35 Tentara Israel Tewas di Gaza

116
1260
Tentara Israel yang meratapi rekan mereka yang tewas (photo AP)
Tentara Israel yang meratapi rekan mereka yang tewas (photo AP)

Rabu pagi tiga pasukan payung Israel tewas, membuat korban tewas sejak awal operasi darat di Gaza menjadi 35. Ini sangat mungkin orang-orang yang duduk di pusat komando tahu bahwa hal ini akan menjadi harga yang harus dibayar Israel untuk mencari dan menetralisir ancaman terowongan Hamas. Masyarakat, masih banyak mendukung operasi, namun mereka terkejut. Selama Operasi Cast Lead tahun 2009, lebih dari 23 hari pertempuran, tentara Israel hanya kehilangan 10 prajurit, empat diantaranya tertembak teman sendiri. Kali ini terlihat berbeda. Mengalami ?.

Berikut ini (24/07/2014) beberapa operasi pasukan yang tidak dapat dihindari yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Ambil kasus Brigade pasukan payung (paratroopers),peleton pasukan penghancur yang diterjunkan pada hari Rabu pagi. Seperti unit lapangan lainnya, mereka menerima daftar harian tujuan operasi. Daftar ini mencakup mengamankan persimpangan tertentu; maju menuju penyimpanan roket; mengambil alih kontrol atas bangunan yang digunakan Hamas sebagai rumah masuk terowongan; membangun perimeter keamanan bagi pasukan pembongkar yang bekerja pada terowongan di lingkungan yang tidak bersahabat, dengan jumlah bahan peledak yang menakutkan; meletakkan kordinat penyergapan untuk regu roket; dan sejumlah tugas lainnya. IDF belum menyampaikan secara eksplisit tugas apa yang harus dilakukan pasukan payung tapi hampir semua tugas di atas akan dibutuhkan, ketika beroperasi di daerah perkotaan dan perumahan.

Awal pekan ini Shin Bet dipasok data real-time intelijen tentang rumah jebakan di Khan Younis yang telah menyelamatkan banyak nyawa. Pada hari Rabu, tidak ada peringatan. Sebuah tim dari Hamas, bersembunyi di penyergapan, menunggu sampai pasukan payung Israel memasuki rumah dan kemudian menekan tombol detonatornya. Bagian rumah hancur dan Hamas melepaskan tembakan, menjepit kekuatan pasukan Israel.

Komando pusat Israel belum merilis informasi tentang apa yang terjadi, hanya mengisyaratkan ada tambahan 18 tentara terluka dalam serangan itu. Pemerintah pusat Israel memiliki tujuan yang jelas dalam misi ini – untuk menghancurkan terowongan serangan Hamas yang 31 telah ditemukan – dan itu berarti orang-orang yang membangun terowongan tersebut tahu persis di mana untuk meletakkan penyergapan; rumah di sekitar lubang masuk terowongan bisa dijadikan jebakan bom, begitu pula dengan lubang masuk terowongan itu sendiri.

Tentara dari Brigade Givati Israel menemukan terowongan Hamas 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/FLASH90)
Tentara dari Brigade Givati Israel menemukan terowongan Hamas 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/FLASH90)

Terowongan: Bertolak belakang dengan Operasi Cast Lead. Seorang tentara yang bertugas di unit pengintaian Brigade pasukan payung selama Operasi Cast Lead mengatakan bahwa tujuan utama pada saat itu, seperti yang disampaikan kepada pasukan, mereka hanya bertugas menetralisir Hamas lewat perangkat / dari udara dan menghindari gesekan pasukan di darat. “Kami berada di daerah tembak-menembak sepanjang waktu,” kata operator udara yang beroperasi di Gaza selama misi 23-hari. “Kami tahu di mana senjata itu,” katanya, “tapi mereka bilang itu terlalu berbahaya, terlalu rumit.”

