktur tersebut, apakh layak mndapatkn keuntungan apa tidak infrastruktur tersebut
        😆 😆

        •  

          Gampang loe bilang? F35 saja blm kelar, gimana mau mengongkosi gue, dasar ngeles recehan

          Mmng infrastruktur dibutuhkn dr berbagai kalangan masarakyat terutama utk mmpermudah akses kemana saja, masalahnya infrastruktur yg dicatak itu hutang yg makin menumpuk sementara pendapatan ekonomi indonesia menurun, bisa jd nanti infrastruktur trsebut dijual ke swasta
          😆 😆

          •  

            Dik,.Infrastruktur itu biayanya sangat besar. Makanya sangat jarang ada Infrastruktur yg dibangun tanpa utang. Kalopun ada, proyek dan nilai proyeknya gak besar. Contohnya jalan Lingkar semanggi. Tapi, kalo.mau buat Infrastruktur macam trans utara kalimantan, Trans Papua atau waduk² lainnya jelas tetap harus pake utang. Apalagi manuver budgeting APBN kita nggak banyak.

            Emangnya ada cara gitu bangun Infrastruktur massal tanpa utang. Coba sini jelasin cara ente bangun Infrastruktur tanpa utang.

          •  

            hutang itu tdk dilarang tapi hutang trsebut mmng menguntungkan & hutang trsebut hrs dilihat dr penghasiln negara diberbagai sektor
            😆 😆

      •  

        Wah untuk yang ini saya tidak setuju dengan anda bung Lingkar… dulu pas pertama kali dicanangkan Busway banyak pihak sewot dan merasa jalanan makin macet, apalagi ketika merambah wilayah PI yang notabene kawasan elit… TOL JORR pertama kali ada, itu sumpah temen saya sampai senewen berat karena cuman jarak sepintu gerbang bayarnya 7.500 kala itu padahal Tol paling mahal harganya masih 5.000, Tol Cipali pertama dibuka juga sama, Rp 107.000 jelas harga yang lumayan mahal dibanding tol cikampek yang hanya 12.500… tapi ada konsekuensi logis yang akirnya mengikuti, ada alternatif jalan dibanding lewat pantura Indramayu yang dulu terkenal karena setiap mau lebaran pasti ada perbaikan…
        LRT dan MRT jelas saat ini akan lebih banyak sepinya karena mahal, tetapi jelas setelah 3-5 tahun kemudian orang2 akan menjadikan MRT dan LRT seperti Busway ataupun KRL…
        Harus diketahui kalau sebenarnya pembangunan infrastruktur ini seharunya sudah dimulai dari era pak Suharto… tetapi baru diera sekarang ini akirnya babak belur ngebut untuk mengejar ketertinggalan… Infrastruktur jelas jauh lebih berguna daripada subsidi langsung seperti subsidi minyak… karena akan digunakan dalam waktu lama…
        Jika anda pernah mengalami kemacetan simpang Jomin di kala lebaran, pasti anda akan lupa saat ini betapa rumitnya kala itu… itulah gunanya infrastuktur, tidak bisa dinikmati secara ekonomis dalam waktu dekat tetapi akan menjadi sebuah hal yang biasa dan membantu beberapa tahun kedepan…

  4.  

    Besok² Pak Wowo beli Unicorn aja pake duit hasil jual lahan di Kaltim dan Aceh aja biar paham mana Kuda mana Unicorn. Biar bisa bantu bukain lapak dan lapangan usaha untuk rakyak kecil pake Oce Oye, sekalian dikasih modal juga tuh.

    Cukup Pak Jokowi aja deh yg jadi Presiden. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Kmrn prabowo, ini jokowi, besoknya susi pujiastuti, besoknya roky gerung, tapi msh untunglah gue tdk menyebutkn besoknya agato, krna bisa jd klu agato tentu bukan cuma jidatnya ajja amerika tapi celana dalamnya juga amerika 😆

      itu lahan katanya tdk memilki hak kepemilikan tentu tdk bisa dijual tapi disewa memiliki hgu tentu punya bukti taat bayar pajak ke negara, jk tdk tentu pemerinthan jokowi akan mmperkarakannya tapi faktanya tidak, brarti secara hukum itu sah disewa oleh prabowo, tapi anehnya jokowi kok mengumbar usaha prabowo yg legal tapi prabowo mengatakan uang indonesia 8000 trilyun sudah trbang keluar

      Tapi jk lahan tersebut diambil negara utk dibagi bagikan ke warga menggunakn sertifikat? Siapa yg mau kalau akses ke sana infrastruktur blm memadai, sementara warga blm punya modal utk menanam tanaman muda blm lg infrastruktur yg blm memadai, tentu saja klu sperti itu bukan tdk mungkin tanah yg sudah dibagikn kpd warga dijual kpd para pemilik modal, bukan tdk mungkin pemilik modal trsebut menanam sperti yg ditanam prabowo penghijauan yaitu sawit
      😆 😆

    •  

      lah ngebrel masalah teknis pesawat kok bisa lari ke jalan tol, emang brp tarifnya kalo pesawat lewat tol?

    •  

      Walah….ini akibat ngempeng berlebihan

  5.  

    Pusing saya baca coment2 nya, tulisannya kecil-kecil

  6.  

    Bukan cuma komen mu, tpi semua burem

  7.  

    yang hauuss… yang hauuss… yang abis kampanye di mari, aer infus nya diminum dulu

  8.  

    Malah pada kampanye, kata KPU : pilihan ada 2, pilihlah satu kalau pilih kedua tidak sah …..

    Ane tidak coblos keduanya kok 😎

  9.  

    Tejas membekunya di jalan tol cipali nih xixixixi