Jul 262014
 
Tentara Israel yang meratapi rekan mereka yang tewas (photo AP)

Tentara Israel yang meratapi rekan mereka yang tewas (photo AP)

Rabu pagi tiga pasukan payung Israel tewas, membuat korban tewas sejak awal operasi darat di Gaza menjadi 35. Ini sangat mungkin orang-orang yang duduk di pusat komando tahu bahwa hal ini akan menjadi harga yang harus dibayar Israel untuk mencari dan menetralisir ancaman terowongan Hamas. Masyarakat, masih banyak mendukung operasi, namun mereka terkejut. Selama Operasi Cast Lead tahun 2009, lebih dari 23 hari pertempuran, tentara Israel hanya kehilangan 10 prajurit, empat diantaranya tertembak teman sendiri. Kali ini terlihat berbeda. Mengalami ?.

Berikut ini (24/07/2014) beberapa operasi pasukan yang tidak dapat dihindari yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Ambil kasus Brigade pasukan payung (paratroopers),peleton pasukan penghancur yang diterjunkan pada hari Rabu pagi. Seperti unit lapangan lainnya, mereka menerima daftar harian tujuan operasi. Daftar ini mencakup mengamankan persimpangan tertentu; maju menuju penyimpanan roket; mengambil alih kontrol atas bangunan yang digunakan Hamas sebagai rumah masuk terowongan; membangun perimeter keamanan bagi pasukan pembongkar yang bekerja pada terowongan di lingkungan yang tidak bersahabat, dengan jumlah bahan peledak yang menakutkan; meletakkan kordinat penyergapan untuk regu roket; dan sejumlah tugas lainnya. IDF belum menyampaikan secara eksplisit tugas apa yang harus dilakukan pasukan payung tapi hampir semua tugas di atas akan dibutuhkan, ketika beroperasi di daerah perkotaan dan perumahan.

Awal pekan ini Shin Bet dipasok data real-time intelijen tentang rumah jebakan di Khan Younis yang telah menyelamatkan banyak nyawa. Pada hari Rabu, tidak ada peringatan. Sebuah tim dari Hamas, bersembunyi di penyergapan, menunggu sampai pasukan payung Israel memasuki rumah dan kemudian menekan tombol detonatornya. Bagian rumah hancur dan Hamas melepaskan tembakan, menjepit kekuatan pasukan Israel.

Komando pusat Israel belum merilis informasi tentang apa yang terjadi, hanya mengisyaratkan ada tambahan 18 tentara terluka dalam serangan itu. Pemerintah pusat Israel memiliki tujuan yang jelas dalam misi ini – untuk menghancurkan terowongan serangan Hamas yang 31 telah ditemukan – dan itu berarti orang-orang yang membangun terowongan tersebut tahu persis di mana untuk meletakkan penyergapan; rumah di sekitar lubang masuk terowongan bisa dijadikan jebakan bom, begitu pula dengan lubang masuk terowongan itu sendiri.

Tentara dari Brigade Givati Israel menemukan terowongan Hamas 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/FLASH90)

Tentara dari Brigade Givati Israel menemukan terowongan Hamas 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/FLASH90)

Terowongan: Bertolak belakang dengan Operasi Cast Lead. Seorang tentara yang bertugas di unit pengintaian Brigade pasukan payung selama Operasi Cast Lead mengatakan bahwa tujuan utama pada saat itu, seperti yang disampaikan kepada pasukan, mereka hanya bertugas menetralisir Hamas lewat perangkat / dari udara dan menghindari gesekan pasukan di darat. “Kami berada di daerah tembak-menembak sepanjang waktu,” kata operator udara yang beroperasi di Gaza selama misi 23-hari. “Kami tahu di mana senjata itu,” katanya, “tapi mereka bilang itu terlalu berbahaya, terlalu rumit.”

Sebaliknya, kata dia, pasukan payung sering ditempatkan di daerah kosong pinggiran kota. Mereka bertugas dengan perintah utama tetap hidup, untuk menghapus kesan lembahnya pasukan Israel saat dipermalukan dalam Perang Lebanon Kedua. Pada satu kasus, pejabat brigade intelijen mengatakan kepada mereka untuk menancapkan tinggi tinggi bendera Israel di sebuah bangunan di Jalur Gaza utara, bukan untuk berperang, dan misi itu akhirnya dibatalkan. “Kali ini ada target yang nyata,” katanya, “dan untuk itu Anda membayarnya dengan harga riil.”

Brigade Pasukan payung Israel menemukan terowongan Hama di Gaza, 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/ FLASH90)

Brigade Pasukan payung Israel menemukan terowongan Hama di Gaza, 23/07/2014 ( (Photo IDF Spokesperson/ FLASH90)

Rudal anti-tank: Seorang perwira intelijen senior saat konferensi kepada wartawan mengatakan bahwa saat ini taktik Hamas tidak berubah banyak dalam pertempuran, namun persenjataan mereka menunjukkan peningkatan. Dia berbicara tentang senjata Hamas yang canggih, rudal anti-tank buatan Rusia, yang beberapa diantaranya khusus dibuat untuk pertempuran perkotaan seperti RPG-29. Letnan Kolonel Peter Lerner menambahkan bahwa “komponen rudal antitank” ada dalam setiap serangan Hamas terhadap tentara Israel di Gaza.

Misil-misil tersebut, tidak seperti roket buatan Hamas sendiri, karena mampu membunuh secara efektif. Dan keadaan ini menjadi salah satu alasan keluarnya perintah tegas bagi pasukan di lapangan untuk bergerak cepat, menandai target, memanggil para ahli penghancuran, dan pergi. Lerner memerintahkan pola pikir: “bersihkan dan bergerak, bersihkan dan bergerak”. Pasukan diberitahu untuk tidak membangun posisi defensif melainkan untuk bergerak cepat dan pergi dengan cepat, karena semakin lama skuad bergerak, bahkan ketika bersembunyi di sebuah apartemen, semakin besar risiko terlihat dan terkena rudal antitank. Ini adalah salah satu pelajaran taktis utama dari Perang Lebanon Kedua. Di Shejaiya, tentara harus beroperasi di lingkungan perkotaan yang paling banyak rumahnya. Pasukan tidak memiliki banyak pilihan selain untuk masuk ke rumah itu yang akhirnya bisa terkena ranjau bom yang dipasang Hamas.(timesofisrael.com).

  116 Responses to “35 Tentara Israel Tewas di Gaza”

  1.  

    akhirnya ada sebuah pengakuan siapa yg melatih hamas.

    pasukan komando yordania yg di latih oleh team prabowo.

    info sedikit, yordania sdh memetakan ancaman perang dgn israel & sdh memetakan tuk menetralisirnya di bawah asistensi prabowo.

    cukup infonya itu saja.

  2.  

    Belum uighur

  3.  

    Maju Jaya Indonesiaku
    Disegala Medan Kehidupan

  4.  

    Allahu Akbar!! matilah kau whai kaum zionis israel. matilah dalam seburuk buruknya kematian.
    http://transparan.id

 Leave a Reply