Sebaliknya, kata dia, pasukan payung sering ditempatkan di daerah kosong pinggiran kota. Mereka bertugas dengan perintah utama tetap hidup, untuk menghapus kesan lembahnya pasukan Israel saat dipermalukan dalam Perang Lebanon Kedua. Pada satu kasus, pejabat brigade intelijen mengatakan kepada mereka untuk menancapkan tinggi tinggi bendera Israel di sebuah bangunan di Jalur Gaza utara, bukan untuk berperang, dan misi itu akhirnya dibatalkan. “Kali ini ada target yang nyata,” katanya, “dan untuk itu Anda membayarnya dengan harga riil.”

Brigade Pasukan payung Israel menemukan terowongan Hama di Gaza, 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/ FLASH90)
Brigade Pasukan payung Israel menemukan terowongan Hama di Gaza, 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/ FLASH90)

Rudal anti-tank: Seorang perwira intelijen senior saat konferensi kepada wartawan mengatakan bahwa saat ini taktik Hamas tidak berubah banyak dalam pertempuran, namun persenjataan mereka menunjukkan peningkatan. Dia berbicara tentang senjata Hamas yang canggih, rudal anti-tank buatan Rusia, yang beberapa diantaranya khusus dibuat untuk pertempuran perkotaan seperti RPG-29. Letnan Kolonel Peter Lerner menambahkan bahwa “komponen rudal antitank” ada dalam setiap serangan Hamas terhadap tentara Israel di Gaza.

Misil-misil tersebut, tidak seperti roket buatan Hamas sendiri, karena mampu membunuh secara efektif. Dan keadaan ini menjadi salah satu alasan keluarnya perintah tegas bagi pasukan di lapangan untuk bergerak cepat, menandai target, memanggil para ahli penghancuran, dan pergi. Lerner memerintahkan pola pikir: “bersihkan dan bergerak, bersihkan dan bergerak”. Pasukan diberitahu untuk tidak membangun posisi defensif melainkan untuk bergerak cepat dan pergi dengan cepat, karena semakin lama skuad bergerak, bahkan ketika bersembunyi di sebuah apartemen, semakin besar risiko terlihat dan terkena rudal antitank. Ini adalah salah satu pelajaran taktis utama dari Perang Lebanon Kedua. Di Shejaiya, tentara harus beroperasi di lingkungan perkotaan yang paling banyak rumahnya. Pasukan tidak memiliki banyak pilihan selain untuk masuk ke rumah itu yang akhirnya bisa terkena ranjau bom yang dipasang Hamas.(timesofisrael.com).

116 KOMENTAR

    • Kalau latihan perang kota sudah sering bung. Pernah sekali “berpartisipasi” perang kota di tengah kota lhoksemawe, tapi ini seperti maen perang-perangan saja bung, tak terlalu berkesan, musuhnya kabur mulu. Pernah prajurit saya sangkin kesalnya sama musuh pernah bilang begini sambil teriak..”woi,,kau serius perang atau ga? Nek ra wani tembak-tembakan, kita berantam pake tangan kosong saja”

      • hahaha…jadi maen “petak umpet” bung….salam,
        buat warjager yg pgn…sedang mudik hati” ya di jalan…semoga selamat semua sampai tujuan bertemu dgn orang”..keluarga..kampung halaman tercinta,
        buat mereka yg tetap on duty….selamat bertugas,
        mohon maaf lahir

      • Bung sempak…prajurit anda menghadapi hal itu karena kita gagal menerapkan strategi anti gerilya…

        modal gerilya adl. Mental yg kuat,Rakyat yg membantu dan ruang gerak yg cukup…mental yg kuat di tumbuhkan dari indoktrinasi yg intensif.rakyat yg membantu di pupuk dr nasib dan tujuan yg sama antara gerilyawan dgn rakyat.ruang gerak yg cukup didapat dr kantong kantong gerilya dlm wil kekuasaan musuh yg disusun bersama rakyat…

