AS Cabut Label Teroris untuk Gerakan Houthi Yaman

antarafoto yemen security funeral houthi 23092020 1 e1613188747475

Washington –  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengumumkan pada Jumat, bahwa ia akan mencabut penetapan gerakan Houthi Yaman sebagai organisasi teroris asing dan kelompok teroris global, dengan batasan tertentu, yang efektif 16 Februari diberlakukan.

Keputusan ini membalikkan kebijakan mantan pemerintahan Trump yang menetapkan kelompok Houthi ke dalam daftar kelompok hitam.

Perubahan kebijakan tentang Houthi ini, merupakan bagian dari perubahan kebijakan Presiden AS, Joe Biden, dengan tujuan meredakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Biden juga mengintensifkan diplomasi untuk mengakhiri perang saudara yang melelahkan di Yaman.

“Keputusan ini merupakan pengakuan atas situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman,” kata Blinken.

Perang Yaman mempertemukan gerakan Houthi yang berpihak pada Iran melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi.

Pemerintahan Biden, pemerintah lain, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sama-sama khawatir sanksi yang dijatuhkan kepada Houthi dapat menghambat pengiriman makanan, di saat ancaman kelaparan besar yang meningkat.

Blinken tampaknya memperlihatkan batas toleransi AS terhadap gerakan Houthi. Dia mengatakan tiga pemimpinnya – Abdul Malik al-Houthi, Abd al-Khaliq Badr al-Houthi dan Abdullah Yahya al-Hakim – akan tetap dikenakan sanksi AS.

Dia juga mengatakan Washington akan terus “memantau dari dekat” aktivitas gerakan dan para pemimpinnya dan “secara aktif mengidentifikasi” target sanksi baru. Hal ini terutama mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah dan serangan rudal di Arab Saudi.

“Amerika Serikat tetap berpandangan jernih tentang tindakan jahat Ansarallah,” kata Blinken, menggunakan istilah yang juga dikenal dengan gerakan Houthi. “Tindakan dan kebandelan Ansarallah memperpanjang konflik ini dan menimbulkan kerugian kemanusiaan yang serius”, dikutip Antara, Sabtu, 13/2/2021.

*Foto: Seorang anak lelaki bersama pengikut Gerakan Houthi di truk patroli saat pemakaman petempur Houthi yang tewas saat perang dengan pasukan pemerintah di Sanaa, Yaman, (22/9/2020). (REUTERS/KHALED ABDULLAH).

Leave a Reply