Rudal Iran Terus Berkembang, Kini Uji Rudal Pintar

JakartaGreater  –  Rudal Iran Terus Berkembang dan kini mereka menguji Rudal pintar mid-range missile.

Tidak banyak negara yang mampu membuat peluru kendali (Rudal), karena teknologi ini sangat sensitif dan disimpan rapat-rapat oleh negara yang memiliki teknologinya.

Namun kerumitan itu bukanlah hal yang mustahil diterobos, jika ada niat serius dan upaya yang sungguh sungguh, seperti halnya yang dilakukan Iran.

Dunia bahkan terperanjat dengan teknologi Rudal Iran, saat Rudal Iran mampu menembak jatuh drone RQ-4 Global Hawk, Amerika Serikat, pada Juni 2019.

Begitu pula dengan serangan Rudal Iran yang bisa secara presisi menyasar pangkalan pasukan Amerika Serikat di Al-Asad, Irak, pada Januari 2020.

Tahun lalu, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengatakan bahwa Teheran sedang mengembangkan Rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari udara dalam menghadapi sanksi keras AS, yang menurutnya telah gagal untuk menghentikan Iran dalam membuat pencapaian signifikan di industri pertahanan.

Kini, Tentara Iran telah berhasil menguji Rudal canggih baru, mid-range missile, dengan jangkauan 300 kilometer, ujar Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Kiomars Heidari kepada wartawan pada Minggu 14-2-2021, dirilis Sputniknews.com.

Uji Rudal baru jarak menengah ini, untuk mengevaluasi akurasi dan power Rudal. Dia menambahkan bahwa pengujian Rudal pintar itu dilakukan untuk mengevaluasi spesifikasi kinerja Rudal buatan dalam negeri, yang menurut Heidari mampu mencapai target dengan akurasi tepat di segala kondisi cuaca.

Pernyataan itu datang ketika Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami memuji kekuatan pencegah Teheran berdasarkan pengembangan Rudal canggih buatan dalam negeri.

“Hari ini, semua Rudal Iran tepat dan memiliki kemampuan manuver yang hebat serta daya ledak yang diperlukan untuk mempertahankan pencegahan pertahanan negara,” kata Hatami dalam wawancara dengan kantor berita Iran Tasnim, Minggu.

Menteri pertahanan juga menegaskan kembali tekad Iran untuk membalas dendam pada mereka yang berada di balik pembunuhan ilmuwan senior Iran Mohsen Fakhrizadeh pada November 2020.

“Sebagai negara besar dengan manajemen pemikiran strategis, Republik Islam Iran akan menjatuhkan hukuman pada waktu dan tempat yang tepat. Ini pasti akan terjadi”, ujar sang Menteri berjanji.

Pembunuhan Fakhrizadeh pada 27 November 2020 semakin memperburuk ketegangan antara Teheran dan aliansi AS-Israel. Pejabat senior Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, segera menuduh Tel Aviv atas serangan itu, tetapi petinggi Israel sejauh ini tetap tutup mulut tentang masalah tersebut.

Ketegangan AS-Iran telah terjadi sejak penarikan sepihak Washington dari kesepakatan nuklir Iran 2015, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan penerapan kembali sanksi ekonomi AS yang keras terhadap Republik Islam pada Mei 2018.

Ketegangan tersebut meningkat pada awal Januari 2020, ketika jenderal tertinggi Iran, Qasem Soleimani, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS yang disahkan oleh Presiden Donald Trump.

*Foto: Ilustrasi: Rudal Iran, Qader yang ditembakkan dari peluncur mobile, truck launcher. (Commons.wikimedia)

Sharing

Tinggalkan komentar