        Anti gerilyanya adl. Pisahkan rakyat dgn gerilyawan,indoktrinasi ulang rakyat dan gerilyawan yg tertangkap dan hilangkan ruang gerak gerilyawan…gerilya dan rakyat bs dipisahkan dgn perlakuan baik pada rakyat dan tunjukkan tentara kita lebih baik dlm melindungi rakyat drpd gerilyawan.indoktrinasi ulang dgn cara rutin menggelar pengayoman dlm berbagai kesempatan dan lepaskan kembali gerilyawan yg tertangkap setelah kita tunjukkan pentingnya NKRI bg kita bersama.persempit ruang gerak gerilya akan berjalan dgn sendirinya kalau dua hal yg sdh sy sebutkan sdh berjalan efektif dan rakyat berpihak pd tentara…

        Itu yg gagal dilakukan pemerintah dan tentara di aceh saat DOM…

  1. Brigade Izzudin Al-Qassam mmg sudah berbeda dri 2008 lalu , dulu mereka suka konvoi , sekarang ??? Beberapa pasukan komando Jordania yg notabene pernah dididik salah satu jenderal dari Kopassus sudah melatih Hamas , itulah mengapa israel kewalahan menghadapi perlawanan dri Palestina , maka dari itu Israel sdg menghadapi pasukan komando bukan lagi menghadapi pasukan amatiran spt tahun 2008 lalu…

    NKRI HARGA MATI…!!!

    • Sorry bung jgn dikit2 muslim, palestine berbicara masyarakatnya, palestine bukan hanya muslim, mereka sama kaya kita berbaur baik yg muslim dan nasrani dan yg lainnya. Ini kata ustad Indonesia yg relawan disana, saya nton di tv yg punya nasdem, marilah kita disni melihat sebagai sudut pandang kemanusiaan, tempatkan diri kita sebagai org yg diposisi mereka gmn, brti kalau yg mati bukan palestin yg muslim anda tidak simpati dan berdoa? Atas nama kemanusiaan itu tidak melihat agama, negara, suku, keturunan apa. Salam Damai Bung, selamat menunaikan Ibadah Puasa buat teman temanku yg menjalankan, semangat tinggal 1-2 hari lg 🙂

  2. perpaduan strategi sarang semut/rayap DG hit and run.
    jika hamas ini memang benar dididik kopassus berarti hamas juga harus mempersiapkan penangkal apapun dari dididikan kopassusny! mengapa? info ini percaya atau tidak sudah masuk evaluasi Israel pada penyerangan/ agresi mendatang. bisa juga yang melatih Israel nanti adalah Dari kita, SAS dll.
    saya jadi teringat peristiwa pembebasan irian yg mana awak whiskey class sebagiannya adalah navy ny USSR.

      • Terimakasih sebelumnya bung cahyo , dari info yg saya ketahui , pasukan komando jordania sudah masuk kedalam bagian Hamas , kayaknya strategi yang diajarkan mantan danjen kopassus itu tidak semuanya deh , itu hanya melatih dalam bentuk pertemanan dgn Raja Jordan waktu itu , saya tdk mengetahui atau mau membuka info” yg hoax …. , saya tahu anda butuh kepastian , maka dri itulah ….

        • He he…sy jadi ingat celetukan pemuda subijantoro (kemudian menjadi komandan kavaleri pertama TNI AD) saat mengomentari prajurit artileri kita di bawah komando pak gumbreg dlm pertempuran surabaya dlm buku TRIP dan perjuangan kemerdekaan:
          “aku heran bagaimana jepang melatih pemuda pemuda heiho kita yg buta huruf mengoperasikan meriam,mortir dan tekidanto?…bagaimana mereka mengajarkan perhitungan trigonometri dan derajad sudut elevasi untuk mengukur jatuhnya peluru meriam pada pemuda pemuda lugu dan tdk pernah makan bangku sekolahan itu? Tepat sasaran lagi…” :mrgreen:

