F-16 EMLU TNI AU Berkemampuan Advanced Identify Friend or Foe

JakartaGreater – Untuk menjaga kemampuan Alutsista yang ada tetap up to date terhadap tantangan jaman, TNI AU melakukan program Falcon Star-EMLU (Enhanced Mid-Life Update) terhadap pesawat F-16 milik mereka secara bertahap.

Hingga bulan Agustus 2020, TNI AU telah mengupgrade 2 pesawat tempur F-16 Falcon Star-EMLU TS-1601 dan TS-1610.

Program Falcon eMLU bertujuan untuk meningkatkan kemampuan struktur pesawat, peningkatan usia pakai hingga 8.000 equivalent flight hours, dan juga peningkatan avionic serta sistem persenjataan.

Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) & EMLU (Enhanced Mid-Life Update) adalah program modifikasi untuk meningkatkan kemampuan avionik dan persenjataan pesawat serta merupakan program modifikasi struktur pesawat untuk memaksimalkan usia pesawat sampai 8000 jam terbang.

Melalui program ini, peningkatan kemampuan Beyond Visual Range dan Within Visual Range dengan advanced weapon juga telah menjadikan combat effectiveness pesawat ini meningkat signifikan.

Hal ini membuat pesawat ini semakin dapat diandalkan sebagai ujung tombak pertahanan udara Indonesia dan menambah efek deterensi dari kekuatan udara Indonesia.

F-16 EMLU TNI AU Berkemampuan Advanced Identify Friend or Foe. (@Skadron Udara 3)

Advanced Identify Friend or Foe

Kemampuan Advanced Identify Friend or Foe (AIFF) merupakan salah satu komponen tambahan dari pesawat F-16 TNI AU yang sudah melakukan EMLU (Enhanced Mid-Life Update).

AIFF ini terdiri dari komponen avionik dan antena yang berbentuk seperti sirip – sirip kecil yang ditempatkan di depan cockpit dan mendapatkan julukan “Bird Slicer”, ungkap IG Skadron Udara 3, pada 14-1-2021.

F-16 EMLU TNI AU Berkemampuan Advanced Identify Friend or Foe. (@Skadron Udara 3)

Transponder AIFF ini dilengkapi enkripsi pada sinyal, dengan tujuan agar proses identifikasi pada sasaran dapat berlangsung dengan senyap.

Tanpa adanya kemampuan AIFF, dalam suatu pertempuran udara baik dalam scenario dog fight (duel jarak dekat) dan beyond visual range (tempur jarak jauh), akan sangat rentan terjadi salah tembak pada pesawat tempur kawan atau bahkan pesawat penumpang sipil.

Sharing

Tinggalkan komentar