AS – Eropa Minta Pertanggungjawaban Serangan Roket di Irak

Washington – Para diplomat dari negara Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan roket di Irak utara.

“Bersama-sama, pemerintah kita akan mendukung penyelidikan Pemerintah Irak atas serangan itu dengan maksud meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab,” ujar pernyataan yang dikeluarkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio, dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Selasa, 16/2/2021, dirilis Antara.

Serangan roket di pangkalan militer pimpinan Amerika Serikat (AS) di Kurdi Irak utara pada hari Senin menewaskan seorang kontraktor sipil dan melukai lima orang lainnya, termasuk seorang anggota militer AS, menurut laporan awal, kata koalisi AS di Irak.

Serangan roket itu adalah serangan paling mematikan yang menghantam pasukan pimpinan AS dalam hampir satu tahun di Irak, di mana ketegangan telah meningkat antara pasukan AS, sekutu Irak dan Kurdi di satu sisi dan milisi yang berpihak pada Iran di sisi lain.

Seorang juru bicara koalisi mengatakan di Twitter bahwa serangan itu menghantam pasukan koalisi di ibu kota regional Kurdi, Erbil, dan rincian lebih lanjut akan menyusul.

Sumber keamanan Kurdi mengatakan setidaknya tiga roket mendarat di dekat Bandara Internasional Erbil di wilayah otonom pada larut malam. Wartawan Reuters mendengar beberapa ledakan keras dan melihat kebakaran terjadi di dekat bandara.

Pasukan AS menempati pangkalan militer yang berdekatan dengan bandara sipil.

Sebuah pernyataan dari kementerian dalam negeri Kurdi mengatakan sejumlah roket ditembakkan ke arah Erbil dan sekitarnya sekitar pukul 9:30 malam. waktu setempat dan beberapa orang terluka, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut.

Sementara, kelompok yang menamakan diri Saraya Awliya al-Dam mengaku bertanggung jawab atas serangan di pangkalan yang dipimpin AS.

Saraya Awliya al-Dam mengatakan bahwa pihaknya menargetkan “pendudukan Amerika” di Irak. Namun kelompok itu tidak memberikan bukti atas klaim serangan tersebut.

*Foto: Ilustrasi serangan roket.

Sharing

Tinggalkan komentar