          • ada beda ‘modus operandi’ prajurit artileri dan infanteri.

            prajurit artileri (di kondisi geografis dan alam seperti apapun) akan menyiapkan meriam mereka sekian belas / puluh km dari sasaran, prosedur penembakan sama tanpa melihat diantara meriam dan sasaran terpisah oleh hutan belantara, rumput dan semak (stepa) atau gurun pasir berbatu.

            prajurit infanteri dengan senapan serbu harus merapat ke sasaran, baru terjadi engagement.
            apakah alam menyediakan perlindungan (concealment) selama prajurit merapat ke titik engagement menjadi masalah penting.
            di gurun pasir gundul kehadiran mereka mudah dideteksi drone / pesawat pengintai, dan rentan terhadap hadangan pesawat CAS / Coin, beda dari belantara vietnam yang memudahkan vietcong membulan2i tentara AS.

            If a target is disciplined and well fortified, like Israel, attackers have difficulty traversing the battlefield to engage it. By providing concealment up to the moment of engagement, tunnels are a labor-intensive but cheap alternative.

            trick prajurit hamas untuk mengatasi kendala medan gurun adalah dengan tunnel warfare, yang setahu saya masih asing untuk prajurit TNI…

            http://img.washingtonpost.com/rw/2010-2019/WashingtonPost/2014/07/25/Outlook/Images/Washington%20Post%20tunnel%202.jpg?uuid=BPFW6BQNEeSY7trqhRM7yQ

        • Klo menurut saya yang terpenting adalah bagaimana menguasai konsep, taktik, dan strategi perang gerilya. Jadi dimanapaun lingkungannya, bisa diaplikasikan berdasarkan kondisi lingkungan. Kesuksesan pasukan PBB TNI di negara Afrika yang berhasil menahan 3000 pemberontak dengan hanya menggunakan kekuatan 30 orang jg menurut saya aplikasi dari konsep gerilya dimana kita menggunakan kecerdasan kita terhadap situasi, kondisi, dan lingkungan dimana peperangan terjadi.

    • Tetap ada nilainya bung danu…bagi hamas nilai militernya sangat besar karena bs menunjukkan pada dunia bahwa mereka menaati konvensi jenewa dgn cm menyerang target militer…

      bagi israel besar jg…nilai jagalnya tapi :mrgreen: menunjukkan mereka sama saja dgn nazi dan serbia…nentanyahu sama saja dgn Himler dan slobodan milosevic…penjahat perang…

      Kalau ada Yahudi yg tewas tdk bs disamakan dgn rakyat palestina karena hakikatnya mereka adl.pasukan cadangan…sekali keadaan darurat diumumkan dan mobilisasi umum dikumandangkan mereka adalah prajurit aktif yg siap memanggul snjata..seperti skrg…

  3. Ya saya hanya menyesalkan yg dikit dikit agama yg dibawa. Saya sama dengan bung Imperfections yg melihat ini dalam sudut pandang Palestina vs Israel bukan Muslim Palestina vs Israel. Sangat disayangkan kalo pemikirannya kaya gitu, msh terlalu sempit sekali.

    Palestine kompak anti Yahudi, baik yg di dalamnya itu muslim dan nasrani, ucapan Palestine kompak ini dr seorang ustad indonesia yg relawan dsana,, dan saya suka ustad yg begini, netral dan layak di dengar.

    Intinya rukunlah kita beragama, saling menghormati. Niscaya kita sulit di adu domba oleh asing dengan cara apapun, apalagi cara yg terkenal adalah caranya VOC yaitu Devide et empera ( mohon ralat kalau penulisannya salah ). Sekian salam NKRI

  4. Hamas skrg beda bgt dgn yg dulu…udh banyak taktik n strategi yg d gunakan layaknya pasukan khusus..smg k depan Hamas bisa lbh jauh lg menyusup k jantung lawan & membuat kejutan yg gak akn bisa d lupakan bani israel..doaku menyertaimu dlm melawan zionis penjajah.

  5. Gue Copas dari sebelah :

    BRIGADES AL-QOSSAM PALESTINA : THANK U Mr.PRABOWO.

    BENANG MERAH PRABOWO DAN HAMAS PALESTINA
    TERIMA KASIH PAK PRABOWO, DIANTARA PASUKAN HAMAS TERDAPAT MANTAN DIDIKAN PUSDIK PASSUS BATUJAJAR.

    Bahkan Menlu Amerika Mengakui Pasukan Hamas Lebih Elit Daripada Militer Israel.
    Menlu AS John Kerry mengatakan kini Israel tahu Hamas tidak lagi diperkuat prajurit amatiran seperti tahun 2008.

    “Sejauh ini, Israel tidak berhasil
    melumpuhkan Hamas,” ujar Kerry, dalam wawancara dengan CNN. (Baca: Menlu AS:
    Kini, Hamas Bukan Lagi Pejuang Amatiran )

    “Hamas menggunakan terowongan untuk menyergap dan menangkap tentara dan menembakan roket ke Israel,” lanjutnya.

    Menurut Kerry, Hamas dan faksi-fasi militernya seolah menemukan cara baru mengatasi Israel ketika melihat pasukan zionis mengubah taktik serangannya. Salah satunya, masih menurut Kerry, penggunaan
    roket jarak jauh.

    “Seorang tentara Israel mengatakan Hamas
    sedang bertempur seperti Hizbullah tahun 1980 dan 1990 an, atau perang
    Hizbullah-Israel di Lebanon tahun 2006,” lanjut Kerry.

    Perubahan ini terlihat di Shaja’ia. Israel menyerbu dengan taktik konvensional. Hamas meladeni dengan satu set ketrampilan, yang
    mungkin tidak pernah dibayangkan Israel. Siapa Pasukan Hamas ini?

    Siapa yang melatih mereka, ketika kami menghubungi rekan rekan di Pasukan Khusus Jordania,
    betapa kami terkejut mendapatkan kabar bahwa sebagian dari Pasukan Komando Jordania yang pertama kali dididik dan dibentuk Oleh Kopassus ikut bergabung
    dengan Hamas dan Fatah serta melatih taktik baru buat Hamas.

    Pada Tahun 90an Prabowo pernah membawa,melatih dan membentuk Pasuk Komando
    Jordania dengan Komandan nya adalah Pangeran Abdullah yang merupakan sahabat Karib beliau… mereka di bekali dengan berbagai keterampilan Pasukan Komando,
    mulai dari Gerilya Kota, Hutan, Pertempuran Jarak dekat, Observasi, Patroli Buru, Anti
    Gerilya.

    “Tahun 2008, Hamas hanya pasukan yang suka berparade di jalan-jalan Gaza, tapi gagal menghentikan pasukan Israel,”
    “Hamas yang sekarang, dengan banyak sayap militernya, adalah pasukan dengan taktik komando. Mereka tahu bagaimana
    memanfaatkan setiap jengkal wilayah Jalur Gaza.
    Tidak hanya itu, saat ini Hamas
    menyembunyikan profil-nya dengan tidak banyak berparade di jalan-jalan.”

    Mereka banyak membangun Terowongan dan digunakan sebagai Pos Observasi, setiap
    jengkal Wilayah Gaza mereka membuat Peta Jarak serta Jalan Pelolosan serta menyiapkan penghadangan…
    TERBUKTI kemarin Hamas membuat jebakan terhadap
    pasukan Israel dan langsung melaksankan operasi Penyekatan dari Bala Bantuan Israel.
    Saat ini Pasukan Hamas sedang
    mempersiapkan anggotanya untuk melakukan Infiltrasi dari Laut dan Membaca Peta Kompas Laut.
    Jika anda datang ke perbatasan Jordania dan Palestina kemudian anda menggunakan Kopiah Hitam, maka anda akan langsung
    ditanya oleh mereka, Soekarno dan Prabowo

  6. kan dari maren ane dah bilang, kalo mo masuk gaza pake cara cepet..kagak percaya..
    punya satelit punya dron masak kagak bisa ngedetek secara jitu, payah..

    israel pulang aja, cuci kaki cuci tangan ganti popok trus bobok..alutsista seabreg, pasukan paling tangguh dunia akerat katanya, mental misih kayak tikus..strategi israel kelas kampung ternyata 😀

  7. falm@saya setuju bgt pendapat anda,mereka2 pikir palestine itu cm islam..jd sdkt saja terjadi konflik di palestine,langsung dikaitkan dgn islam..kesannya justru seperti menggiring agar sesama umat agama bermusuhan..bosan dan menjijikkan

  8. cahyo@anda keliwat bangga dgn kopassus jadinya ngawur bgtu..klo blh saya jujur,justru hamas jauh lbh terlatih dan punya nyali dibanding kopassus..gmna teori nya hamas dilatih kopassus hahaha cb turunkan kopassus di gaza buat lawan tuh pasukan israel,sementara hamas jd penonton..lawan tuh serbuan israel dan iklim ekstrim disana,hadeehh pasti akan ada kabar “indonesia berkabung”

  9. @frans tolong perhatikan baik baik comment saya. pernah saya menyebut cewe asu yg tewas dibolduser israel nah tuh cewe setahu saya non muslim lalu saya pernah menyebut vatikan yg menyeru hentikan perang, lalu christiano ronaldo yg mendukung palestina, dari situ bisa diambil kesimpulan kalau saya tdk selalu melihat konflik palestina israel adalah konflik agama, lha masyarakat israel juga ada yg muslim

  10. klo memang benar adanya y mohon jangan d share taktik n strateginya hamas ato kopassus. dulu pada zaman Indonesia masih dijajah secara fisik banyak kok wna yg sukarela membantu yg saya tahu: jerman Dari awak u boat, jepang Dari mantan tentaranya kayak sukardi orang Malang skrg, Australia dari seorang pilot.

  11. Kalo mnrt saya semua taktik dan strategi perang itu bisa diadopsi dr berbagai masa dan tempat, sejarah sudah memberikan literatur (proven) spt terowongan, jebakan, ato bahkan parit dll…intinya cm penyesuaian dan aplikasi di medan masing2, tentu saja dng pertimbangan keadaan dan kekuatan yg ada…semoga palestina bisa memberikan pelajaran pd dunia tentang apa arti perjuangan mereka dan apa yang mereka perjuangkan, amien

  12. tapi unik sekali ya hamas bergerilya, mereka meniru cara vietkong dengan membuat terowongan, tapi di vietnam kan tropis, biasanya di timur tengah cara perangnya dengan berame-rame tapi ini menggunakan terowongan, hamas tau kelemahan mereka di udara, israel selalu menggunakan serangan udara makanya mereka merubah cara berperang mereka dengan bertahan menggunakan terowongan…

      • Betul bung, tentunya dengan SWOT jelas. Dimana kelemahan kita ya jangan melakukan perang disektor itu. Dimana kekuatan kita, ya silahkan diperkuat disektor itu. Tehnik gerilya adalah assimetric warfare pada intinya, mengkolaborasikan kondisi lingkungan (termasuk cuaca atau musim, timing) dan yang kita miliki untuk mengalahkan musuh. Jadi tidka melihat apakah itu di gurun, di hutan, di rawa, di laut. Konsep gerilya ini tetap bisa dilakukan.

  13. akhirnya ada sebuah pengakuan siapa yg melatih hamas.

    pasukan komando yordania yg di latih oleh team prabowo.

    info sedikit, yordania sdh memetakan ancaman perang dgn israel & sdh memetakan tuk menetralisirnya di bawah asistensi prabowo.

    cukup infonya itu saja.